
Azka meminta Akbar mengurus administrasi istrinya dan Azka meminta keluarga agar nanti siang ke rumah sakit, Akbar juga meminta istrinya ke kediaman keluarga Alexanders jangan lupa membawa putra mereka Gracya tanpa curiga mengikuti permintaan suaminya.
Gracya mengira suaminya memintanya menemani mami Atika dan lainnya.
Rumah sakit.
" Tuan muda semuanya sudah saya urus" kata Akbar.
" Sekarang kita bisa pulang dan memberi kejutan pada mereka terutama Aquira dan sikembar takkan mengira bunda mereka kembali" kata Azka, memeluk Dyah.
Dyah tersemu merah karena malu dilihat oleh Akbar kemesraan mereka.
" Mas malu" kata Dyah, menghentikan suaminya saat ingin menciumnya.
" Sayang jangan fikirkan dia" kata Azka, terus mencium istrinya, Akbar hanya menghiraukan kemesraan mereka.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah sakit menuju kediaman keluarga Alexanders, selama perjalanan Azka tidak melepas pelukannya dari Dyah.
Kediaman keluarga Alexanders.
" Papi kok Azka melarang kita ke rumah sakit mami kan ingin menjenguk menantu kita" kata mami Atika, kesal pada putranya papi Ammar hanya menikmati minumannya.
" Papi kok diam saja mami ini sedang kesal" kata mami Atika. " Mami berilah mereka waktu berdua jika kita semua kesana pasti menanggu menantu kita, apalagi ingatannya belum pulih itu pasti membebaninya Azka mungkin tak ingin Dyah kembali sakit. Kita ke sana bersama Aquira dan Fathan mereka belum pulang kan" kata papi Ammar.
Mami Atika diam dan membenarkan ucapan suaminya.
Dalam kamar Diaz dan Dika sudah heboh dengan memberantakan lemari mereka ingin berpenampilan keren saat bertemu Dyah.
" Bibi ini tak keren" kata Diika, melempar pakaian yang di beri oleh Meyriska.
Meyriska menjadi kesal melihat keduanya sudah lama di dalam kamar, tapi dia tak ingin ceroboh mencelakai si kembar padahal dia sangat marah.
Mami Atika menyambut kedatangan Gracya dan Agra bahkan Aquira dan Fathan sudah pulang sekolah.
" Kalian kesini" kata papi Ammar. " Ya om mas Akbar meminta kami ke sini" kata Gracya.
Aquira dan Fathan mengajak Agra ke kamar sukembar sedangkan Aquira dan Fathan kembali ke kamar masing-masing setelah mengantar Agra ke kamar sikembar.
__ADS_1
Saat Gracya dan orangtua Azka bicara terdengar orang mengucap salam.
" Assalamualaikum " kata Azka, masuk bersama Akbar sedangkan lainnya terkejut bukannya harus menemani Dyah di rumah sakit.
" Azka kenapa kamu pulang siapa yang menemani menantu mami di rumah sakit, tahu begini biar mami yang menunggu di rumah sakit" kata mami Atika yang kesal dengan putranya.
Azka tersenyum meminta mami Atika dan lainnya tenang.
" Mami, Azka ada kejutan untuk kalian" kata Azka. Mami Atika dan lainnya menatapnya dengan tajam.
Dyah masuk ke dalam dan mengucapkan salam
" Assalamualaikum " ucap Dyah, senyuman. " Dyah" teriak Gracya. melihat Dyah masuk dan tetlihat sehat. Gracya nggk peduli lagi ia langsung memeluk sahabatnya.
Mami Atika dan papi Ammar saling memandang, Dyah memegang tangan Gracya dan mendekati kedua mertuanya.
" Mami, papi Grac. Dyah minta maaf karena sudah melupakan kalian" kata Dyah, sedih. Mami Atika langsung memeluk menantunya.
" Mami bahagia sekali karena menantu mami dan papi sudah kembali dan anak kalian pasti bahagia" kata mami Atika, kembali memeluk menantunya, papi Ammar mengelus rambut menantunya.
Dari kejauhan bibi Sumi dan bibi Ina menangis bahagia karena nona muda mereka kembali.
Meyriska tidak tahan lagi melihat kelakuan sikembar membuang pakaian yang dia pilih membuatnya marah.
