CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Hasil test


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu Dyah merasakan hatinya geg, deg an karena hasil test yang telah dia kerjakan akan keluar, bibi Ina tersenyum melihat Dyah karena dia tahu bahwa gadis ini merasa khawatir.


" Dyah" panggil bibi Ina, meletakan sapunya dan mendekati Dyah yang sedang melamun di kursi taman.


" Ya bi" sahut Dyah, menoleh padanya tapi matanya tetap melirik Aquira bermain.


" Bibi tahu tamu merasa tesah menunggu hasil test kemaren tapi bibi yakin kamu pasti berhasil" kata bibi Una, Dyah menanggukan kepalanya.


" Bunda tangan bobekanya lepas ketika Ira memakaikan bajunya " kata Aquira dengan sedihnya memberikan bonekanya pada Dyah.


Dyah tersenyum. " Sini sama bunda ini masih bisa di perbaiki sayang, nah bisa kan" kata Dyah memperbaikinya.


Aquira merasa bahagia karena bonekanya sudah sembuh dan kembali melanjutkan permainannya.


Keesokan harinya setelah melaksanakan sholat subuh dan membersihkan diri Dyah bersiap untuk ke universitas, karena hari ini hasil test akan di umumkan oleh pihak kampus.


" Kakak pasti berhasil " kata Fathan. " Terima kasih sayang, ayo kita keluar sebentar lagi jemputanmu akan datang " kata Dyah mengajak adiknya keluar.


Mereka keluar dari kamar ternyata semua sudah berada di ruang makan, bibi Ina memberikan susu dan nasi goreng untuk sarapan Fathan dia juga memberikan bekal padanya.

__ADS_1


Mobil jemputan Fathan sudah ada Dyah mengantar adiknya sebelum dia pamit pada majikannya sebelum dia berangkat ke kampus.


" Dyah" panggil mami Atika, Dyah segera menemui majikannya di ruamg makan.


" Ya nyonya ada yang bisa saya bantu? " Dyah merasa takut jika dua melupakan sesuatu. " Dyah kata bibi Ina hari ini hasilmu keluar " kata mami Atika, Dyah menanggukan kepalanya.


" Saya yakin kamu pasti berhasil, Dyah. Semoga kamu mendapatkan nilai yang terbaik" kata mami Atika.


" Terima kasih nyonya, tapi nyonya bagaimana dengan nona jika saya kuliah?" Dyah.


Mami Atika tersenyum. " Kamu jangan cemas disini banyak yang menjaganya, kamu busa mengurusnya jika kamu pulang kampus" kata mami Atika.


" Saya berangkat sebentar lagi tuan muda setelah saya membuat susu untuk nona" kata Dyah.


Azka melirik arlojinya dan melihat Dyah memberikan susu pada putrinya, Aquira tenang dalam pangkuan omanya.


" Dyah ayo berangkat aku akan mengantarmu" kata Azka.


" Apa" teriak Dyah, orangtuanya tidak percaya yang mereka dengar dengan bengong.

__ADS_1


" Apa aku salah bicara arah perusahaan dengan kampus kan searah jadi berangkat bersama" kata Azka.


" Tidak nak kamu tidak salah benar kalian kan satu arah jadi juga lebih menghemat waktu, Dyah ayo ikut bersama Azka agar lebih cepat sampainya jika menunggu taksi pasti menunggu lama" kata Mami Atika.


Dyah melihat Bibi Sumi tersenyum dan menanggukan kepalanya dia mengerungit dahinya, akhirnya Dyah berangkat ke Universitas bersama Azka.


Selama dalam perjalanan tak ada yang membuka suaranya Dyah meliha jendela banyak kendaraan yang berjaan, orang berjalan kaki untuk memulai kesibukan..


" Dyah, kamu harus percaya diri kalau kamu berhasil dengan test ini dan mendapat nilai terbaik.


" Terima kasih tuan" sahut Dyah dengan gugupnya, mobil terus melaju keadaan kembali sunyi.


Azka fokus pada laptopnya membaca laporan yang dikirim oleh sekretarisnya semalam untuk dipelajari pagi ini.


Tak lama mobil memasuki area kampus sudah banyak calon mahasiswa berkumpul untuk melihat hasil test mereka.


" Tuan muda kita sudah sampai" kata supir. ' Tuan muda terima kasih karena mengantar saya" kata Dyah pamit. Azka menanggukan kepalanya.


" Dyah semoga sukses'seru Azka. " Terima kadih tuan muda" sahut Dyah menenangkan rasa gugup nya.Kemudian Dyah turun dari mobil dan menuju tempat pengumuman hasil test keluar.

__ADS_1


__ADS_2