CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 119


__ADS_3

Akbar terus menarik Gracya keluar dari Restoran semua mata tertuju pada mereka dan berbisik tapi Akbar tak menghiraukannya tetap menarik Gracya, Prisia melihat Gracya di tarik oleh Akbar segera memberitahukannya pada Dyah.


" Nona, Gracya ditarik oleh tuan Akbar "kata Prisia, setelah masuk ke ruangan Dyah.Dyah dan Prisia segera keluar dan mencari tahu apa yang terjadi.


Salah satu pelayan menceritakan semuanya pada Dyah karena dia mendengar semuanya dari balik pintu.


" Kak ayo Gracya pasti baik saja" kata Dyah, dia merasa lega karena Gracya bersama Akbar dan mengajak Prisia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Gracya melihat mobil yang di kendarai Akbar berhenti di pantai Akbar turun dari mobil disusul oleh Gracya, mereka duduk di kursi yang di sediakan oleh penjaga pantai.


" Ayo kita menikah" kata Akbar.Perkataan Akbar membuat Gracya terkejut sampai dia tidak berani menatap Akbar.


Akbar tersenyum dan berdiri. " Ayo kita pulang ibumu pasti mencemaskanmu" kata Akbar. Ketika akan berdiri tangannya di pegang oleh Gracya.


Gracya memberanikan dirinya untuk menatap Akbar dengar air mata mengalir Akbar kembali duduk dan memeluk Gracya.


" Hiks, hiks, hiks. Aku bukan wanita seperti itu aku hanya membantu Dyah karena ksmpus sedang libur dan aku juga ingin memiliki pengalaman bekerja, mereka tidak berhak berkata seperti itu" kata Gracya, mengeluarkan emosinya.


Akbar menepuk punggung Gracya agar gadis ini merasa tenang setelah memastikan Gracya tenang Akbar melepadkan pelukannya, mereka melihat ke arah matahari yang mulai terbenam.


" Tuan Akbar apakah yang anda katakan itu benar bukan karena anda kasihan pada saya" kata Gracya, melihat lurus.


Akbar membalikan tubuh Gracya menatapnya tajam.


" Apakah kamu dapat melihat keseriusan di mata ini? " Gracya. Gracya menatap mata Akbar dia dapat melihat keseriusan dari tatapan Akbar.


Gracya menanggukan kepalanya. " Gracya aku serius dengan apa yang aku katakan" kata Akbar.


" Memangnya anda menyukai saya, saya ingin memulai hubungan dengan seseorang saya sukai dan menyukai saya" kata Gracya.


Tak ingin Gracya meragukannya Akbar menciumnya membuat Gracya malu, Akbar memeluknya.


" Mari kita mencobanya agar kamu merasakan keseriusanku" kata Akbar, Gracya tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Hari mulai gelap Akbar mengantar Gracya pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian mami Atika mulai menyiapkan pernikahan anaknya bersama Dyah, mulai mencari gedung, undangan, daftar menu makanan untuk disajikan juga tamu undangan.


Mami Atika berada di butik ibu Gracya mencari gaun pengantin untuk Dyah dan mami Atika sudah menghubungi Dyah dan Azka untuk datang ke butik.


Universitas A


Dyah dan Gracya baru saja selesai dengan pembelajaran hari ini mereka menuju parkiran, ketika akan masuk ke mobil Dyah melihat Prisia sedang menunggu taksi.


" Gracya itu kan kak Prisia ayo kita kesana" kata Dyah, Gracya menanggukan kepalanya. Mereka menemui Prisia di gerbang.


" Kakak" kata Dyah. Prisia tersenyum. " Kalian kenapa masih ke sini bukannya katanya kalian mau ke butik?" Prisia.


Saat di kantin Dyah memberitahu mereka ia akan. ke butik menemui mami Atika.


" Ya kami akan pergi tapi kenapa kakak masih disini? " Dyah.Terlihat Prisia sudah lama menunggu disini.


" Ya entah kenapa hari ini tak ada taksi atau angkotan yang lewat? " Prisia.


Dyah melihat sekitarnya memang tak ada taksi atau angkotan yang lewat karena biasanya mereka melewati kampus mereka.


