CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 135


__ADS_3

Mereka berada dalam kamar menjadi diam mendengar perkataan Dyah, melihat suaminya diam membuat Dyah kesal.


" Jika mas tidak ingin mencarikannya sebaiknya mas keluar dari kamar" kata Dyah, dengan jutek.


" Sayang bukannya mas tidak ingin mencarinya tapi" ucapannya terhenti karena Dyah menatapnya tajam.


" Jadi mas tidak ingin mencarinya mas pasti tidak sayang sama anak ini, hiks hiks hiks mas tidak cinta Dyah" kata Dyah, menangis dengan tangannya menutupi wajahnya.


" Sayang jangan bicara sembarangan" kata Azka, dengan gelisah.


" Azka" kata mami Atika, tidak ingin melihat menantunya sedih mami Atika mengajak putranya bicara.


" Sebaiknya kamu cari di toko buah mungkin ada yang mencarinya, istrimu sedang ngidam tidak baik jika keinginannya tidak tercapai" kata mami Atika.


Azka menanggukan kepalanya. " Mami tolong jaga istri Azka, sayang jangan marah lagi mas akan mencarinya" kata Azka. Melihat Dyah hanya diam Azka menghela nafasnya. Papi Ammar menepuk punggung putranya.


Azka mengajak Akbar mencari buah kedondong yang diinginkan oleh anak dalam perut istrinya.


Dalam mobil.


Akbar mengendarai mobil mencari tokk buah Azka memejamkan matanya ia kembali mengingat kejadian tadi.


" Tuan muda kita sudah sampai" kata Akbar, menghentikan mobil di depan toko buah. Azka keluar dari mobil diiikuti oleh Akbar.


Semua pengunjung menatap kagumbke arah mereka, mereka tidak menyangka kalau orang nomor satu berkunjung ke toko buah ini.


" Bukankah itu tuan muda Azka kita beruntung hari ini mencari buah di toko buah di sini hingga kita dapat melihat secara langsung tuan muda dari keluarga Akexanders" bisik ibu dengan temannya.


Kata seperti itulah yang di dengar oleh Azka dan Akbar tapi mereka hanya mengacuhkannya karena bagi Azka keinginan Dyah yang sedang mengidam.


" Tuan muda apakah ada yang bisa saya bantu? " penjaga toko buah yang menatap Azka dengan kagum.


" Nona kami mencari buah kedondong" kata Akbar, mewakili Azka.


" Kebetulan tuan buah kedondongnya hanya tinggal sepuluh, tuan ingin membeli berapa" kata penjaga toko.


Akbar menatap Azka yang sejak tadi dian. " Ambil semuanya" kata Azka, dengan dinginnya.


" Terima kasih tuan" kata penjaga toko, merasa bahagia karena buahnya di beli oleh seorang Azka.

__ADS_1


" Ini tuan semuanya 250.000" kata penjaga toko, setelah membayar mereka kembali ke kediaman Alexanders.


Di kediaman keluarga Alexanders.


Dyah yang merasa bosan sejak pagi hanya mendiam di kamar ia mencoba untuk berdiri dan berkeinginan duduk di taman.


" Nak kamu kuat di dalam ya bunda merasa bosan, kita akan duduk di taman samping pasti menyenangkan"kata Dyah, mencoba untuk berdiri.


" Astaghfirrurrah, nona kenapa berdiri" kata bibi Ina, bibi Ina masuk membawakan minuman untuk Dyah.


Dyah tersenyum melihat bibi Ina masuk dan meletakan minuman di atas meja.


" Nona ayo istiragat lagi kalau tuan muda tahu gimana" kata bibi Ina, dengan cemasnya.


" Dyah merasa bosan bi sejak tadi hanya berada dalam kamar, Dyah hanya ingin duduk di taman samping" kata Dyah.


Bibi Ina mengerti kalau Dyah pasti merasa bosan terus berada di kamar, akhirnya bibi Ina membantu Dyah keluar dari kamar menuju taman samping.


Mami Atika sedang menyaksikan acara kesukaannya terkejut melihat menantunya keluar dari kamar.


" Sayang kenapa keluar jika suamimu tahu bisa marah" kata mami Atika dengan senyuman.


