
Kediaman keluarga Alexanders
Mami Atika merasa khawatir karena sudah siang putra dan menantunya belum juga pulang papi Ammar hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.
" Mami tenanglah sebentar lagi mereka pasti pulang mungkin Dyah mengidam sesuatu dan Azka sedang mencarikannya" kata papi Ammar, mami Atika menatap suami dengan kesal.
Aquira sudah pulang sejak beberapa jam yang lalu bibi Ina dan supir yang menjemputnya, saat ini Aquira tidur siang setelah makan siang.
" Assalamualaikum" kata Fatha, ya yang baru pulang adalah Fathan setelah Azka mengantarnya ke sekolah, papi Ammar minta supir dan bodygoard menjemput Fathan.
" Walaikumsalam" kata papi Ammar, Fathan mencium tangan papi Ammar dan mami Atika.
" Fathan ganti baju dan setelah itu makan siang mamimu sedang menunggu kak Dyah" kata papi Ammar, melihat Fathan memandang istrinya.
Fathan tersenyum dan menanggukan kepalanya kemudian menuju kamarnya di lantai dua.Sebelum makan Fathan terlebih dahulu membersihkan dirinya dan mengganti pakaian yang santai.
Fathan turun tangga dan menuju dapur ternyata di sana sudah ada bibi Sumi di dapur, bibi Sumi tetsenyum dan menyiapkan makan siang untuk Fathan.
Azka yang telah memenuhi keinginan sang istri menuju kediaman keluarga Alexanders, setelah dari toko buku Dyah tak sengaja melihat kakek menjual ikan hias. Dyah yang merasa kasihan melihatnya meminta Azka membelinya.
Azka tak ingin mengecewakan sang istri dan kasihan melihat kakek, ternyata sudah siang belum ada yang membelinya. Kakek tersebut merasa bahagia karena dagangannya habis dan dia bisa membiayai sekolah cucunya.
" Sayang disini saja mas akan membeli akuarium untuk meletakan ikan hias" kata Azka, mobil berhenti tempat penjual kebutuhan ikan.
Dyah tersenyum sambil menanggukan kepalanya, sambil menunggu Azka Dyah membaca novel yang ia beli.
Azka membeli akuarium yang cukup besar dan makanan untuk ikan hias, dia juga membeli beberapa hiasan yang akan diisi dalam akurium.Azka menyewa mobil untuk mengangkat semua barang dan mengantar ke kediaman keluarga Alexanders.
Mobil Azka dan mobil mengangkut barang sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders.
" Assalamualaikumsalam" ucap Dyah dan Azka. " Waalaikumsalam, sayang akhirnya kalian pulang juga mami khawatir bagaimana keadaan kalian? " mami Atika, merasa lega melihat putra dan menantunya sudah sampai.
" Mami jangan bertanya dulu biar Dyah duduk dulu" kata papi Ammar. Mami Atika memegang tangan Dyah dan membantunya duduk di sofa.
Ketika mami Atika menangakan keadaan kehamilan Dyah ada orang yang memanggilnya.
__ADS_1
" Tuan Akuarium ini dimana di letakan" kata supir.
" Maaf pak " kata Azka, memanggil bibi Sumi untuk menunjukan dimana Akuarium di letakan.
" Mari tuan letakan saja di sini" kata bibi Sumi, menunjukan ruang tengah keluarga hingga mereka dapat melihatnya.
Mami Atika dan papi Ammar merasa bingung dengan semuanya, papi Ammar menatap ke arah putranya meminta penjelasan. Azka mengerti apa yang ditatap oleh papi Ammar.
" Nanti Azka jelaskan" kata Azka, meminta orang itu mengatur Akuarium tidak lupa mengisi hiasan dan memasukan ikan dalam Akuarium. Setelah memastikan sempurna supir pamit karena harus kembali.
Tidak ingin membuat orangtuanya penasaran Azka menjelaskan semuanya.
" Ini bagus juga kamu dapat mengisi waktu dengan mereka, sayang" kata mami Atika, mengusap punggung menantunya.
" Terima kasih mami" kata Dyah, meneluk lengan ibu mertuanya papi Ammar mengusap kepala Dyah.
" Sekarang apa yang dikatakan dokter ?" mami Atika, mengingat kalau putra dan menantu pulang dari rumah sakit.
