CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 125


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Azka dan Dyah baru saja selesai saat ini mereka berada di kamar hotel, Azka dan lainnya memutuskan malam ini menginap di hotel karena rasa lelah yang dirasakan.


Aquira tidur sekamar bersama nenek dan kakeknya awalnya dia ingin tidur bersama Dyah, tapi dibujuk oleh Azka akhirnya dia mau tidur bersama mami Atika dan papi Ammar. Fathan tidur bersama bibi Sumi Dyah meminta bibi Sumi agar menemani adiknya di kamar.


Azka dan Dyah berada dalam kamar mereka duduk di tepi kasur tanpa ada suara yang terdengar, Dyah sangat merasa gugup dengan Azka duduk di sampingnya walau sering mereka berdekatan tapi ini berbeda.


Tak berbeda dengan Azka yang juga merasa gugup seperti ia menikah pertama kali, Azka memegang tangan Dyah membuatnya tertunduk malu dan bersemu merah.


" Kamu ingin berbulan dimana, sayang? " Azka. Dyah menatapnya.


" Untuk apa kita berbulan madu mas?" Dyah. Azka tersenyum dan mencium tangan Dyah.


" Tentu perlu sayang mas ingin kita berduaan beberapa hari nanti anak itu akan menguasaimu" kata Azka, mengingat putrinya yang merengek ingin tidur bersama mereka.


Dyah memukul lengan suaminya. " Mas gimana pun dia putrimu" kata Dyah, menggelengkan kepalanya.


" Sayang" kata Azka.


" Gimana Bali mas sejak dulu Dyah ingin kesana tapi tak pernah kesampaian" kata Dyah, sedih.


" Sayang jangan sedih mas akan mengabulkan semua permintaanmu" kata Azka, menghubungi Akbar untuk memesan tiket ke hotel.


Akbar yang telah tidur di kamar bangun terdengar suara HP berbunyi.


" Tuan muda" kata Akbar, membaca pesan dari Azka.Akbar segera memesan tiket untuk ke hotel juga memesan kamar hotel.


Keesokan harinya terdengar suara adzan berbunyi di HP Dyah bangun dari tidurnya dia tersenyum melihat Azka di sampingnya, Dyah membelai wajah Azka.


" Apakah sudah puas menyentuh wajah mas atau kamu ingin yang lain, mas bersedia memberikannya" kata Azka, dengan tersenyum.


" Mas ini ayo bangun kita sholat dulu" kata Dyah bangun dari tidurnya menuju kamar mandi, Azka tersenyum dan mengikuti Dyah ke kamar mandi.


Selesai mandi mereka menuju restoran dimana keluarga lainnya sudah menunggu.


" Bunda ayo duduk bersama Ira" kata Aquira, turun dari kursi dan menarik Dyah duduk disampingnya Azka menatap putrinya dengan kesal padahal ia ingin bermanja bersama istrinya, mami Atika dan papi Ammar menggelengkan kepalanya.


" Selamat pagi mam, pi" kata Dyah, mencium tangan mertuanya.

__ADS_1


" Selamat pagi sayang" kata mami Atika, mengelus pipi menantunya sedangkan papi Ammar tersenyum.


Dyah duduk diantara Aquira dan Fathan sedangkan Azka duduk di samping mami Atika.


" Fathan semalam nyenyak tidurnya" kata Dyah. " Ya kak" kata Fathan, Dyah tersenyum mengusap kepala adiknya.


Pelayan datang membawa pesanan yang telah dipesan oleh mami Atika, mereka menikmati makanan sambil mendengarkan keluh Aquira yang tak boleh tidur bersama Dyah.


" Tuan muda" kata Akbar. Akbar segera menemui Azka untuk menyampaikan permintaan Azka semalam.


" Akbar makan dulu" kata papi Ammar, Akbar menatap Azka yang menanggukan kepalanya.


" Tuan muda tiket dan saya sudah mendaftar nama anda di hotel" kata Akbar, menyerahkan tiket pada Azka, Azka mengucapkan terima kasih.


" Kalian ingin berbulan madu" kata mami Atika.


" Ya mi Dyah ingin pergi ke Bali katanya" kata Azka, mami Atika tersenyum.


" Kalian kenapa nggk pakai jet pribadi?" papi Ammar. " Kami ingin menikmati perjalanannya pi " kata Azka, papi Ammar menangggukan kepalanya.


