
Sudah dua hari Dyah di rawat di rumah sakit karena desakan Dyah pada Azka kakau dia ingin pulang apalagi sebentar lagi kuliahnya dimulai, dia tak ingin libur saat pertama kali masuk kuliah.
Azka mengizinkannya dengan syarat yang harus di patuhi oleh Dyah dengan syarat harus diantar dengan supir ke kampus.
Dyah bersiap untuk ke kampus hari ini adalah hari pertama memulai perkuliahan.
" Kakak sudah siap" kata Fathan di depan pintu kamarnya, Dyah membalikan tubuhnya sambil tersenyum.
Dyah mengambil tasnya. " Ayo sayang sebentar lagi jemputanmu datang kakak akan menemanimu sampai jemputanmu datang" kata Dyah, mengunci pintu kamar.
" Memangnya kakak tidak telat nanti Fathan bisa menunggu di luar sendiri" kata Fathan, Dyah hanya tersenyum.
Mereka menuju ke arah depan melewati dapur ternyata Azka beserta lainnya sedang sarspan pagi.
" Selamat pagi tuan, nyonya, tuan muda dan nona" kata Dyah, menyapa majikannya.
" Selamat pagi Dyah apakah kamu sudah bersiap ke kampus? " mami Atika.
" Alhamdulillah nyonya saya sudah siap" kata Dyah, mereka senyum. Aquira yang sudah wangi sebelum Dyah bersiap dia terlebih dahulu menyiapkan Aquira.
__ADS_1
Aquira turun dari kursinya. " Nona hati" kata Dyah yang khawatir, Aquira tersenyum dan menunjukan gigi putihnya.
" Bunda, kata nenek bunda akan sekolah ya" kata Aquira, Dyah tersenyum dan berjongkok agar tingginya sama dengan Aquira.
" Nona selama bunda pergi jangan nakal sama nenek ya harus patuh yang di katakan oleh nenrk dan kakek" kata Dyah.
Aquira memeluk leher Dyah dengan tangan mungilnya. " Bunda jangan lama perginya" kata Aquira, Dyah menanggukan kepalanya.
Bibi Ina datang dan menyatakan kalau jemputan Fathan sudah datang, Fathan pamit pada lainnya tidak lupa membawa bekal yang disiapkan bibi Sumi.
Dyah juga pamit mau ke kampus ketika akan menaiki motornya Azka memanggilnya.
Dyah mengusap keningnya dan menundukan kepalanya. " Apa kamu sengaja melakukannya " bisik Azka, seketika Dyah mengangkat kepalanya dan Azka memeluk pinggangnya kalau tidak mereka kembali terbentur.
" Tuan muda" kata Dyah dengan lirih, Azka tersenyum dan melepaskan pelukannya. " Kamu bisa memakai motormu kembali setelah perbanmu di lepaskan" kata Azka, masuk ke dalam mobil.
Dyah terdiam mendengar perkataan Azka mencoba mencernanya dan tersenyum, dia melompat senang karena diizinkan menaiki motor setelah perbannya lepas.
" Kamu harus cepat sembuh hingga bisa menaiki motor lagi" guman Dyah, mengusap lengannya yang di perban.
__ADS_1
Azka yang belum jauh tersenyum melihat kelakuan Dyah yang bahagia hanya karena dia mengizinkannya pakai motor setelah perbsnnya di lepas.
" Gadis ini" guman Azka tersenyum dan memperhatikan jalan.
Dyah menaiki mobil yang disiapkan oleh Azka menuju Universitas A.
Tiga puluh menit kemudian Dyah tiba di Universitas A semua mata tertuju pada mobil yang baru datang karena pertama kali mobil itu masuk ke kampus mereka.
" Pak terima kasih telah mengantarkanku" kata Dyah. " Sama-sama Dyah nanti sudah selesai kuliah hubungi bapak lagi untuk menjemputmu karena tuan muda sudah memerintahkannya" kata Supir.
" Baiklah pak nanti Dyah hubungi bapak nanti, kalau begitu Dyah masuk dulu" kata Dyah menyalami supir.
Ketika Dyah keluar dari mobil ada yang memanggilnya.
" Dyah" kata Gracya, memukul pundak Dyah dan terkejut melihat tangan sahabatnya di perban.
" Dyah apa yang terjadi pada padamu dan ini mobil barumu" kata Gracya, Dyah tersenyum.
" Nggk ini kemaren ada kecelakaan kecil" kata Dyah. " Tapi kamu tidak apa kan? " Gracya.Dyah menanggukan kepalanya kemudian mereka menuju kelas.
__ADS_1