
Esok adalah hari bahagia bagi pasangan Gracya dan Akbar, mereka akan melaksanakan tunangan dan beberapa minggu lagi menikah.
Azka memberi mereka hadiah pertunangan yaitu tunangan mereka di lakukan di hotel W dan Azka yang menbiayai semuanya dan Akbar mengucap beribu terima kasih pada Azka.
Di kediaman keluarga Alexanders.
Azka dan papi Ammar meminta Akbar menginap di rumahnya dan berangkat hotel bersama esok hari, Akbar duduk di taman ia merasa gugup menghadapi esok.
" Mas temuilah Akbar sepertinya ia sangat gugup, mas Dyah baik saja ada Fathan dan Ira menemani Dyah" kata Dyah, paham kalau Akbar membutuhkan teman.
Azka tersenyum bahagia karena istrinya peduli pada sahabat sekaligus asistentnya memanggil Ira dan Fathan menemani Dyah.
" Kak tenang saja kami akan menemani kak Dyah ya kan Ira" kata Fathan, Aquira menanggukan kepalanya dan memeluk Dyah. Dyah memanggil bibi Ina untuk membawa minuman untuk Azka dan Akbar.
Azka meninggalkan mereka di ruang tengah menemui Akbar di taman.
"Akbar, apa yang kamu fikirkan? " Azka, menepuk punggung Akbar dan duduk di sampingnya, Akbar nenghela nafasnya dan mengusap wajahnya.
" Tuan ini minuman nona Dyah yang minta " kata bibi Ina, meletakan minuman di atas meja, Azka menanggukan kepalanya dan bibi Ina mohon pamit kembali ke dapur.
" Saya mengingat orangtua saya tuan muda, saat seperti ini mereka tak menemani saya" kata Akbar, tersenyum sedih.
" Akbar, kamu tak sendirian ada kami yang akan menemanimu dan jangan panggil saya tuan saat tak di kantor, rileks saja karena esok kamu akan bertunangan jangan sampai gugup ayo masuk hari sudah larut" kata Azka, meminum minuman yang di bawa bibi Ina.
Akbar tersenyum bahagia karena Azka dan keluarga Alexanders sudah menanggapinya sebagai keluarga.
Berbeda di kediaman Alexanders berbeda pula di kediaman Gracya.
Gracya berada di kamarnya menatap bintang melalui jendela ia selalu tersenyum, tiba saja ada bintang jatuh dan Gracya tidak menyiakan kesempatan ini Gracya berdoa agar esok berjalan lancar.
Terdengar suara adzan berkumandang ibu Gracya membuka pintu kamar dan membangunkan sang putri karena mereka harus ke hotel, Ibu membangunkan sang putri mengelus kepala Gracya.
" Ibu" kata Gracya, dengan suara khas baru bangun tidur.
" Sayang ayo bangun sebentar lagi kita harus ke hotel bersiap, ibu bahagia katena putri ibu ini akan bertunangan" kata ibu, senyum Gracya tersenyum malu mendengar perkataan ibunya.
__ADS_1
Setelah ibunya keluar Gracya menuju kamar mandi membersihkan diri.
" Mas Akbar" guman Gracya, merendam dirinya dengan air hangat.
Keluarga Alexanders sudah berada di hotel tempat acara lamaran atau tunangan Akbar dan Gracya di selenggarakan.
Azka menemani Akbar bersiap di kamar sedangkan Dyah dan lainnya sudah berada di lokasi.
" Sayang, kamu di sini saja ingat jangan kemana nanti suamimu marah" kata mami Atika ,meminta menantunya duduk.
" Terimakasih mami" kata Dyah, mami Atika tersenyum dan mengelus perut Dyah yang sudah buncit.
" Ira dan Fathan tugasnya jaga bunda ingat jangan membuat bunda kemana" kata mami Atika. Aquira memberi hormat pada mami Atika dan Fathan sudah duduk di samping kakaknya dan mengeluarkan buku.
Gracya dan ibu sudah sampai di hotel mereka hanya datang hanya berdua karena ayah dan ibu Gracya tidak memiliki keluarga lagi, makanya hanya Gracya dan ibunya yabg datang.
Tidak membutuhkan waktu MC memanggil keduanya menuju tempat duduk yang telah di tentukan.
