CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Rumah sakit


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Azka memasuki rumah sakit para dokter dan suster menyambut kedatangannya.


" Ryan bantu aku" teriak Azka melihat dokter Ryan antara dokter lainnya, Dokter Ryan memanggil suster untuk membawakan brankar.


" Azka untuk siapa ini? , apa kamu terluka? " dokter Ryan melihat penampilan Azka yang berantakan.


Azka menghiraukan perkataan dokter Ryan dengan tergesa membuka pintu, Dokter Ryan terkejut melihat keadaan Dyah yang dia ketahui adalah pengasuh dari putri Azka.


" Suster cepat bawa ke UGD" kata Dokter Ryan, Azka membaringkan Dyah di brankar mereka menuju ruang UGD.


" Ryan, kamu harus menyelamatkannya" kata Azka dengan lirih. " Azka aku tak tahu yang terjadi tapi kamu tenang saja aku pasti menyelamatkannya, sebaiknya kamu hubungi keluargamu baiklah aku masuk dulu" kata dokter Ryan, menepuk punggung Azka.


Azka mengusap wajahnya secara kasar. " Sial " teriak Azka, setelah tenang Azka menghubungi keluarganya.


Di kediaman keluarga Alexanders.


Fathan berdiri di depan kediaman Alexanders dia sedang menunggu kakaknya pulang karena dia sudah di hubungi oleh Dyah kalau dia dalam perjalanan pulang tapi hari mulai gelap kakaknya belum kembali, mami Atika dan lainnya duduk di ruang tengah dan melihat Fathan berdiri di depan pintu.

__ADS_1


" Bibi panggil Fathan suruh dua masuk hari mulai gelap nanti dia masuk angin" kata mami Atika pada bibi Sumi membawakan minuman untuk majikannya.


" Baik nyonya" sahut bibi Sumi, segera menghampiri Fathan. " Fathan" panggil bibi Sumi.


Fathan terlihat sedih. " Bibi kak Dyah kenapa belum pulang tadi katanya jalan pulang" kata Fathan, menundukan kepalanya.


" Ayo kita ke tempat nyonya" ajak bibi Sumi, Fathan menanggukan kepalanya. Mami Atika dan papi Ammar melihat kesedihan di mata Farhan.


" Nyonya Dyah belum pulang" kata bibi Sumi. ' Hiks hiks, hiks" Bunda dimana bibi, Ira ingin bunda" kata Aquira, menangis. mami Atika memeluk cucunya.


" Papi akan menghubunginya" .Ketika oapi Ammar akan menghubungi Dyah tiba HP berbunyi.


" Azka, halo nak kamu dimana?. Ini nak Dyah belum pulang sampai saat ini dan putrimu menangis begitu pula dengan Fathan" kata papi Ammar.


" Papi ada yang harus ku katakan dan papi harus tenang" kata Azka.


papi Ammar melihat istrinya dan lainnya. " Katakanlah apa yang terjadi? " papi Ammar.

__ADS_1


Azka menghela nafasnya. " Papi dan mami segeralah ke rumah sakit minta bibi menjaga mereka berdua, Dyah masuk rumah sakit pi" kata Azka.


" Baiklah papi dan mami akan ke sana" sahut papi Ammar, menutup panggilannya.


Papi melihat istrinya dengan senyuman. " Fathan untuk malam ini tidur bersama bibi Sumi ya" kara papi Amnar, Fathan menanggukan kepalanya dia yakin kakaknya pasti baik-baik saja.


" Bibi tolong jaga cucu kami, ayo mami ikut bersama papi" kata papi Ammar, mami Atika menyerahkan cucunya yang telah tertidur di pangkuannya pada bibi Ina.


Mami terkejut mendengar perkataan suaminya yang menyatakan kalau Dyah masuk rumah sakit, papi menceritakannya pada istrinya dalam perjalanan.


" Papi apa yang terjadi hingga Dya terluka dan bersama putra kita? " mami Atika.


" Nanti kita tanya pada Azka apa yang terjadi" kata papi Ammar, mami Atika menanggukan kepalanya mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.


Papi Ammar dan mami Atika sudah sampai fi rumah sakit, mereka di sambut oleh dokter dan suster.


" Suster di mana putra kami? " mami Atika pada suster. " Tuan muda Azka ada di UGD nyonya, tuan" sahut suster.

__ADS_1


" Ayo papi mami tak sabar melihat keadasn Dyah" kata mami Atika. Mereka menuju ruang UGD dimana Dyah mendapatkan perawatan.


__ADS_2