CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 114


__ADS_3

Gracya pamit pada ibunya untuk berangkat ke kampus menggunakan mobilnya.


Tin


Tiba saja mobil Gracya mogok dan berhenti secara mendadak, Gracya keluar dari mobil dan memperlihatkan keadaan mobilnya.


" Astaghfirrurrah," ucap Gracya melihat ban mobilnya bocor.


" Ya Allah apa yang aku lakukan sekarang jam kuliah hampir di mulai, aku tak bisa melakukan ini dan tak ada taksi sekitar sini" guman Gracya.melihat HPnya.


Tiba - tiba Gracya di kejutkan dengan suara klakson mobil berhenti di depannya


" Anda" kata Gracya, terkejut melihat Akbar turun dari mobil, Akbar mendekatinya dengan tatapan dinginnya.


" Ada apa dengan mobilmu? " Akbar. " Mobil saya bannya bocor tuan" kata Gracya, tertunduk karena takut.


Akbar tersenyum tipis dan melihat mobil Gracya ternyata ban depannya bocor.


" Kamu mau ke kampus kan mari saya abtar dusuni takkan ada taksi yang lewat " kata Akbar, Gracya melihat jamnya sekitar sepuluh menit lagi dosennya akan masuk, dengan terpaksa Gracya menanggukan kepalanya.


Akbar mempersilahkan Gracya masuk ke mobilnya dan menuju Universitas A. Selama dalam mobil Gracya tidak berani bersuara apalagi menatap Akbar, Akbar meliriknya dan tersenyum tipis.


Taklama mobil yang dikendarai Akbar tiba di Universitas A dan berhenti di parkiran.


" Tuan trrima kasih telah mengantar saya sampai ke kampus" kata Gracya. Akbar menanggukan kepalanya memperhatikan Gracya keluar dari mobil dan masuk ke fakultas Desain.


Akbar menjalankan mobilnya menuju Perusahaan Alexanders Group, selama perjalanan Akbar terus memikirkan Gracya.


" Apa dia takut padaku? " Akbar. Keluar dari mobil telah tiba di lobi perusahaan Alexanders Group, karyawan yang dilewatinya memberi hormat padanya.


Akbar menuju ruangannya untuk mengatur jadwal Azka sebelum pernikahan, setelah tersusun rapi Akbar menemui Azka ke ruangannya.


Tok tok tok


" Masuk" kata Azka sedang memeriksa laporan yang diberikan sekretaris padanya.


" Tuan muda saya telah mengatur kembali jadwal anda sebelum hari pernikahan anda dan sepertinya anda harus lembur beberapa hari ke depan, agar waktu hari pernikahan anda perkerjaan tidak memumpuk" kata Akbar.


" Sepertinya aku tidak punya pilihan lain" kata Azka, Akbar pamit kembali ke ruangannya.

__ADS_1


" Sebaiknya aku hubunginya kalau aku tak bisa menjemputnya" kata Azka, mengirim pesan pada Dyah.


Universitas A


Dyah dan Gracya berada di kantin mereka janjian karena kelas Bisnis / Manajemen jadwalnya agak siang sedangkan kelas Desain pagi harinya, makanya mereka janji bertemu di kantin kampus.


" Grac gimana kelas desain hari ini? " Dyah. " Alhamdulillah, Dyah semakin aku pelajarinya aku mengerti dan mulai belajar mendesain" kata Gracya.


Dyah memperhatikan Gracya yang sejak tadi banyak lebih diam membuatnya bertanya ada apa dengan sahabatnya.


Taklama terdengar suara HP Dyah berbunyi, Dyah diam setelah membaca pesan dari Azka, Gracya melihat sahabatnya menjadi diam.


" Dyah" panggil Gracya, Dyah tersenyum menyimpan kembali HPnya ke dalam tasnya.


" Untuk beberapa hari ke depan mas Azka sibuk dan sepertinya akan lembur, dia tak bisa menjemputku nanti aku pulang bersamamu ya kita singgah ke restoran dulu" kata Dyah.


Tapi Gracya menjadi diam setelah mendengar perkataan Dyah dia teringat mobilnya di bengkel, karena tadi Akbar sempat menghubungi orang bengkel untuk mengurus mobilnya.


" Dyah mobilku di bengkel" kata Gracya. " Terus kamu tadi pagi ke kampus naik apa? " Dyah, menatap tajam ke arah sahabatnya.


