CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Kuliah hari pertama


__ADS_3

Dyah dan Gracya sudah masuk ke kelas dan ada beberapa mahahasiswa sudah ada menduduki tempatnya.


" Dyah bagaimana kamu mendapat luka ini?" Gracya, Dyah tersenyum.


" Kemaren aku menolong seorang dan mendapatkan luka ini, kamu jangan khawatir lukanya tidak parah" kata Dyah, Gracya menanggukan kepalanya.


Kemudian dosen datang memberi pelajaran administrasi negara pada mahasiswa, tak ada yang bersuara ketika dosen memberikan penjelasan.


Dua jam berlalu jam pertama berakhir semua mahasiswa satu persatu keluar dari kelas, ada yang ke perpustakaan dan ada yang ke kantin.


" Dyah ayo kita ke kantin aku belum dempat sarapan tadi" kata Gracya dengan memohon, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Bug


Ketika keluar dari kelas Dyah tak sengaja menabrak Prisia yang ingin ke kantin juga.


" Hei matamu dimana?" tekan Prisia menunjuk ke arah Dyah. " Maaf kak saya tak sengaja" kata Dyah.


" Maaf kamu bilang apa kamu tidak melihat orang lewat" kata Resia.


" Kak aku lihat sendiri Dyah tak salah kakak yang tidak fokus pada jalan hanya fokus pada HP" kata Gracya.

__ADS_1


" Jadi kamu menyalahkanku ingat kalian mahasiswa baru disini jangan berani sok disini" kata Prisia.


" Sudahlah Prisia ayo kita pergi dari sini mereka tak selevel dengan kita" kata Resia dengan senyuman sinis.


Prisia dengan sengaja menabrak lengan Fyah yang terluka.


" Aduh" kata Dyah, menahan sakit di lengannya. " Astagfirullah Dyah sepertinya lukanya terbuka ayo kita ke UKS" kata Gracya.


Dyah menanggukan kepalanya mereka menuju ke UKS, Farel dan kedua sahabatnya baru saja dari perpustakaan mereka mengembalikan buku yang dipinjam.


Farel tak sengaja melihat Dyah dan Gracya masuk ke ruang UKS menghentikan jalannya.


" Farel apa yang kamu lihat? " Lionel, melihat temannya berhenti. " Nggak ayo ke kantin" kata Farel, masih memikirkan Dyah masuk ke ruang UKS.


"Dokter ini lengan teman saya sepertinya terbuka" kata Gracya pada dokter Riri merupakan dokter bertugas di UKS.


Dokter Riri membuka perban Dyah dan mengganti yang baru.


"Adik kenapa mendapatkan luka ini, ini seperti luka tergores karena pistol" kata dokter Riri, Gracya terkejut mendengarnya dan menatap Dyah.


Dyah tersenyum. " Kemaren aku menolong seseorang yang hampir di copet dok dan luka ini karena itu" kata Dyah tersenyum sambil menatap Gracya.

__ADS_1


" Lain kali adik harus hati-hati untung lukanya hanya luka kecil" kata dokter Riri.


" Terima kasih dokter, kalau begitu kami permisi dulu" kata Dyah pamit setelah perbannya di ganti. Mereka keluar dari ruang UKS menuju kantin.


Kantin kampus.


Sudah banyak mahasiswa berada di kantin Dyah dan Gracya baru datang dan mencari tempat duduk yang kosong.


" Dyah sepertinya kursinya penuh lihat tidak ada yang kosong" kata Gracya melihat sekitarnya.


" Apa sebaiknya kita beli roti dan air mineral saja dan makan di kelas" kata Dyah.


" Ya mau gimana lagi ayo kita beli roti daripada tidak makan apapun" kata Gracya.


Ketika mereka akan membeli roti ada yang memanggil mereka.


" Kalian berdua sedang mencari tempat duduk" kata Rayyan berada di belakang Gracya.


" Iya kak tapi tak ada yang kosong" kata Gracya. " Bagaimana kalian duduk bersama kami kebetulan masih ada kursi kosong" kata Rayyan, menunjuk ke arah sahabatnya memang masih ada kursi yang kosong.


Dyah memandang Gracya sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Ayolah Dyah kita terima tawar kak Rayyan perutku sudah berbunyi" kata Gracya mengusap perutnya.


Dengan terpaksa Dyah setuju duduk di tempat Farel dan sahabatnya.


__ADS_2