CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 103


__ADS_3

Keluarga bahagia karena Azka berniat menikahi Dyah setelah Aquira sembuh dan keluar rumah sakit, kemudian Azka mengantar Dyah ke kampus setelah Ira berhasil di bujuk karena dia tak ingin Dyah pergi.


Dalam mobil.


" Tuan muda yakin dengan hubungan ini karena aku hanya anak yatim piatu dan keluarga yang lainnya tidak tahu ada dimana?"Dyah, menundukan kepalanya.


Azka tersrnyum mengelus rambut Dyah. " Kamu jangan khawatir biar aku yang urus semuanya kamu hanya perlu menyiapkan diri " kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.


Dyah sudah siap untuk menjadi istri Azka dan menjadi ibu sambung bagi Aquira karena Dyah sangat menyayangi keduanya.


Kemudian mobil memasuki parkiran Universitas A tidak ada seorang pun yang memperhatikannya karena mereka sudah terbiasa dengan mobil mewah memasuki kampus.


" Nanti aku jemput kita akan membicarakannya dengan mami dan papi dan melamarmu secara resmi" kata Azka, mengelus pipi Dyah.


Dyah tersenyum sambil menanggukan kepalanya kemudian Dyah keluar dari mobil Azka, Azka kembali melanjutkan perjalanan menuju kantor.


" Dyah" panggil Gracya, dari arah perpustakaan, Dyah tersenyum melihat sahabatnya yang baru saja memulai perkuliahan desain.


" Bagaimana hari pertamanya masuk kelas desain? " Dyah pada Gracya, jalan menuju kelas.

__ADS_1


" Alhamdulillah Dyah ternyata ini tidak sulit dari apa yang aku fikirkan" kata Gracya.


" Tentu karena sahabatku ini sudah memiliki keturunan desain dari tante" kata Dyah tersenyum diiringi dengan Gracya.


" Tunggu tadi aku lihat sahabatku ini ke kampus ri antar oleh seseorang, siapakah dia" kata Gracya, menggoda Dyah, mereka sudah sampai di kelas.


Gracya meminta Dyah untuk bercerita nanti karena dosen masuk. Dosen mulai pembelajarannya hari ini.


Perusahaan Alexanders Group.


Azka masuk ke ruangannya bukan duduk di kursinya melainkan di sofa, dia menghubungi Akbar untuk segera ke ruangannya.


" Masuk" kata Azka, sedang mengirim pesan pada Dyah.


" Akbar duduklah" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya dan duduk di depannya.


Azka meminta Akbar untuk mengurus lamarannya untuk Dyah dalam waktu dekat.


" Tapi tuan muda, Dyah hanya memiliki Fathan sebagai keluarga kandungnya dan pihak ayah atau ibu tidak di ketahui" kata Akbar.

__ADS_1


Azka menanggukan kepalanya. " Nanti kita bicarakan pada mami dan papi bagaimana sebaiknya" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya


Kemudian sekretaris masuk memberikan laporan pada Azka untuk di periksa dan di tanda tangani.


Kembali ke kampus.


Dosen baru saja selesai memberi pembelajaran pada mahasiswanya setelah dosen keluar mahasiswa berhamburan keluar, tinggalah Dyah dan Gracya di dalam karena Gracya menahan Dyah keluar dia sangat penasaran dengan apa yang dia lihat.


" Sekarang hanya kita ada di kelas cepat katakan siapa yang mengantarmu tadi" kata Gracya, menaiki alisnya dan bersekap tangan di dada.


Dyah menceritakan pada Gracya mengenai lamaran Azka pada dirinya.


" Astagfirrah, benarkah sahabatku ini dilamar oleh Azka Abbiya Alexanders ini suatu berita yang besar" kata Gracya, dengan semangatnya.


Tapi mulutnya di tutup oleh Dyah, Gracya mengeringit dahinya melihat Dyah menutup mulutnya.


" Gracya jangan beringsrik nanti yang lain tahu aku tak ingin ini menjadi berita yang menimpang, aku menerimanya karena mencintainya bukan karena ada yang lain" kata Dyah.


Gracya menunjukan jari jempolnya menandakan ok dan Dyah melepas tangannya dari mulutnya. Kemudian mereka menuju kantin untuk mengisi perut yang sejak tadi berbunyi.

__ADS_1


Kantin sekolah ramai di penuhi mahasiswa menikmati pesanan yang berada di atas meja.. Dyah dan Gracya memesan bakso dan jus jeruk.


__ADS_2