
Hari sudah menunjukan pukul 3 sore Aquira sudah menunjukan kelelahan hingga Azka memutuskan pulang, dia tak ingin putrinya tidak merasa nyaman walau dalam ruangannya ada kamar.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders, mami Atika yang sudah menunggu mereka sejak tadi senang melihat putranya sudah pulang.
" Azka apa yang terjadi pada cucu mami? " mami Atika melihat Aquira tidur di gendongan putranya.
" Mami Ira hanya tertidur karena rasa lelahnya" kata Azka. " Mami biar Azka membawa cucu kita ke kamarnya, Dyah bantu Ira ganti bajunya pasti gerah" kata papi Ammar melihat cucunya tak nyaman dengan pakaiannya .
" Baik tuan" sahut Dyah, mereka membawa Aquira ke kamarnya tuan dan nyonya Alexanders menuju ke ruang tengah menunggu putranya.
Dalam kamar Aquira.
Terlihat kamar sangat indah dengan motif kesukaan Aquira yaitu nuansa barbie. Azka dengan hati-hati membaringkan putrinya ke atas kasurnya Dyah mencari pakaian ganti untuk putrinya.
" Dyah biar aku yang menganti pakaian Ira kamu pergilah ke kamarmu pasti adikmu menunggu" kata Azka.
" Baik tuan" sahut Dyah memberikan pakaian pada Azka kemudian keluar dari kamar tidak lupa menutupnya.
__ADS_1
Mami Atika melihat Dyah turun dari tangga dan memanggilnya.
" Dyah dimana putraku? " mami Atika. " Nyonya tuan bersama nona Ira di kamarnya" kata Dyah, mami Atika tersenyum.
Kemudian Dyah pamit menuju kamarnya menemui adiknya, dia tersenyum melihat adiknya yang tidur di atas kasur Dyah lebih memilih duduk di sofa di kamarnya sambil membaca buku menunggu terdengar suara adzan berbunyi.
Dyah fokus pada bukunya terasa dia tertidur di sofa Fathan terbangun dari tidurnya dia melihat kakaknya tidur di sofa, dengan hati-hati Fathan menyelimuti kakaknya.
Dyah bangun saat dia merasa ada ada orang lain di dekatnya, Dyah tersenyum melihat adiknya.
" Kakak sudah bangun maaf Fathan menanggu tidur kakak" kata Fathan, Dyah tersenyum mengelus rambut Fathan.
Kamar Aquira.
Azka yang awalnya hanya ingin mengantarkan putrinya ke kamarnya kemudian dia berniat melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja, tapi Azka ikut tidur di samping putrinya.
Aquira sudah bangun dia menatap sang papi tidur sambil memeluknya.
__ADS_1
" Papi" kata Aquira mengelus pipi papinya.Aquira berusaha untuk duduk lalu dia memeluk Azka, sebenarnya Azka sudah bangun sejak tadi di hanya diam melihat putrinya mulai membuka matanya.
Aquira mengingat acara yang dia tonton dia menaiki tubuh Azka dan melompati tubuh Azk.
" Hahaha sayang " kata Azka. " Papi sudah bangun" Aquira terus melompat hingga Azka mengangkat putrinya dan memeluknya.
Aquira tertawa karena kegelian ulah Azka. " Papi sudah" kata Aquira, Azka menghentikannya kemudian mengajak putrinya mandi.
Selesai shalat Dyah membantu bibi Sumi menyiapkan makanan malam.
" Dyah biar bibi bersama bibi Ina yang mengurusnya kamu ke kamar nona saja" kata bibi Sumi mencegah Dyah membantu.
" Tidak apa bibi Dyah takut menanggu nona " kata Dyah memotong sayuran. " Loh kenapa bukannya kamu sudah biasa membangunkan nona" kata bibi Ina.
" Bi itu tadi tuan Azka ada di kamar nona jadi Dyah takut jika tuan Azka masih disana" kata Dyah, Bibi Ina menanggukan kepalanya melanjutkan pekerjaannya.
" Kalian lihat di sana" kata Bibi Sumi menunjuk arah tangga terlihat Azka turun tangga dengan Aquira di gendongnya.
__ADS_1
" Bi syukurlah Dyah tak ke kamar nona" kata Dyah merasa lega, bibi Sumi dan bibi Ina menggelengkan kepalanya.
Kemudian keluarga Alexanders menikmati makanan malamnya, Dyah dan Fathan makan bersama bibi Sumi dan bi Ina.