Ibu Gracya dan Gracya sudah duduk di tentukan di belakangnya ada Farel dan Prisia begitu pula dengan pegawai restoran Dyah. Dyah meminta mereka untuk menemani Gracya agar tidak terasa sendiri.
" Bunda aunty Gracya cantik" bisik Ira, pada Dyah Fathan menutup bukunya dan mendengarkan Aquira dan Dyah membicarakan Gracya, Dyah tersenyum memang sahabatnya memang terlihat cantik dan bahagia.
" Tuan Alexanders silahkan sebagai wakil dari saudara Akbar untuk mengatakan tujuan dari acara ini" kata MC, dengan hormat mempersilahkan papi Ammar memulai acara.
" Saya takkan berlama sebaiknya kita membicarakan tujuan kita berkumpul di sini, saya Ammar sebagai wali dari putra saya yang bernama Akbar melamar putri ibu yang bernama Gracya di jadikan pasangan anak saya" kata Ammar.
" Ibu gimana pendapat anda lamaran tuan Ammar untuk putri ibu di jadikan pasangan Akbar" kata MC.
" Saya sebagai orangtua hanya memberi restu tapi itu tergantung putri saya" kata ibu Gracya.
Semua orang menunggu jawaban Gracya san menatap ke arahnya Gracya merasa gugup karena semua mata tertuju padanya.
" Gracya, ucap bismillah sebelum menjawabnya" kata Prisia, memberi ketenangan pada sahabatnya ia tahu srkarang sahabatnya merasa gugup.
Mendengar perkataan Prisia Gracya merasa sedikit tenang ia menarik nafasnya, Akbar tak berani menatap Gracya ia juga merasa gugup.
__ADS_1
" Saya menerimanya" ucap Gracya.
" Alhamdulillah" balas semua orang, Akbar terkejut mendengarnya dan mengangkat kepalanya terlihat Gracya tersenyum bahagia dan air matanya jatuh.
" Asyik" teriak Akbar merasa bahagia lamarannya di terima oleh Gracya.
Mami Atika meminta mereka langsung saja bertunangan sebagai ikatan antara mereka berdua.
Akbar memasang cincin di jari Gracya vegitu pula dengan Gracya.
" Nyonya saya mengucap terima kasih katena bersedia menerima putri saya" kata ibu Gracya, merasa bersyukur karena keluarga Alexanders mau menerima putrinya.
" Nyonya sekarang kita sebagai keluarga jang mengucapkan kata terima Kasih" kata mami Atika.
" Sayangku selamat sekarang sudah memiliki tunangan" kata Dyah, memberi pelukan pada Gracya, Gracya memeluk sahabatnya dan membisikan kata terimakasih.
" Gracya selamat" kata Farel." Aku bahagia sekali karena kita semua sudah memiliki pasangan dan lihat satu ini sebentar lagi akan memiliki anak" kata Prisia, mengelus perut Dya yang sudah terlihat buncit.
" Kakak kapan kembali Gracya sampai kaget melihat kakak dan kak Farel sudah di belakang" kata Gracya, memang tidak tahu kalau Prisia dan lainnya berada di belakangnya.
" Kamu tahu ini semua karena teman kita ini dia menghubungiku dan memaksa kami segera pulang dan menemanimu padahal kami sedang asyik" kata Prisia.
Prisia dan Farel sedang berbulan madu dan Dyah memaksa mereka pulang dan menemani Gracya. Gracya menatap ke arah Dyah tang hanya mengalihkan perlihatannya.
" Tuan Akbar selamat atas bertunangan" kata Farel, memberi selamat pada Akbar.
" Saya seharusnya meminta maaf karena menanggu kalian" kata Akbar, mendengar perkataan Prisia.
" Gracya adalah sahabat kami dan kami tak merasa terganggu " kata Akbar.
" Aunty selamat sebentar lagi akan seperti papi dan Bunda " kata Aquira, datang membawa es krim di tangannya mereka tersenyum mendengarnya.
" Sayang om Fathan dimana? " Dyah. Sebelum Aquira jawab Fathan datang meminta Dyah duduk karena sudah lama berdirinya.
Kemudian mereka meninggalkan lokasi acara dan sesuai kesepakatan pernikahan Akbar dan Gracya dilaksanakan dua minggu lagi.
__ADS_1