CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 161


__ADS_3

Di kediaman keluarga Alexanders.


Semua barang belanja Dyah dan mami Atika sudah sampai beberapa menit yang lalu tapi mereka belum juga datang membuat bibi Ina dan lainnya khawatir, terutama pada Dyah yang perutnya besar.


" Bibi mereka dimana semua barang belanjaannya sudah sampai beberapa menit yang lalu tapi nona dan nyonya belum kembali, bi kenapa aku jadi gelisah" kata Bibi Ina, bibi Ina dan bibi Sumi sedang mengatur barang belanjaannya di kamar bayi yang telah di siapkan.


Aquira keluar dari kamar tersenyum melihat kamar adik bayi telah diisi dengan barang, saat ia akan masuk tiba saja langkahnya terhenti dan air matanya jatuh.


" Bunda hiks hiks" Aquira menangis memanggil Dyah bibi Sumi yang tak sengaja melihat Aquira di belakangnya ia menjadi terkejut.


" Astagfirrurrah, nona " pekik bibi Sumi, mendekati Aquira dan memeluknya.


" Bibi Bunda dimana?" Aquira, Bibi Ina dan bibi Sumi tak bisa menjawabnya karena ia tak tahu.


" Bibi" panggil Fathan, dengan air matanya berair bibi Ina mengajak Fathan mendekat.


" Kita berdoa ya agar nona dan nyonya besar baik saja dan segera pulang" kata bibi Sumi, mengajak mereka berdoa.


Di restoran.


Azka bersama anak buahnya sedang mencari keberadaan Dyah di sekitar restoran dan mall, mami Atika masih menangis tak sanggup untuk menatap mata putranya.


Papi Ammar mencoba untuk mengajak istrinya pulang ia sangat khawatir dengan keadaannya.


" Mami " kata Papi Ammar.


" Nggk pi, mami tak mau pulang sebelum Dyah di temukan" kata mami Atika, yang bersenggukan papi Ammar tidak bisa lagi membujuk istrinya.


" Tuan muda kita sudah mencari keberadaan nona sekitar mall tapi tak ada" kata salah satu anak buahnya.


" Apa yang kau katakan, ha bagaimana istriku hilang begitu saja, ha" Azka sangat marah mendengar perkataan anak buahnya.


Brug

__ADS_1


Azka memukul mereka hingga terluka di wajahnya Akbar berusaha menjauhkan Azka dari mereka kalau tidak Azka akan menghabisi mereka.


" Tuan muda saya sudah memeriksa CCTV sepertinya ada yang sengaja merusaknya, makanya kita tak mengetahui kejadiannya" kata Akbar.


Setelah tiba di restoran Akbar segera memeriksa CCTV ia terkejut melihat penjaga pingsan habis di pukul.


Akbar pun menceritakan semuanya yang dia lihat di ruang CCTV, Azka terduduk lemas memikirkan istrinya.


" HP aku sudah meletakan pelacak di HP Dyah" kata Azka.


" Nak tas Dyah ada bersama mami dia tidak membawanya saat di kamar mandi" kata mami Atika, memperlihatkan tas Dyah ada bersamanya.


" Sial siapa yang berani bermain denganku lihat saja siapa pun dia jika berani melukai istri dan anakku takkan aku biarkan dia hidup" kata Azka, dengan datar menggengam tangannya.


Papi Ammar mengajak mereka pulang karena di sini tak ada yang bisa mereka lakukan, Akbar segera memfoto copy rekaman kejadian sebelum Dyah hilang siapa tahu dia menemukan sesuatu.


Dengan berat hati mereka meninggalkan restoran para pengunjung tak ada yang merekam kejadian seakan bersyukur karena mereka juga syok atas kejadian yang baru terjadi, anak buah Azka sudah memperingati mereka agar tidak menceritakan kejadian ini pada orang lain siapa yang berani melawan Azka Abbiya Alexanders.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders mereka di sambut oleh Aquira dan Fathan yang sejak tadi menangis, Azka hanya melewati mereka menuju kamarnya.


