
Sepulang dari kampus mami Atika menghubungi Dyah untuk menemuinya di butik mencari pakaian untuk lamaran Azka dan Dyah, Dyah dan Gracya sudah sampai di butik ternyata milik ibu Gracya sedangkan Prisia langsung ke restoran untuk bekerja.
" Selamat datang sayang " kata mami Atika menyambut calon menantunya, Dyah mencium tangan mami Atika
" Nak bawa temanmu ke ruang ganti dan di sana sudah ada pegawai ibu membawakan pakaian untuknya" kata ibu Gracya bicara dengan Gracya.
" Ayo Dyah aku tak sabar melihatmu terlihat cantik dengan pakaian ini " kata Gracy, membawa Dyah ke ruang ganti.
Mami Atika memilih pakaian untuk putranya karena Azka tidak bisa ke butik makanya mami Atika memilihkannya.
" Ibu, tante lihat inilah calon pengantin " kata Gracya, minggir memperlihatkan Dyah yang terlihat anggun.
Mami Atika mendekati calon menantunya dan mencium keningnya, Dyah tersenyum bahagia.
" Sayang sekali anak itu tidak dapat mrlihatmu" kata mami Atika, Dyah tersipu malu.
Mami Atika mengucapkan terima kasih pada ibu Gracya atas pakaiannya Dyah terlihat sangat cantik.
" Dyah, tuan muda pasti semakin mencintaimu kamu terlihat cantik dengan pakaian ini" bisik Gracya.
Setelah menemukan pakaian lamaran untuk Dyah dan Azka mami Atika mengajaknya ke Mall untuk mencari seserahan lamaran anaknya.
" Mami mau apa kita kesini? " Dyah melihat toko penjual tas brand date, mami Atika tersenyum menarik Dyah masuk ke toko.
" Selamat siang nyonya, nona apakah ada yang bisa saya bantu? " pegawai toko tersenyum melihat istri pemilik perusahaan Alexanders Group datang ke tokonya.
" Apakah ada tas terbaru saya ingin membelinya untuk menantu saya" kata mami Atika.
" kebetulan nyonya baru saja tadi tas baru datang, mari nyonya saya tunjukan" kata pegawai toko. Mengajak mami Atika dan Dyah melihat tas terbaru.
Dengan semangat mami Atika memilih tas yang akan di jadikan seserahan lamaran setelah mendapatkannya mereka lanjut ke toko perhiasan.
Setiba di toko toko perhiasan mami Atika asyik memilih perhiasan yang ditawarkan oleh pegawai toko, Dyah hanya menuruti kemauan mami Atika
Tak hanya perhiasan mami Atika juga memberikan barang yang lain seperti sepatu, gaun dan lainnya, sampai Dyah merasa lelah sejak tadi berganti toko untuk memberi seserahan.
" Mami ayo kita makan siang dulu" kata Dyah sebelum mami Atika kembali masuk ke toko lainnya.
__ADS_1
Mami Atika memikirkan perkataan Dyah mereka sudah dua jam di mall hampir saja mereka melewati makan siang, kalau Dyah tidak memberitahu.
Selesai makan siang mami Atika mengajak Dyah ke salon untuk perawatan, mami Atika ingin saat Dyah lamaran nanti kelihatan cantik.
Kediaman keluarga Akexanders.
Aquira baru saja bangun tidur siang dia langsung keluar menuju arah pintu depan, bibi Ina yang sedang membersihkan ruang tamu terkejut melihat nona kecilnya yang terlihat cemberut berdiri di depan pintu.
" Nona sudah bangun ayo bibi temani nona membersihkan diri" kata bibi Ina, Aquira menggelengkan kepalanya matanya tertuju ke arah gerbang.
Bibi Ina memperhatikan nona kecilnya sedang menunggu sesuatu.
" Bibi" kata Aquira.
" Ya nona ingin sesuatu? " bibi Ina, tetap mendengarkan Aquuira.
" Bibi kok bunda belum datang juga kata nanti bubda ke sini" kata Aquira, matanya sudah merah.
Papi Ammar turun tangga dia ingin ke ruang tengah untuk menyaksikan siaran kesukaannya, saat tiba ruang tengah dia mendengar dusra cucunya.
