CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 156


__ADS_3

Hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember banyak berbagai tempat menyambutnya dengan kemeriahan dan berbagai cara orang menyambutnya salah satunya mengajak ibu makan romantis atau kejutan lainnya.


Seorang ibu mencintai anaknya tidak ada batasan walau pun anaknya berbuat salah ia pasti memaafkan, kita sebagai anak janganlah sekali membuat ibu kita menangis karena surga di telapak kaki ibu dan ridho Allah letak pada keridhoaan ibu.


Kediaman keluarga Alexanders


Mereka sedang bersiap ke sekolah Fathan menghadiri acara pertunjukan fathan, Fathan akan berpuisi untuk ibunya walau sudah meninggal Fathan tidak menyerah ia akan mempersembahkan puisi yang indah untuknya.


Mami Atika dan Dyah memberinya semangat bahkan Aquira sangat antusias untuk mendengarnya.


Saat ini Fathan sudah rapi dengan jas dan celana dia terlihat tampan walau masih kecil, Dyah tersenyum dan mencium kening adiknya.


" Bunda ayo kita berangkat Aquira tidak sabar melihat om membaca puisinya pasti semua orang akan menyukainya dan menang" kata Aquira, dengan bahagianya.


Dyah tersenyum dan merapikan dasi kupu di leher Fathan.


"Ayo sayang kita berangkat " kata mami Atika, mereka menggunakan dua mobil Fathan, Aquira bersama Dyah dan Azka sedangkan Mami Atika dan papi Ammar di antar menggunakan supir.


Keadaan sekolah sudah di ramaikan oleh tamu undangan dan para orang tua, para orangtua memberi semangat pada anak mereka.


Mobil Azka dan lainnya memasuki perkarangan sekolah mereka di sambut oleh kepala sekolah dan guru.


" Fathan ayo ke tempat teman sebentar lagi acara di mulai" kata guru, Fathan menanggukan kepala dan mencium tangan Dyah dan lainnya.


Kepala sekolah mengajak mereka duduk di tempat yang telah di sediakan, awalnya pihak sekolah menyediakan tempat khusus untuk mereka tapi Dyah menolaknya dia menginginkan berbaur dengan para orangtua lainnya.


Taklama acara di mulai di awali kata sambutan dari kepala sekolah dan Dinas Pendidikan. Banyak siswa menampilkan bakat seperti nyanyi, bermain piano.


Sekarang giliran Fathan tampil Dyah merasa gugup melihat adiknya berdiri di atas panggung.


Sayang adik kita pasti bisa dan membuatmu bangga" kata Azka, memegang tangan Dyah. Dyah tersenyum dan menyandar pada dada suaminya.

__ADS_1


" Om Fathan" teriak Aquira, membuat mereka di tatap oleh lainnya mami Atika meminta cucunya diam dan mendengarkan Fathan sedangkan papi Ammar tersenyum melihat cucunya antusias menanti Fathan membacakan puisinya.


" Sekarang kita minta adik Fathan memulai persembahannya" kata MC.


" Ibuku


Ibuku, kuharap aku bisa memegang tanganmu,


untuk sepanjang hidupku,


aku harap aku bisa menggenggam tanganmu sepanjang perjalananku,


Ibuku, hari ini mengatakan,


ibu adalah hal terbaik yang terjadi padaku,


Cintaku padamu akan selalu ada dalam doaku,.


Dyah menangis memeluk suaminya mengingat kebersamaan mereka bersama orangtuanya, Azka hanya bisa membiarkan istrinya mengeluarkan emosinya.


Aquira juga merasa sedih walau dia tidak merasakan kasih sayang ibu kandungnya tapi sejak ada Dyah Aquira merasakan kasih sayang seorang ibu.


" Nah adik Fathan adalah penampilan terakhir pasti para juri sulit menentukan pemenangannya, Adik kita semua memberi pertunjukan yang sangat indah baiklah sekarang kita minta juri untuk membacakan pemenangnya" kata MC, meminta salah satu juri naik panggung.


" Juara 3 di menangkan oleh Ayhlia kelas 6 menampilkan piano yang sangat indah.


Juara 2 di menangkan oleh Bayu kelas 3 menyanyikan lagu ibu yang sangat merdu.


Dan untuk juara 1 di menangkan oleh Fathan kelas 3 dengan membaca puisi yang sangat indah untuk kita" kata juri.


Semua pemenang naik di atas panggung para orangtua merasa bangga melihat anak mereka menang dan yang tidak menang tidak masalah karena bagi orangtua anaknya adalah juara.

__ADS_1


" Papi Fathan menang dia menyampaikan puisinya sangat menyentuh" kata mami Atika, memeluk suaminya. papi Ammar yang selalu dingin terhadap orang lain sekitar sekarang merasa sedih dan bangga melihat Fathan berdiri di atas panggung dan menbacakan puisi yang begitu indah.


" Mas jika ibu masih ada pasti bangga melihat Fathan, hiks hiks ibu" Dyah menangis bahagia melihat kemenangan adiknya.


Azka memeluk Dyah dan mencium keningnya juga menghapus air mata yang jatuh di wajah Dyah, Aquira memeluk Dyah dan mengucapkan kasih sayangnya.


Para juri memberikan piala dan hadiah untuk pemenang Fathan turun panggung dan menemui Dyah.


" Kakak ini untukmu" kata Fathan, memberikan pialanya pada Dyah. Dyah memeluk adiknya dan mencium kening Fathan.


Azka dan lainnya juga memberikan selamat pada Fathan, teman sekelasnya juga memberi selamat.


" Fathan ini untukmu" kata Lia, merupakan teman sekelas Fathan memberikan bunga pada Fathan. Dyah dan lainnya terkejut melihat Fathan di beri bunga oleh siswi perempuan.


Dyah mencari orangtua Lia dan mengucapkan terima kasih dan di balas oleh orangtua Lia dengan senyuman, melihat Fathan menerima bunganya Lia merasa senang dan kembali pada orangtuanya.


' Ayo kita ke restoran papi sudah memesan tempat untuk merayakan kemenangan Fathan" kata papi Ammar.


Dyah tersenyum melihat adiknya merasa bahagia dan mereka menuju restoran untuk merayakan kemenangan Fathan.


Ternyata di restoran sudah ada Gracya dan Akbar menunggu kedatangan mereka, papi Ammar juga mengundang mereka merayakan kemenangan Fathan.


" Fathan selamat pasti banyak siswa perempuan menyukaimu" kata Gracya, menggoda Fathan.


" Ya aunty, om Fathan mendapat bunga dari temannya" kata Aquira, mengadu pada Gracya.


Gracya terkejut mendengarnya dan terus menggoda Fathan.


" Ayo kita memesan makanannya" kata mami Atika, melihat Gracya menggoda Fathan sedangkan Fathan hanya diam.


Akbar memanggil pelayan dan memesan makanan, Dyah memesan sop buntut melihat tampilannnya di daftar menu membuatnya tidak tahan untuk memcobanya.

__ADS_1


Pelayan datang membawa pesanan mereka, Azka dan lainnya menikmati makanannya.


__ADS_2