CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Enam bulan kemudian


__ADS_3

Telah enam bulan berlalu Dyah kuliah kejadian enam bulan yang lalu telah hilang karena Azka meminta pihak Universitas menghapus semua video yang terhapus, dia tak ingin Dyah merasa terganggu selama kuliah.


Amerika


Sebuah Apartemen mewah terlihat seorang gadis berdiri dekat jendela sambil menikmati minumannya, ada sedeorang memanggilnya.


" Helena, kamu yskin akan bertemu dengannya ini sudah 1 tahun 6 bulan kalian tak bertemu. Apa kamu yakin dia masih memiliki perasaan khusus padamu" kata asistennya.


Helena membalikan tubuhnya meletakan gelas di atas meja dan duduk dengan santainya.


" Aku yakin dia masih mencintaiku karena tak ada yang bisa menggantikanku" kata Helena dengan senyuman.


" Semoga saja" kata asistennya merapikan pakaian dan memasukan ke dalam koper, setelah memastikan semuanya beres mereka menuju bandara


Kediaman keluarga Alexanders


Dyah sedang libur semester bersama Aquira dan Fathan berencana pergi ke pantai untuk bersenang.

__ADS_1


" Kakak kenapa bunda lama kita sudah siap sejak tadi" kata Aquira duduk di ruang tengah dengan menggoyangkan kakinya.


" Nona tenanglah sebentar lagi kakak pasti datang" kata Fathan, membaca buku yang akan di bawanya, Aquira melihatnya dengab kesal.


Taklama Dyah datang dengan membawa bekal untuk dipantai.


" Hore bunda sudah datang sekarang kita bisa pergi sekarang " kata Aquira berlompat karena bahagia.


" Kata siapa kalian boleh pergi sekarang " kata Azka datang dari arah pintu depan.


" Tuan muda, papi" kata Aquira dan Dyah melihat Azka pulang. Mereka berempat menatap Azja dengan bingungnya.


Walau sudah jam 03 sore itu termasuk cepat Azka pulang dari perusahaannya, karena buasanya pulang malam.


" Kalian tunggu disini ingat jangan ada yang pergi duluan"peringat Azka, mereka menanggukan kepalanya.


Mami Atika dan papi Ammar keluar dari kamar saling menatap karena Dyah dan lainnya belum berangkat.

__ADS_1


" Dyah kenapa belum berangkat dan bibi Ina mana? " mami Atika. " Bibi Ina sedang mengambil tas nona nuonya dan tuan muda meminta kami belum boleh berangkat" kata Dyah.


" Memangnya anak itu sudah pulang" kata papi Ammar. " Sudah tuan besar, tuan muda ada di kamarnya dan meminta kami menunggu disini" kata Dyah.


Mami Atika dan papi Ammar menanggukan kepalanya, bibi Ina sudah datang sambil membawa tas Aquira.


Taklama Azka turun dengan style santai membuat mereka diam. " Tampan" guman Dyah tapi dapat di dengar oleh bibi Ina di sampingnya sambil tersenyum.


" Mami papi kami berangkat dulu" kata Azka. " Kamu juga ikut, Azka " kata mami Atika, Azka menanggukan kepalanya.


Aquira senang karena papinya juga ikut dia merasa liburan sekeluarga.


" Tuan muda" kata Dyah, Azka tersenyum dan menarik tangan Dyah bibi Ina pamit pada majikannya dan mengajak Aquira dan Fathan menuju mobil.


" Papi mami tidak salahkan putra kita dan Dyah" kata mami Atika. "Mami kita tidak dapat berharap terlalu tinggi, biar mereka mengikuti alurnya papi hanya ingin kebahagiaan untuk cucu kita" kata papi Ammar, mami Atika menanggukan kepalanya.


Bandara Internasional

__ADS_1


Terlihat wanita cantik turun dari pesawat bersama seorang gadis di belakangnya membawa barang bawaan, wanita itu mengundang banyak mata tertuju padanya.


" Akhirnya aku datang Azka pasti tidak menyangka aku datang setelah 1 tahun 6 bulan tak beetemu, ayo kita ke hotel aku harus istirahat sebelum bertemu dengannya.


__ADS_2