Mami Atika meminta bibi Ina membawakan makanan ringan untuk mereka, Dyah hanya menatap kue di atas meja sepertinya ia tak berselera.


" Sayang makanlah bukannya ini kue kesukaanmu" kata mami Atika.


" Ya mi tapi Dyah tak berselera untuk memakannya, mi mas Azka belum datang? " Dyah, sangat menginginkan buah kedondong.


" Sebentar lagi pasti pulang sayang" kata mami Atika, tersenyum melihat menantunya murung.


Mobil yang dikendarai oleh Akbar sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders.


" Nyonya nona tuan muda sampai sampai" kata bibi Ina, melihat mobil Azka masukvia segera memberitahu pada mami Atika dan Dyah.


Dyah yang tak sabar untuk mencicip buah kedondong berlarian keluar sampai ia tidak menghirau panggilan mami Atika.


Azka dan Akbar masuk ke dalam setelah pintu di buka oleh bibi Sumi ia terkejut melihat istrinya berlarian.


" Sayang stop" teriak Azka.Dyah yang sedang berlarian langsung berhenti, Azka mendekatinya dan memeluknya ia sangat khawatir dengan keadaan istri dan anaknya.

__ADS_1


" Sayang kamu jangan membuat mas khawatir, kamu sedang hamil sayang ingat kondisi kehamilanmu" kata Azka, dengan lirih.


Mendengar perkataan suaminya Dyah menjadi sedihbia memang lupa dengan kondisinya saat ini, Dyah melepas pelukannya dan mengelus perutnya dengan sedih.


Saat ia mengelus perutnya tiba saja ia tersenyum melihat Akbar memegang kantong.


" Mas ini buah kedondong untuk Dyag" kata Dyah, mengambil kantong plastik di tangan Akbar. Azka tersenyum melihat istrinya yang bahagia.


" Bibi tolong buatin kuah kacang ya yabg pedas" kata Dyah, pada bibi Ina kebetulan ada di dekatnya.


" Ya nona" kata bibi Ina, segera membuat kuah kacang yang diminta oleh Dyah, Dyah menyerahkan buah kedondong pada bibi Sumi untuk di potong.


Tak ingin melihat istrinya kelelahan Azka memintanya duduk.


" Sayang kenapa kamu tadi tak di kamar? " Azka, mengelus punggung istrinya.


" Dyah bosan dikamar terus dan tak sabar juga untuk mencicipi buah kedondong" kata Dyah, memeluk lengan suaminya.


Taklama bibi Ina dan bibi Sumi datang membawa pesanan Dyah, mereka meletakan di atas meja. Dyah yang tak sabar untuk mencucipinya langsung memakannya dengan lahap.


Mereka melihat Dyah makan begitu lahapnya menjadi menggigit ngeri karena dapat tahu kalau rasanya sangat asem.


" Sayang apa kamu tidak merasa itu asam?" Azka, menatap ngeri melihat cara Dyah memakannya.


" Nggak asam kok mas ini malah kurang pedas" kata Dyah, melihat istrinya begitu lahap membuat Azka ingin mencobanya.


" Sayang jangan makan lagi ini takbhanya asem tapi juga pedas, nggk baik untuk kehamilanmu" kata Azka, menyingkirkan piring berisi buah kedondong dan kuah kacang dari istrinya.


Melihat hal itu Dyah menjadi histeris karena makanannya diambil.


" Hiks hiks hiks mas jahat Dyah tak ingin tidur bersama mas" kata Dyah, masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


Azka menghela nafasnya. " Sudah sana bujuk istrimu Azka istrimu sedang hamil jadi hormonnya sering berubah" kata mami Atika, menenangkan putranya.


Azka menanggukan kepalanya segera membujuk istrinya yang sedang ngambek, Akbar sudah pamit kembali pulang ke apartemen.


" Sayang buka pintunya mas minta maaf, mas hanya tak ingin nanti perutmu sakit ingat sayang kehamilanmu sedang lemah" kata, Azka dari balik pintu.


" Sayang bunda minta maaf tapi bunda masih kesal karena papimu" kata Dyah, membaca novel.

__ADS_1


Tak ada sahutan dari dalam Azka tertunduk lemas dan duduk di balik pintu menunggu sampai Dyah membuka pintu.


__ADS_2