" Bibi mereka sudah makan? " papi Ammar, melihat Fathan masih memakai pakaian sekolahnya, bibi Sumi menggelengkan kepalanya sejak tadi mereka belum makan padahal bibi Sumi sudah membujuk tapi mereka menolak.


" Kalian kenapa belum makan? " papi Ammar.


" Kami menunggu kakak Dyah, pi perasaan Fathan tak enak. papi kak Dyah baik saja kan? " Fathan. Papi Ammar dapat memahaminya karena Fathan adalah adik Dyah pasti merasakan sesuatu.


Akhirnya Aquira dan Fathan bersedia makan setelah di bujuk oleh papi Ammar dan lainnya.


Kamar Azka.


Azka berdiri di depan jendela memegang baju milik Dyah dia menatap langit dengan mata kosong, Azka seakan terbawa ke masa lalunya saat ia kehilangan ibu kandung Aquira.


" Sayang, kamu dimana jika aku kehilanganmu dan anak kembar kita aku tak sanggup untuk hidup" guman Azka.

__ADS_1


Akbar menghubungi Gracya dan menceritakan kejadian yang menimpa Dyah membuatnya terkejut.


" Mas aku ke sana sekarang" kata Gracya, menutup panggilannya Azka memintanya agar hati-hati.


Gracya sangat khawatir pada Dyah apalagi usia kehamilannya sudah delapan bulan, dia masih ingat kemaren dia berkunjung ke kediaman keluarga Alexanders dan Dyah tak sabar lagi untuk menanti anak kembarnya buah cinta dari Azka.


" Assalamualaikum, tante om" kata Gracya, sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders dia memeluk mami Atika yang terus menangis, papi Ammar tersenyum melihatnya datang.


" Sayang temani mereka dulu mas akan bicara pada tuan Azka, tenanglah nona pasti ditemukan" kata Akbar, menenangkan Gracya yang juga hamil.


Tok tok tok


Akbar membuka pintu terlihat Azka melamun di depan jendela dengan tatapan kosong, Akbar menjadi sedih melihatnya setelah bertahun lalu dia kembali melihat Azka seperti ini.


" Tuan muda saya sempat memfoto copy kejadian sebelum nona hilang" kata Akbar, Azka mendengarnya segera membalikan tubuhnyadan menatap tajam ke arah Akbar.


Akbar segera mengambil laptop Azka terletak di atas meja dia mengeluarkan flasdish dan menghidupan, mereka bersama melihatnya awal Dyah masuk mall sampai di restoran.


" Tuan sepertinya sejak awal nona dan nyonya sudah diikuti saat nona ke kamar mandi dia menggunakan kesempatannya, sepertinya dia wanita tuan muda" kata Akbar, sayang mereka tak jelas melihat wajahnya.


Azka memikirkan perkataan Akbar dalam CCTV terekam jelas ada seorang yang mengikuti istrinya tapi wajahnya tak terekam hanya bagian belakangnya terlihat.


" Akbar jika mereka diikuti pasti dia sudah tahu kalau istri dan mami keluar cepat lihat CCTV rumah ini pasti ada petunjuk lainnya" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya.


Mereka menuju ruang CCTV dengan hati-hati Azka memutar CCTV saat Dyah belum berangkat ke mall.


" Tuan itu mobilnya" kata Akbar, melihat mobil sedan hitam berhenti tak jauh dari rumahnya.


Azka tersenyum smirk dia dapat menemukan mobil yang mengikuti mami Atika dan Dyah beruntung nomor platnya terlihat jelas, Azka segera menghubungi anak buahnya mencari siapa pemilik mobil dengan nomor plat yang dia beritahu taitu S2LL1.


Tidak membutuhkan waktu yang lama anak buah Axka berhasil menemukan pemilik mobil sedan hitam.


" Sial beraninya wanita itu bermain denganku" kata Azka, mendapat kabar dari anak buahnya dia menjadi marah besar.

__ADS_1


Azka menceritakan apa yang di dapati oleh ansk buahnya pada Akbar, Akbar juga terkejut mendengarnya mereka tahu siapa yang tengah mereka bicarakan.


__ADS_2