CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 170


__ADS_3

" Mas mereka lucu sekali kenapa ada orang yang berbuat jahat lihat mereka terlalu kecil untuk menghadapinya apalagi masih dalam kandungan, jika Gracya bertemu dengan orang yang melukai Dyah akan Grac beri pelajaran" kata Gracya, dengan kesal mengingat keadaan sahabatnya.


Akbar tersenyum melihat istrinya yang tidak lagi sedih.


" Mas sebaik kita kembali pasti Dyah sudah selesai operasinya" kata Gracya.


" Tunggu sayang" kata Akbar, mendapat kabar dari papi Ammar.


" Sayang tuan besar memberi kabar kalau nona Dyah baru saja selesai operasi dan sekarang dalam keadaan koma, nona Dyah sudah di pindahkan ke ruang ICU" kata Akbar.


" Mas ayo kita kesana Grac ingin melihatnya" kata Gracya, tak sabar menuju ruang ICU.


" Sebaiknya kamu ke ruang rawat nona Ira mereka pasti khawatir dengan keadaan nona muda dan bawa mereka ke ruang ICU" kata Akbar, mengingat Aquira dan Fathan yang masih berada di ruang rawat Aquira.


Gracya menanggukan kepalanya menuju ruang rawat Ira sedangkan Akbar menuju ruang ICU, soal Xanders yang diberitahu untuk mencari donor darah untuk Dyah sudah mendapatkannya sekitar empat orang. Akbar meminta mereka kerumah sakit takutnya Dyah membutuhkannya saat itu walau sudah mendapatkannya.


Ruang rawat Aquira.


Aquira dan Fathan yang ditemani oleh suster tidak tenang karena mami Atika dan papi Ammar sudah lama tak kembali.


" Om kakek dan nenek dimana?. Kenapa mereka lama sekali Ira ingin melihat bunda" kata Aquira, sedih kembali mengingat Dyah.


" Kita tunggu saja ya papi dan mami pasti datang" kata Fathan, menenangkan Aquira yang terus menangatakan kabar Dyah.


Kret.


" Aunty" kata Aquira, berlarian memeluk Gracya baru saja masuk ke dalam Fathan juga mendekat, Gracya tersenyum mengelus rambut keduanya suster yang diminta untuk menjaga mereka pamit melanjutkan pekerjaannya.


" Kalian ikut aunty mau? " Gracya. " Kita mau ke tempat kak Dyah ya kak, kak Dyah sudah selamat ya" kata Fathan, bahagia mengetahui kalau kakaknya sudah selamat.


" Benar ya aunty ayo Ira ingin menemui bunda" kata Aquira, menarik baju Gracya. Gracya tersenyum mencoba menahan kesedihannya dan membawa mereka ke ruang ICU.


Ruang ICU.


Azka dan lainnya sudah berada di ruang ICU mereka hanya menatap sedih melihat keadaan Dyah yang koma dan mereka tidak di perbolehkan masuk oleh dokter karena harus mendapatkan perawatan yang ketat sementara waktu.


Azka hanya bisa menatap kosong melihat istrinya melalui kaca.

__ADS_1


" Sayang " guman Azka, air matanya berjatuhan di wajahnya. Mami Atika merasa sedih melihat putranya.


" Papi" teriak Aquira, berlarian mendekat dan memeluk kaki Azka. Melihat putranya tidak menghiraukan putrinya papi Ammar mengajak duduk bersama.


" Ira ayo bersama kakek " ajak papi Ammar, dengan wajah sedihnya Ira duduk bersama papi Ammar.


" Mami kak Dyah dimana?. Kenapa kita disini? " Fathan. Mami Atika melihat lainnya dan papi Ammar menanggukan kepalanya Fathan harus tahu keadaan Dyah.


" Fathan kakakmu ada di dalam dalam keadaan koma dan kamu sudah memiliki dua keponakan" kata mami Atika, Fathan tersenyum mendengar kalau dia sudah memiliki dua keponakan walau keadaan kakaknya dalam keadaan koma.


" Jadi Ira sudah punya dua adik ya kakek" kata Aquira, senang papi Ammar menanggukan kepalanya.


" Tapi Bunda sakit, Ya Allah sembuhkan bunda Ira" Aquira berdoa kesembuhan Dyah, doa Aquira di aminkan semua orang.