Azka kembali menceritakan apa yang dikatakan oleh dokter pada orangtuanya.
" Kakak" kata Fathan, melihat kakaknya sudah pulang. Dyah merentangkan tangannya dia sangat merindukan adiknya Fathan memeluk kakaknya.
" Mas Dyah boleh ya tidur siang bersama Fathan? " Dyah. Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Azka neminta mereka tidur di kamarnya di lantai satu, Dyah memegang tangan adiknya masuk ke dalam kamar.
" Sudah biar istrimu bersama adiknya temuilah putrimu sejak pulang ia terus menangai bundanya, papi dan mami ke kamar dulu" kata papi Ammar, mengajak istrinya ke kamar karena juga merasa lelah.
Azka menghela nafasnya menatap kamar yang ditiduri oleh Dyah dan Fathan, Azka menaiki tangga dan masuk ke kamar putrinya.
Azka tersenyum melihat putrinya sudah bangun dan mengucek matanya.
" Papi bunda dimana Aquira ingin menemui bunda, tadi kata nenek bunda pergi bersama papi? " Aquira, duduk di kasur.
" Sayang biar bunda istirahat ya sekarang putri dan papi akan tidur bersama" kata Azka, menaik ke atas kasur dan memelukvputrinya mereka tidur siang bersama.
__ADS_1
Keluarga Alexanders merasa tenang menikmati istirahat siang berbeda sebuah apartement mewah Akbar terus memikirkan hubungannya dengan Gracya yang merupakan sahabat dari Nia.
Akbar sangat menginginkan hubungannya dengan Gracya lebih serius, tapi dia mengerti kalau wanitanya masih muda dan kesibukannya dengan kuliah.
" Sepertinya aku harus membicarakannya dengan nona muda, mungkin nona ada solusinya apalagi usiaku tak muda lagi dan tuan muda akan kembali memiliki anak" guman Akbar, mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.
Kediaman Gracya.
Ibu Gracya merasa khawatir dengan keadaan anaknya sejak pulang dari kampus ia terus melamun.
" Sayang apa yang kamu fikirkan? " ibu Gracya, Gracya menggelengkan kepalanya tak ingin ibunya menjadi khawatir.
Ibu Gracya tersenyum ia tahu kalau putrinya sedang memikirkan sesuatu dia duduk di samping putrinya dan mengelus rambut Gracya.
" Sayang ceritalah apa yang kamu fikirkan agar di sini merasa lega" kata ibu Gracya, menunjuk dada putrinya.
Gracya memeluk ibunya. " Ibu Gracya sudah memiliki pacar" kata Gracya, dengan hati-hati agar ibunya tidak marah.
Ibu Gracya merasa bahagia karena putrinya sudah memiliki orang yang dapat menjaganya.
" Ibu nggk marahkan? " Gracya. Ibu tersebyum jadi ini yang difikirkan oleh putrinya.
" ibu bahagia karena putri ibu sudah ada yang punya jadi putri ibu ini sudah ada yang menjaganya" kata ibu Gracya, mebcubit hidung putrinya.
" Terima kasih bu. Ibu" kata Gracya, menatap ibunya. Ibu Gracya menanggukan kepala.
Gracya menceritakan siapa orang yang berada dalam hatinya dan hubungannya dengan Azka yang merupakan suami Dyah, Ibu Gracya terkejut mendengarnya putrinya memiliki hubungan spesial dengan asisten Azka Alexanders.
Siapa yang tak mengenal Akbar Yudhistira merupakan orang kepercayaan Azka Alexanders, tapi sebagai seorang ibu dia harus percaya pada pilihan putrinya.
" Sayang, kamu tidak berfikir menikah muda seperti sahabatmu Dyah" kata Ibu Gracya, Gracya menggelengkan kepalanya memang ia tak tahu aoa yang harus dilakukan, apalagi dia masih muda tapi Akbar tidak muda lagi ia pasti menginginkan hubungan resmi.
" Sayang dengar perkataan ibu sebuah pernikahan tidak di ukur dengan usia tapi kesiapan dari kedua belah pihak, ibu ingin tahu jika dia ingin menikahimu gimana? " ibu Gracya.
Gracya merasa malu atas perkataan ibunya dan dia memeluk ibunya.
__ADS_1