" Kalian sedang apa disini pasti menunggu taksi hari ini memang tak ada taksi atau angkatan yang lewat biasa mereka sedang demo " kata Lionel, Farel melihat Prisia yang terlihat gelisah.


" Kakak ke Restorannya bersama kami saja" kata Dyah. " Tapi Dyah arah Restoran dan butik berbeda nyonya Atika pasti menunggumu" kata Prisia.


" benar kata kak Prisia" kata Gracya, menanggukan kepalanya.


" Memang kamu mau makan di Restoran, Prisia? " Rayyan, mereka belum tahu kalau Prisia bekerja di Restoran.


" Nggk Ray aku bekerja di sana" kata Prisia dengan tersenyum. Rayyan dan Lionel terkejut mendengarnya berbeda dengan Farel menatap intens Prisia.


" Dyah, Gracya.Kalian pergilah biar Prisia aku yang mengantarkannya" kata Farel. Perkataan Farel membuat mereka tak percaya dengan yang dia katakan karena mereka tahu hubungan Farel dan Prisia tak akrab.


" Terima kasih Farel aku bisa sendiri " kata Prisia, menolak ajakan Farel.


" Kakak jangan begitu kak Farel sudah mau mengantar tidak baik menolaknya, nanti jika kak telat bos kakak akan marah" kata Gracya, mendorong Prisia hingga hampir jatuh jika tidak di pegang oleh Farel.

__ADS_1


" Kakak maaf, kak kami berangkat dulu" kata Gracya, menarik Dyah ke dalam mobil.


" Kau ini ada saja" kata Dyah, saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Dyah kamu tidak melihat tatapan kak Farel pada kak Prisia, aku yakin kak Farel menyukainya tapi mungkin karena sikap kak Prisia dulu membuatnya ifil" kata Gracya, melambaikan tangannya pada mereka masih di gerbang.


" Prisia ayo naik nanti kamu terlambat" kata Farel, dengan terpaksa Prisia naik motor Farel menuju Dyah Restoran diikuti oleh Rayyan dan Lionel.


Dyah Restoran.


Mereka bertiga terkejut melihat nama Restoran di hadapan mereka.


" Kalian ayo masuk " kata Prisia, mereka menanggukan kepalanya. saat mereka masuk ada yang memanggil Prisia.


" Prisia" kata Manager Restoran. " Ya pak" sahut Prisia, memberi hormat. Rayyan dan Lionel terkejut dengan perubahan sikap Prisia yang sekarang.


" Prisia kenapa kamu terlambat? " manager. " Maaf pak selesai dengan kuliah saya langsung menuju ke sini tapi saat menunggu taksi tak ada satu pun yang lewat katanya ada demo" kata Prisia, melirik Farel di sampingnya.


" Ya aku tahu lain kali usahakan jangan terlambat, oh ya di gudang ada motor yang tidak terpakai biasanya motor itu digunakan untuk mengantar makanan, karena nona sudah menyediakan mobil jadi motor itu tak terpakai gimana nanti aku minta orang mengeluarkannya" kata manager.


" Terima kasih pak nanti saya mengucapkan terima kasih pada nona" kata Prisia. Manager menanggukan kepalanya manager minta Prisia bersiap untuk bekerja.


" Prisia boleh kami tanya" kata Rayyan diangguk oleh Lionel.


" Kalian ingin tahu kenapa nama Restoran ini ada nama Dyah?" Prisia, mereka menanggukan kepalanya.


" Restoran ini memang milik Dyah dan aku sudah beberapa hari bekerja disini" kata Prisia, mereka menanggukan kepalanya.


" Apa" teriak Rayyan dan Lionel, membuat meteka ditatap oleh pengunjung, Farel menatap tajam ke arah mereka membuat mereka diam.


Prisia mempersilakan mereka duduk dan memberikan daftar menu.


" Gracya, apa yang terjadi antaramu dan Akbar kemarin? " Dyah. " Tak ada Dyah" kata Gracya, belum siap untuk bercerita mengenai Akbar dan dirinya.


Dyah paham kalau sahabatnya belum siap untuk bercerita, Dyah akan menunggu sampai Gracya siap untuk mengatakannya.

__ADS_1


__ADS_2