
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang tenah setelah makan malam papi Ammar meminta mereka ke ruang tengah, Helena masih berada di kediaman keluarga Alexanders dia sejak siang masih mengajak Azka membicarakan pernikahan mereka dan Azka hanya mendengarkan.
Mami Atika dan papi Ammar hanya melihat Helena terus manja pada Azka,terlihat Azka hanya diam jadi mereka tidak mengeluarkan protes hanya Ira menatap kesal pada papinya karena Helena terus mendekati papinya.
" Kalian sudah berada lama berhubungan" kata papi Ammar. " Kami sudah berhubungan sekitar 5 tahun benar nggak sayang" kata Helena, Zayyan menanggukan kepalanya.
" Azka kenapa kamu tidak mengatakan pada kami" kata papi Ammar menatap putranya.
" Kurasa tak ada yang perlu di beritahu sekarang kalian sudah mengetahuinya" kata Azka, Helena merasa senang karena orangtua Azka mengetahui hubungan mereka dia sangat berharap kalau bisa menikah dengan Azka.
"Apakah hubungan kalian ini akan di lanjutkan ke pernikahan? " mami Atika.
Sebelum Azka menjawab terlihat Dyah membawa susu untuk putrinya.
" Dyah hari sudah malam bawa Ira ke kamarnya dan tidurkannya" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Sayang biar aku yang menidurkannya" kata Helena berharap Azka mengizinkannya. " Tidak biar Dyah yang menidurkannya" kata azka.
" Bunda Ira ngantuk" kata Aquira, Dyah tersenyum dan menggendongnya, Helena terkejut putrinya Azka memanggil pelayan dengan sebutkan bunda.
Dyah mengajak Aquira untuk pamit pada lainnya ketika di depan Helena Aquira malah meminta gendong pada Dyah.
" Bunda" rengek Aquira. " Baik sayang ayo kita tidur" kata Dyah, memberi hormat pada lainnya. Sekarang hanya tinggal mereka di ruang tengah.
Mereka melihat kepergian Dyah menuju kamar Aquira, Helena sangat emosi setelah mendengar kata bunda dari bibir mungil Aquira.
" Sebelum aku kesini dia sudah menyebutkan kata itu pada pengasuhnya, jika kamu ingin Ira menyukaimu makanya dekati dia" kata Azka.
" Pasti sayang aku dan putrimu akan menjadi akrab dan menyebutku dengan kata mami, karena kara bunda itu tak cocok bagi jadi kapan kita menikah sayang? " Helena.
" Secepatnya Helena pulanglah supir akan mengantarkanmu" kata Azka pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Helena tersenyum bahagia karena keinginannya menikah dengan Azka akan terwujud.
" Tante om kalau begitu saya pamit, urusan pernikahan biar saya yang mengurusnya" kata Helena, orangtua Azka hanya menanggukan kepalanya. Helena kembali ke hotel diantar oleh supir Azka.
Mami Atika menghela nafasnya. " Papi apakah ini benar Azka terlihat terpaksa dengan rencana pernikahan ini, mami khawatir pada cucu kita pi apakah dia akan menerima hal ini" kata mami merasa sedih.
Papi merangkul istrinya sambil menghela nafasnya. " Kita tak bisa apa lagi mami semoga saja ini yang terbaik dan berdoalah" kata papi Ammar.
Bibi Ina dan bibi Sumi yang juga mendengar perkataan majikannya terkejut mendengar kalau tuan mudanya sudah memiliki kekasih dab sebentar lagi akan menikah.
" Bibi apakah benar tuan muda akan menikah terus Dyah bagaimana bi kita tahu perasaan Dyah terhadap tuan muda gimana, walau dia tak pernah mengungkapannya tapi sangat terlihat jelas dari wajahnya" kata bibi Ina.
" Kita tak bisa berbuat apa bi yang bisa dilakukan hanya berdoa untuk mereka, semoga keputusan ini terbaik untuk nona Ira" kata bibi Sumi.
Tanpa mereka sadari Dyah mendengarnya setelah menidurkan Aquira dia keluar dan turun tangga menuju kamarnya, tanpa sengaja dia mendengatnya semuanya hatinya merasa hancur mendengarnya. Dyah merasa sakit dan sedih menuju kamarnya dia tak ingin ada orang yang mengetahui kesedihannya.
__ADS_1
" Maafkanku"