CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Pengenalan kampus


__ADS_3

Keluarga Alexanders sudah mengetahui bahwa Dyah berhasil dengan hasil ujiannya mendapatkan nilai memuaskan, mami Atika juga menyatakan kalau Dyah mendaftar untuk beasiswa membuat Papi Ammar dan Azka terkejut.


" Dyah ikut aku ke ruang kerja" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.Dyah mengikuti langkah Azka menuju ruang kerjanya.


" Dyah duduklah" kata Azka, Dyah duduk di sofa yang berada di ruang kerja Azka, Dyah merasa gugup melihat Azka menatapnya dengan tajam.


Azka melipat tangannya di atas dadanya. " Sekarang jelaskan kenapa kamu mengambil beasiswa, apakah gajimu kurang membayar kuliahmu" kata Azka menatap tajam, Dyah menggelengkan kepalanya.


" Saya hanya ingin kuliah dengan jerih payah sendiri tuan dan soal beasiswa sudah lama saya fikirkan" kata Dyah.


" Baiklah jika itu maumu tapi kamu harus menerima pemberian kami" kata Azka.


Dyah menatap Azka dengan bingung karena tak mengerti yang di maksud oleh tuan mudanya.


Azka mengeluarkan kunci motor diletakan diatas meja.


" Ini untukmu kami tahu kamu akan menolak jika di berikan mobil makanya kami membelikan motir untukmu" kata Azka.

__ADS_1


Sebelum Dyah mengatakan sesuatu Azka memotongnya.


" aku tak terima penolakan " kata Azka menatap tajam ke arah Dyah, Dyah menghela napasnya terpaksa menerimanya kemudian dia pamit karena harus menyiapkan makan siang untuk Aquira dan adiknya.


Fathan sudah diberitahu oleh Dyah kalau dia di beri motor oleh Azka dan adiknya merasa bahagia dia juga ingin jalan menaiki motor bersama kakaknya.


Keesokan harinya Dyah sudah bersiap ke kampus dengan penampilan yang di haruskan oleh pihak kampus untuk mahasiswa baru. Dyah menaiki motor baru pemberian Azka ke kampus.


Aquira tenang bersama opa dan omanya dengan mengajaknya ke acara seminar yang mereka hadiri.


Dyah sudah berada di kampus dan menuju lokasi mahasiswa baru berkumpul. Datang para senior untuk menyambut mahasiswa baru.


" Kalian akan di bagi beberapa kelompok dan dibimbing oleh kakak senior di sini " seru Farel, semua mahasiswa baru bersorak.


Farel Adijaya membagi mereka dengan beberapa kelompok dan dibimbing oleh 1 senior, Dyah sudah bersama kelompok.


" Halo salam kenal, saya Gracya", " Salam kenal saya Dyah" mereka saling berkenalan dan teman satu kelompok .

__ADS_1


" Dyah menurutmu siapa senior yang akan membimbing kita" bisik Gracya, Dyah menggelengkan kepalanya, teman satu kelompok bersorak ketika Farel menjadi kakak pembimbingnya.


" Waw ini sangat menakjubkan kak Farel sendiri yang akan membimbing kita" kata Gracya dengan senangnya, Dyah tersenyum.


Farel berdiri dengan gagahnya tiba matanya tertuju pada Dyah yang sedang berbicara dengan Gracya.


" Kalian berdua apa yang di bicarakan" kata Farel menunjuk ke arah Dyah dan Gracya,semua mata tertuju pada mereka. Dyah dan Gracya menggelengkan kepalanya.


" Sudah sekarang kita akan berkeliling kampus memperkenalkan pada kalian kelas yang akan di gunakan selama berkuliah di Universitas A" kata Farel.


Mereka mengikuti langkah Farel menuju Fakultas Bisnis/ Manajemen, Farel memperkenalkan tiap ruangan dan kegunaannya.


Sekarang mereka istirahat dan di perbolehkan untuk istirahat, Dyah dan Gracya lebih memilih istirahat dalam ruangan karena kantin sudah ramai dan mereka sudah membeli roti dan air.


Drt, drt, drt.


" Gracya sebentar " kata Dyah melihat panggilan dari nyonyanya, Gracya menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Dyah menuju ke arah jendela dan mengangkat panggilan dari nyonya Atika, ternyata Farel melihatnya ketika dia tertawa menerima panggilan.


" Manis"


__ADS_2