CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Seharian di perusahaan Alexanders


__ADS_3

Dyah menemani Aquira asyik bermain mainan yang dia bawa, Dyah melihat sekitarnya dia melihat ada banyak buku yang tersusun rapi di rak yang ada di kantor Azka.


Dyah melirik Aquira yang tenang dengan mainkan bonekanya, kemudian mendekati rak buku Dyah tersenyum banyak buku di rak.


Azka melirik Dyah yang sedang melihat koleksi bukunya.


" Jika kau ingin membaca salah satunya silahlan" kata Azka. Dyah terkejut Azka mengetshui bshwa dia tertarik dengan buku.


" Terimakasih tuan" kata Dyah lalu mengambil salah satu buku dan kembali duduk di tempatnya, Azka meliriknya kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Dia sangat menyukai membaca " Azka tersenyum tipis.


Tok, tok, tok.


" Masuk" panggil Azka. pintu terbuka masuklah sekretaris Azka dia menatap Dyah dengan senyuman dan di balas oleh Dyah.


" Tuan ini berkas yang anda periksa dan ditanda tangani, tuan setengah jam lagi anda ada metting dengan perusahaan A dari kota S" kata Mirna merupakan sekretaris Azka.

__ADS_1


Azka menanggukan kepalanya dan memberikan berkas yang telah dia periksa dan tandatangani olehnya.


" Mirna tolong persiapkan berkas untuk metting nanti" kata Azka. " Baik bos kalau begitu saya permisi dulu, nona" kata Mirna, Dyah menanggukan kepalanya.


" Dyah" panggil Azka. " Ya tuan" kata Dyah menatap Azka.


" Saya sebentar lagi ada metting dengan klien tolong kamu temani Ira disini, kalau kalian ingin sesuatu panggil saja ob" kata Azka.


" Baik tuan" kata Dyah. Azka mendekati putrinya yang lagi asyik bermain bonekanya.


" Sayang putri cantik papi" kata Azka yang duduk di depan Aquira, Aquira tersenyum dan memeluk Azka.


" Papi mau kemana, papi lama perginya" kata Aquira menatapnya dengan cemberut. " Sayang jangan cemberut dong papi tak lama kok, disini kan ada bunda yang bermain bersama Aquira" kara Azka bersabar membujuk sang putri.


Aquira menatap Azka dan juga menatap Dyah yang tersenyum kemudian dia menanggukan kepalanya.


" Papi harus janji dama Ira perginya jangan lama" kata Aquira mengeluarkan jarinya, Azka tersenyum dan mendekati jarinya ke jari Aquira.

__ADS_1


Dyah tersenyum melihat kedekatan mereka dia berdoa agar tidak ada merusak kedekatan antara anak dan papinya.


Kemudian Mirna datang bersama Akbar yntuk memberitahu bahwa klien sudah datang dan menunggu di ruang rapat.


Azka menanggukan kepalanya. " Mirna toling temani Dyah dan pytriku disini, jika mereka butuh sesuatu tolong di persiapkan biar Akbar yang menemaniku rapat" kata Azka.


" Baik tuan" kata Mirna dengan senyuman. " Mir sepertinya kamu senang sekali tidak ikut metting kali ini" bisik Akbar.


" Tuan tahu sendirikan bagaimana klienkali ini aku tak menyukainya, hihihi" kata Miirnaberbisik pada Akbar sambil menggelitik.


" Sepertinya kamu san nona Dyah bisa berteman vaik nantinya, jagalah kepercayaan tuan untuk menjaga mereka" kata Akbar, menepuk punggung Mirna.


" Baik tuan saya takkan mencewakan nona Dyah sepertinya asyik " kata Mirna sambil tersenyum.


Kemudian mereka melihat Azka pamit pada putrinya.


" Sayang papi dulu putri papi harus patuh pada bunda dan kak Mirna. Dyah jika Ira ngantuk bawa saja dia ke kamar itu" kata Azka, Dtah menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Mirna terkejut mendengar Azka memanggil Dyah dengan sebutkan bunda, dan menatap Akbar yang tersenyum sambil menanggukan kepalanya.


Kemudian Azka dan Akbar pergi ke ruang rapat menemui klien dan dalam ruangan Azka tinggalah mereka bertiga.


__ADS_2