" Dasar anak sialan" kata Meyriska, mencubit tangan Dika yang ingin membuang pakaiannya.
" Aw hiks hiks, sakit" kata Dika, menangis karena tangannya merah Agra dan Diaz memeluknya dan menatap Meyriska dengan tajam.
" Kau, apa yang kau lakukan pada keponakanku" teriak Fathan, mendorong Meyriska dengan keras. Walau dia masih kecil tapi tenaganya tak dapat di ragukan Aquira yang melihat adiknya menangis langsung memeluknya.
Dyah mendengar teriakan dari lantai atas segera naik diikuti oleh lainnya, Dyah dan lainnya terkejut melihat keadaan yang baru saja dilihatnya.
" Bunda hiks hiks" Diaz, menangis melihat Dyah dan lainnya datang, Dyah mengamati keadaan sekitarnya dan menatap seorang wanita yang terlihat ketakutan saat dia masuk.
" Kak dia berani melukai putramu" kata Fathan, melihat kakaknya masuk.
Deg
__ADS_1
Dyah merasakan hatinya sakit melihat kesedihan di mata putranya.
Plak
" Beraninya kau melukai putraku" teriak Dyah, menangis.
" Hahaha, selama dua tahun ini aku yang merawat anakmu,selama ini kau dimana saja lihat saja aku pasti bisa merebut tempatmu" kata Meyriska, tersenyum sinis Dyah menggengam tangannya menahan amarahnya.
" Akbar bawa wanita ini beraninya dia bicara sembarangan pada istriku dan melukai putraku" kata Azka, dengan dingin. Azka dan Akbar datang saat Meyriska menghina Dyah.
" Biar aku yang mengusirnya sudah lama aku ingin mengusir dia" kata Gracya, menarik Meyriska. Meyriska hanya bisa mengikuti langkah Gracya dia tak berani menatap Azka.
" Sayang" kata Azka, melihat Dyah, duduk di lantai sambil menangis histeris. " Maaf ini salahku seharusnya aku cepat pulih tapi nyatanya membiarkan wanita itu yang mengasuh mereka" kata Dyah, menangis dalam pelukan suaminya. Azka menggelengkan kepalanya dan menyatakan ini bukan salah siapa ini adalah takdir yang harus kita lalui.
" Bunda" anak-anaknya memeluknya dengan erat mami Atika memeluk Fathan, Dika, Diaz dan Aquira mencium Dyah secara bergantian.
Malam harinya mami Atika merayakan kepulangan Dyah dan Fathan dengan acara berbeque di halaman, nasib Meyriska sudah habis karena anak buah Azka yang dihubung oleh Akbar membawanya ke markas.
Xanders yang mengetahui kelakuan wanita ini membuatnya jijik dan membawanya ke bar miliknya dan menjadikan Meyriska sebagai wanita malam.
Kediaman keluarga Alexanders.
Diaz dan Dika saling berlarian memperebutkan sosis dan daging yang telah di bakar oleh Gracya, Aquira senantiasa memeluk bundanya tak mau melepasnya.
Mami Atika dan papi Ammar bahagia melihat keluarga putranya kembali bahagia.
" Ira ayo kita ambil dagingnya nanti habis oleh mereka" kata Fathan, melihat sikembar tak mau berhenti makan. Gracy menanggukan kepalanya bersama Fathan menikmati hidangan. Agra dan sikembar saling merebut dan dihentikan oleh Aquira dan Fathan dengan mengajak mereka duduk bersama.
Azka membawa piring yang berisi sosis, daging ke dekat istrinya Dyah tersenyum melihat suaminya mendekat.
Dyah bersandar pada dada suaminya menikmati hidangan, Azka memeluk Dyah sekali mencium pundaknya.
" Sayang, terima kasih kamu telah menungguku dan mendidik mereka dengan baik" kata Dyah, melihat Fathan dan anak-anaknya tertawa.
" Seharusnya aku yang mengatakan hal itu karena kamu telah hadir dalam kehidupanku yang sebelumnya gelap dan memberikan kebahagiaan pada putriku, sekarang kita bisa akan selalu bahagia selamanya" kata Azka.
Azka dan Dyah saling menatap dengan senyuman bahagia, Gracya dan lainnya juga bahagia.
__ADS_1
The End.