Melihat jam ternyata sudah sore melihat mami Atika dan lainnya sudah sore Azka meminta mereka pulang.


" Tuan, nyonya sebaiknya kalian pulang apalagi nona Aquira baru saja sembuh biar saya yang menemani tuan muda" kata Akbar.


" Sayang ayo kita pulang dulu besok pagi kita kesini lagi kasihan anak-anak mereka pasti merasa lelah" kata papi Ammar, melihat istrinya diam.


Akhirnya mami Atika menanggukan kepalanya awalnya Fathan tak mau pulang karena ingin menemani kakaknya tapi papi Ammar berhasil membujuk. Akhirnya mereka pulang ke kediaman keluarga Alexanders Gracya ikut pulang dibujuk Akbar menginap bersama mereka.


" Akbar" kata Azka, dengan nada yang dingin.


" Ya tuan muda" kata Akbar, mendekat pada Azka.


" Dimana orang itu" kata Azka, membicarakan Ergando yang dibawa oleh Xanders.


Setelah membawa Ergando ke markas Xanders hanya mengurungnya di ruangan tertutup karena belum mendapat perintah lanjutan dari Azka.


" Xanders membawanya ke markas tuan muda" kata Akbar. Mendengar hal itu Azka tersenyum smirk menatap ke arah Dyah.


" Sayang aku akan membalas terhadap orang yang telah berbuat hal seperti ini padamu, tunggu aku pasti kembali" kata Azka, meninggalkan ruang ICU.


Melihat Azka pergi membuat Akbar khawatir karena tahu Azka pergi kemana.


Markas.

__ADS_1


Xanders sedang berlatih bersama anak buahnya.


" Bos tuan muda datang" kata anak buahnya. Xanders segera menghentikan latihan dan menyusul menemui Azka.


" Tuan muda" kata Xanders, menatap Akbar dan menanggukan kepalanya.


" Dimana orang itu? " Azka, membicarakan Ergando.


Xanders membawa mereka tempat Ergando dalam ruangan kaki dan tangan Ergando diikat dengan posisi berdiri, Azka tersenyum smirk melihat keadaan Ergando yang tak berdaya.


Azka mendekatinya dan menepuk pipinya Ergando sadar dan menatap sinis pada Azka


" Bagaimana keadaan istrimu sekarang? " Ergando, dengan sinis.


Plak


Azka menamparnya dan menendang perutnya hingga Ergando mengeluarkan darahnya.


" Rasanya aku ingin menghabisimu sekarang tapi karena aku baru saja memperoleh putra kembar maka kali ini kau beruntung tak habis di tanganku, Xanders lakukan yang kamu mau padanya aku tak ingin tanganku kotor karenanya" kata Azka.


" Baik tuan muda" Xanders merasa bahagia karena singa kesayangannya mendapatkan makanan yang enak.


" Akbar ayo ke rumah sakit aku tak ingin meninggalkan mereka terlalu lama" kata Azka meninggalkan ruangan.


Akbar tersenyum melihat wajah bahagia pada Xanders, Xanders memerintah anak buahnya untuk membawa Ergando ke kandang singa.


" Tolong lepaskanku" Ergando terus memberontak minta di lepas.


" Kau kira bisa lepas makanya jangan berani melawan Azka Abbiya Alexanders" kata Xanders, memberi kode pada anak buah melempar Ergando, seketika Ergando habis di makan singa.


" Bos gimana dengan mereka? " anak buahnya bertanya tentang orangtua Selly dan mayat Selly.


Xanders memberi kode karena ada pesan dari Azka.


" Tuan muda minta kita melepaskannya dan menguburkan mayat wanita itu, mereka beruntung tuan muda Azka berbaik hati" kata Xanders.


" Apa karena kelahiran anaknya tadi saya mendengarnya bos" kata anak buahnya, Xanders menanggukan kepalanya seorang ayah takkan berbuat jahat ketika anaknya baru lahir.

__ADS_1


Orangtua Selly merasa bahagia karena mereka di lepaskan dan bisa melanjutkan usahanya, mereka meminta dikembalikan ke Australia karena usaha baru mereka ada disana dan janji takkan pernah meninjak kaki di kota ini soal mayat Selly mereka ikhlas jika harus di kubur di pemakaman umum.


__ADS_2