CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 124


__ADS_3

Setelah akad nikah mereka bersiap untuk resepsi yang diadakan malami ini Dyah dan Azka sudah berada di kamar pengantin beristirahat sebelum malam nanti, Dyah berdiri di dekat jendela ia merasa gugu karena baru pertama kali ia sekamar dengan cowok kecuali adiknya.


Azka mrlepaskan jasnya tersenyum melihat istrinya yang ia tahu sedang gugup, Azka mendekati Dyah dan memeluknya dari belakang dan membuat Dyah semakin gugup.


" Mas " kata Dyah, dengan suara yang serak.


" Mas tahu kamu sedang gugup" kata Azka, membalikan tubuh Dyah dan mata mereka saling bertatapan,Azka memegang pipi Dyah dengan kedua tangannya dan menatapnya dengan kelembutan. Azka mencium keningnya Dyah memenjamkan matanya merasakan kasih sayang yang diberikan oleh Azka.


" Mas tahu kamu sedang lelah sebaiknya kamu membersihkan diri setelah itu istirahat, mas akan membersihkan diri di kamar sebelah" kata Azka, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Dyah masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Azka keluar kamar menyandarkan diri di dinding sambil tersenyum.


" Azka, kenapa disini bukannya istirahat nanti malam resepsi kalian? " Mommy Atika. terkejut melihat putranya menyandarkan diri di dinding sambil tersenyum.


Azka tersenyum melihat orangtuanya dan putrinya sudah tertidur di gendongan papi Ammar.


" Dyah sedang membersihkan diri mi aku akan membersihkan diri di kamar sebelah" kata Azka, mami Atika dan papi Ammar menanggukan kepalanya dan mengantar cucu mereka ke kamar Azka menuju kamar sebelahnya untuk membersihkan diri.


Azka masuk ke kamar tersenyum melihat Dyah sudah tidur di kasur Azka naik di kasur memandangi wajah Dyah sambil tersenyum, ia menbelai rambut Dyah yang menutupi wajahnya.


" Sekatang kamu sudah menjadi istriku aku akan melindungimu walau harus nyawa taruhan, Kamu dan Aquira adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup mas, sayang mas mencintaimu" kata Azka, memeluk Dyah, tanpa disadari Dyah tersenyum.


Sorenya kedua pengantin baru masih memenjamkan matanya mereka sangat nyenyak karena rasa lelah.


Tok tok tok


Dyah menbuka matanya mendengar suara ketukan pintu ia merasakan berat di bagian perut, Dyah tersenyum melihat Azka memeluknya.


" Mas ayo bangun ada orang di luar" kata Dyah, mendengar ketukan pintu.


" Sayang sebentar lagi" kata Azka, masih dalam mata tertutup.


Dyah tersenyum. " Nona orang dari MUA datang ingin merias" kata bibi Sumi, mengetuk pintu.


" Mas bangun perias datang, mas ayo cepat bangun" kata Dyah, terkejut kalau perias sudah datang.


Azka membuka pintu dan tersenyum melihat kegelisahan di wajah istrinya.

__ADS_1


" Mas kenapa tersenyum ayo mereka sudah datang tak enak mereka mengetuk pintu sudah lama" kata Dyah, yang kesal melihat suaminya tersenyum.


Cup


Dyah terkejut suaminya menciumnya tiba-tiba. " Mas Dyah belum menggosok gigi" kata Dyah, menutup mulutnya.


Azka hanya tersenyum membelai rambut Dyah. " Mas akan menbuka pintunya kamu membersihkan diri dulu nanti resepsi kita" kata Azka, dengan menutup mulut Dyah menanggukan kepalanya langsung masuk ke kamar mandi.


Azka tersenyum dan menggekengkan kepalanya melihat tingkah malu Dyah, Azka turun dan membuka pintunya.


" Kalian masuklah istriku sedang membersihkan dirinya" kata Azka, mereka hanya menanggukan kepalanya Azka keluar tidak lupa menutup pintunya.


Perias merasa lega terlepas dari tatapan tajam Azka sambil mengelus dadanya.


Kret


Pintu terbuka keluarlah Dyah masih menggunakan baju handuk.


" Nona kami akan membantu anda untuk merias" kata salah satu perias, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Dengan cekatan perias mendandani Dyah dengan gaun yang di pilih oleh mami Atika, setelah memastikan penampilan Dyah perias pamit keluar dari kamar Dyah.