Gracya menghela nafasnya dan menceritakan semuanya.


Gracya menanggukan kepalanya dan mereka pergi menuju kelas ketika melewati lorong kelas Dyah kembali melihat Prisia berdiri sendiri dengan memenjamkan matanya, Gracya menepuk punggung Dyah agar lebih cepat karena mereka ada kuis hari ini.


Resia dan Abel melihat Prisia dari kejauhan dengan tatapan sinis dan tidak mau lagi berteman dengannya.


" Abel ayo kita ke kelas jangan dekati orang seperti dia lagi"kata Resia dengan juteknya, Abel menanggukan kepalanya mereka melewati Prisia begitu saja tanpa menyapa dirinya.


Prisia menghela nafasnya. " Sepertinya mereka tak ingin berteman lagi dengan orang sepertiku" guman Prisia, masuk ke kelas karena dosen telah masuk.


Kediaman keluarga Alexanders.


" Nenek, kakek" teriak Aquira. sambil membawa boneka di tangannya, mami Atika dan papi Ammar menghentikan langkahnya sebelum menaiki mobil.


" Cucu nenek sudah siap" kata mami Atika, Aquira menanggukan kepalanya.


" Nenek kita mau kemana?. Aquira, saat mereka berada dalam mobil, mami Atika mengelus rambut cucunya.


" Kita akan ke restoran milik bunda" kata mami Atika.

__ADS_1


" Ye kita ke tempat bunda" kata Aquira dengan semangatnya. Supir membawa mereka ke restoran diwariskan oleh kakek Dyah padanya.


Satu persatu mahasiswa mulai meninggalkan kampus menuju ke tempat mereka inginkan, temasuk Dyah dan Gracya menuju restoran dengan menaiki taksi.


Ketika mereka menunggu taksi tanpa sengaja Dyah melihat Prisia dimarahi oleh beberapa pria yang berbadan besar.


" Dyah kita mau kemana? nanti taksinya datang" kata Gracya, menarik tangannya. Gracya terkejut melihat keadaan di hadapannya.


" Dyah bukannya itu kak Prisia tapi siapa orang itu? " Gracya.


" Makanya kita harus lihat siapa tahu kak Prisia ada masalah bersama orang itu" kata Dyah.


Dyah terus menarik Gracya ke tempat Prisia, Prisia melihat keadaannya tapi kok sepi biasanya ramai dilewati oleh mahasiswa.


" Kamu harus membayar utang ayahmu pada bos kami ini sudah seminggu dari janji kamu katakan" teriak pria itu.


Prisia ketakutan sambil memenjamkan matanya dan tubuhnya gemetaran, pria itu kesal menarik Prisia ke hadapannya.


" Kau dengar nggk bayar utang ayahmu pada bis kami sekarang" kata pria itu, tepat di depan wajah Prisia.


" Maaf tuan tapi saya belum ada uangnya tolong beri saya waktu lagi, saya sedang mencari pekerjaan " kata Prisia, dengan suara gemetaran ketakutan.


" Apa kau bilang minta waktu lagi kau tahu ksn utang ayahmu sangat besar dengan kamu mencari pekerjaan menjadi pelayan takkan cukup, gimana kau temani kami malam ini " kata pria itu menatap Prisia dengan nafsu.


Prisia menggelengkan kepalanya terus memberontak minta di lepaskan.


" Hentikan" teriak Dyah, bersama Gracya mendekati mereka.


" Wah lihat ternyata kamu membawa teman " kata pria itu, Prisia menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


" Kalian berdua pergilah dari sini dan ini bukan urusan kalian" kata pria berjas hitam.


Dyah menatap Prisia dengan tersenyum. " Berapa utangnya biar aku yang membayarnya" kata Dyah, membuat Gracya dan Prisia terkejut.


" Dyah apa-apaan sih kamu membayar utangnya memangnya kamu ada uangnya" bisuk Gracya, Dyah tersenyum. Prisia tertunduk malu karena Dyah yang selama ia lukai sekarang menolongnya.


" Sekarang katakan berapa utangnya yang harus ku bayar" kata Dyah.


" Utangnya 250 juta memangnya kamu mampu untuk membayarnya " kata pria itu, melihat penampilan Dyah yang sederhana.

__ADS_1


Mereka terkejut ketika Dyah meminta no ATM dan melunasi semua utang ayah Prisia.


__ADS_2