" Bibi ada apa ini?. " Kenapa Ira menangis? " papi Ammar terkejut melihat cucunya menangis.
Melihat majikannya mendekati Ira bibi Una pamit dia harus memasak makan malam.
" Cucu kakek ayo kita tunggu di dalam sebentar lagi nenek dan bunda pasti pulang" kata papi Ammar, Ira menanggukan kepalanya.
Saat mereka akan masuk terdengar suara mobil masuk Aquira senang melihatnya karena dia tahu itu adalah mobil neneknya.
" Bunda" teriak Aquira, berlarian langsung memeluk Dyah yang baru turun dari mobil, papi Ammar mengikutinya dari belakang.
" Kalian darimana saja lihat Ira dia sangat merindukan Dyah, baru saja bangun tidur langsung berdiri di depan pintu" kata papi Ammar.
" Kami dari mall pi membeli seserahan nanti jika menunggu anak itu takkan jadi, pak tolong bawa semua barang di dalam mobil" kata mami Atika pada supir.
" Ya nyonya" kata supir, papi Ammar hanya menggelengkan kepalanya melihat banyaknya banyak yang dibeli oleh istrinya.
Dyah mengajak Aquira ke kamar untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Perusahaan Alexanders Group.
Sudah beberapa hari ini Azka menyibukkan dirinys dengan pekerjaan dia tak ingin saat pernikahan nanti ada yang menanggunya soal pekerjaa, beruntung dia memiliki Akbar yang senantiasa membantunya.
" Tuan muda sebaiknya anda pulang untuk istirahat ini biar saya yang urus apalagi ini tidak banyak, besok lusa anda akan melamar nona Dyah tuan muda jadi anda harus istirahat yang cukup" kata Akbar.
Azka menghela nafasnya dia memang membutuhkan istirahat.
" Baiklah aku pulang jika ada masalah segeta beritahu aku" kata Azka. " Baik tuan muda" dahut Akbar, menghubungi supir untuk mengantar tuan mudanya pulang karena dia tak ingin Azka kelelahan.
Dalam mobil Azka memenjamkan matanya tak terasa dia tertidur supir yang melihat bosnya kelelahan, dia memperlambat jalan mobilnya agar Azka tidak terganggu.
" Tuan muda kita sudah sampai" kata supir. Azka bangun dan melihat mereka sudah sampai di kediaman keluarganya.
Bibi Ina membuka pintunya terlihat Azka di depannya.
" Selamat sore tuan muda" kata bibi Ina. Azka hanya diam terus melaju ke kamarnya.
' Bibi siapa yang datang? " mami Atika dari arah dapur.
" Tuan muda nyonya sepertinya beliau kelelahan dan langsung ke kamarnya" kata bibi Ina, mami Atika menanggukan kepalanya dia tidak ingin menanggu putranya yang sedang istirahat jadi dia menemui Dyah dan cucunya di taman.
Dua hari kemudian.
Semua keluarga berkumpul di rumah Dyah atas permintaan Dyah yang ingin acara lamarannya di adakan di rumahnya, sebagai calon suami yang baik Azka menghargai permintaan calon istrinya dan orangtua Azka setuju atas permintaan Dyah.
Dyah di temani oleh Prisia dan Gracya berada dalam kamarnya.
" Dyah kami tak menyangka kalau kamu akan dilamar oleh tuan muda Azka, di seisi kampus pasti terjadi kehebohan besar" kata Gracya, membayangkan teman kampus mengetahuinya.
" Pasti terjadi patah hati nasional karena tuan muda melamar sahabat kita ini" kata Prisia.
Mereka tersenyum mengingat kejadian yang belum terjadi tapi mereka benar semua wanita negrinya akan patah hati.
Kemudian bibi Sumi memanggil mereka untuk keluar karena Azka dan sekeluarga sudah datang, mereka duduk saling berhadapan Aquira melihat Dyah duduk dia langsung duduk di samping Dyah semua orang tersenyum melihatnya.
" Wah ternyata putri dari tuan muda Azka sangat menyayangi calon mami barunya" kata MC.
__ADS_1
" Baiklah kita mulai saja lamaran antars tusn muda Azka dengan nona Dyah" sambungnya. Azka menatap calon istrinya dengan kagum seakan dia ingin menarik Dyah pergi.