Kamar sebelah Azka dengan dibantu oleh perias mengganti pakaiannya yang senada dengab Dyah.


Aula pernikahan Azka dan Dyah.



Semua para tamu undangan telah memasuki aula pernikahan Azka dan Dyah, para karyawan Alexanders Group, rekan bisnis, DI Cafe, Dyah Restoran dan t sahabat kedua pengantin telah memasiki aula pernikahan.


Keluarga Alexanders sudah memasuki ruangan para tamu memberi selamat pada mami Atika dan papi Ammar atas pernikahan putra mereka, Aquira dan Fathan bermain dengan anak seusia mereka.


Mami Atika dan papi Ammar bicara dengan rekan bisnis, Gracya dan Prisia duduk bersama teman sekelas Dyah.


" Kak apa yang kamu fikirkan? " Gracya, melihat Prisia diam tak ikut ngobrol bersama.


" Kakak hanya merasa tak pantas disini kalian saling mengobrol tapi kakak hanya sendirian" kata Prisia, tesenyum sedih.

__ADS_1


" Kak jangan bersedih siapa bilang kakak sendirian ada aku, kak ayo tersenyum bahagia siapa tahu antara putra pengusaha disini ada yang membuat kakak tertarik" kata Gracya, menggoda Prisia, Prisia hanya menggelengkan kepalanya.


MC mengambil mic memulai acara. " Selamat malam para tamu undangan, selamat datang ke resepsi tuan muda Azka Abbiya dengan nona Dyah Permatasari, saya ditugas oleh tuan muda Azka untuk membacara acara ini merupakan suatu kehormatan. Baiklah mari kita sambut kedua pengantin untuk masuk" kata MC.



semua Mata tertuju pada kedua pengantin yang baru saja masuk terutama Dyah yang sangat cantik dengan gaunnya, para pengusaha muda menanggumi kecantikan Dyah membuat Azka kesal.


" Sayang ingin rasanya ku congkel mata mereka beraninya memandang dengan tatapan kagum" kata Azka, dengan dingin Dyah hanya tersenyum.


Mereka menaiki panggung dan duduk di tempat yang telah di sediakan pihak penyelenggara, Dyah dan Azka menyalami para tamu yang ingin mrmberi selamat untuk mereka.


Gracya dan Prisia menaiki panggung memberi selamat kepada sahabat mereka.


" Sayangku selamat semoga menjadi keluarga sakinah mawardah dan warrahma dan jangan lupa beri kami keponakan yang banyak" kata Gracya, memeluk Dyah, Dyah tersenyum malu mendengarnya.


" Tuan muda selamat" kata Prisia, Azka hanya menanggapinya dengan menanggukan kepalanya.


Farel dan kedua sahabatnya juga memberi selamat pada pengantin.


" Kak jika benar menyukai kak Prisia ungkapkanlah sebelum di ambil orang" kata Dyah, pada Farel.


" Dyah, dia takkan berani untuk mengungkapannya kamu tahu sendirikan sekarang Prisia sepertinya menjaga jarak darinya"kata Rayyan.


" Kalian lihat saja sebelum wisuda Prisia akan menjadi milikku" kata Farel, meninggalkan mereka. Dyah, Lionel dan Rayyan saling tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Sayang" kata Azka. Dyah tersenyum dan memeluk lengan Azka.


Mami Atika, papi Ammar, Aquira dan Fathan naik di atas panggung memberi selamat pada anak-anaknya.


" Sayang selamat datang ke keluarga kami jika anak itu berbuat ulah katakan pada mami, mami akan memberinya pelajaran" kata mami Atika, memeluk Dyah. Papi Ammar menepuk punggung Azka dan mengelus kepala Dyah sambil tersenyum.


" Kak ipar tolong jaga kakakku selama ini hanya dia yang menghidupi kami dan kak ipar jangan pernah berbuat kak Dyah menangis" kata Fathan dengan datarnya, membuat Dyah sedih mendengar perkataan adiknya.


Azka berjongkok agar sama tinggi dengan Fathan dia mengelus kepala Fathan dan menanggukan kepalanya dan memeluknya.


" Asyik Aquira bisa tidur bersama bunda tiap hari" kata Aquira dengan bahagianya. Mereka tersenyum melihat Azka menatap putrinya dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2