" Jam 12 siang nanti nyonya" kata Akbar.


Aquira hanya mendengarkan mereka bicara tapi ketika mendengar kata Bali membuatnya menatap Azka, Fathan hanya diam meneruskan makanannya.


" Papi mau jalan-jalan sama bunda" kata Aquira. " Ya sayang kali ini papi hanya berdua perginya sama bunda" kata Azka, Aquira mendengarnya menjadi sedih padahal ia juga ingin pergi.


" Sayang bunda kenapa sedih?" Dyah, menghapus air mata Aquira yang telah mengalir di pipi.


" Ira juga ikut bunda" kata Aquira, dengan lirihnya. Dyah menatap Azka yang menggelengkan kepalanya.


Melihat Aquira yang ingin menanggu putra dan. menantunya berbulan madu ia juga ingin menambah cucu, mami Atika berdiri dan membujuk Aquira.


" Sayang cucu nenek yang cantik ini ingin punya adik tidak" kata mami Atika.


Dengan semangat Aquira menanggukan kepalanya. " Ya nek Ira ingin punya adik " kata Aquira.


" Makanya Aquira harus membiarkan bunda dan papi pergi berdua agar bunda cepat memberikan Ira seorang adik " kata mami Atika, Dyah yang mendengar perkataan mami Atika tertunduk malu.

__ADS_1


" Memangnya kalau mendapatkan adik hanya bunda dan papi saja ya nek, tapi bagaimana caranya bunda memberikan adik untuk Ira? " Aquira. Mereka menjadi diam tak tahu harus menjawabnya.


Aquira melihat mereka satu persatu dengan herannya, tak ingin suasana semakin tegang Dyah mengajak putrinya bicara.


" Sayang gimana nanti bunda belikan oleh yang banyak untuk putri bunda yang cantik ini" kara Dyah, mencium pipi temben Aquira.


" Asyik oleh yang banyak" kata Aquira, dengan cerianya, mereka menghela nafasnya karena Aquira tidak kembali bertanya.


Mami Atika mengajak mereka pulang ke kediaman keluarga Alexanders sekaligus bersiap berangkat ke bali. Mobil yang membawa mereka sudah sampai di kediaman keluarga Alexandrs di sambut oleh bibi Ina.


Azka dan Dyah menuju ke kamar untuk bersiap, Azka sudah mempersiapkan semua kebutuhan Dyah dalam kamarnya dari make up sampai pakaian, saat Dyah membuka lemari terkejut melihat isi lemari di penuhi dengan pakaian wanita.


Aquira dan Fathan bermain di ruang tengah di temani bibi Ina sedangkan mami Atika dan papi Ammar memutuskan ke taman samping sambil menikmati teh dan cake.


Dyah dan Azka turun tangga menemui keluarganya untuk berpamitan.


" Bibi dimana mami dan papi? " Azka tak melihat orangtuanya bersama putrinya.


" Tuan dan nyonya besar di taman tuan muda" kata bibi Ina.


" Ayo sayang kita pamit ke mami dan papi" kata Azka, memeluk pinggang Dyah. Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Mami, papi" kata Azka, mengajak istrinya duduk. " Kalian sudah mau berangkat" kata papi Ammar.


" Ya pi menunggu Akbar katanya ada berkas yang harus di tanda tanganni, pi selama beberapa hari tolong urus perusahaan Akbar akan membantu papi nanti" kata Azka, papi Ammar menanggukan kepalanya.


Azka mengajak Dyah berpamitan pada Aquira dan Fathan.


" Fathan selama kakak pergi tinggal di sini dulu ya nanti kakak minta bibi Sumi tinggal disinu, nanti kita tinggal bersama" kata Azka, Fathan menanggukan kepalanya.


Farhan melihat Dyah tersenyum dia memeluk kakaknya. " Kamu jangan nakal ya jaga keponakanmu" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.


" Bunda siapa keponakan kak Fathan? " Aquira.


" Keponakan kak Fathan ya cucu cantik nenek ini karena bunda sudah menikah sama papi, makanya kak Fathan menjadi om Ira"kata mami Atika, Aquira menanggukan kepalanya.


Taklama Akbar datang membawa berkas untuk di tanda tangani oleh Azka, kemudian mereka mengantar keduanya ke bandara.

__ADS_1


__ADS_2