CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 149


__ADS_3

Hari ini hari yang ditunggu oleh Akbar dan Gracya yakni pernikahan mereka sebentar lagi akan terlaksana, pernikahan mereka di laksanakan di hotel yang sama ketika lamaran.


Akbar dan Keluarga Alexanders sudah sampai di lokasi begitu pula dengan Gracya dan ibunya, Akbar yang di temani oleh Azka di salah satu kamar hotel, Akbar sedang di hias oleh pihak MUA Azka tersenyum tahu bahwa Akbar sedang gugup menghadapi ijab kabul sebentar lagi.


Kamar satu lagi Gracya di temani oleh Dyah juga di hias oleh pihak MUA.


" Sayang, kamu tetlihat cantik sekali pasti Akbar akan terpesona nanti" kata Dyah, memuji sahabatnya, Gracya tersipu malu.


" Benar yang dikatakan nona anda tetlihat cantik saya tidak perlu beri rias berlebihan" kata perias.


" Dyah jangan berdiri nanti suamimu marah " kata Gracya, kaget melihat Dyah sudah berdiri di dekatnya, Dyah hanya tersenyum dan kembali duduk di kasur.


Orangtua Azka dan ibu Gracya menyambut para tamu yang berdatangan, karyawan perusahaan Alexanders Group mulai berdatangan Akbar mengundang mereka ke pestanya begitu pula dengan teman kuluah Gracya.


Mereka memang tidak mengundang tamu yang banyak dan keluarga lainnya tidak permasalahan hal itu, Akbar juga tak ingin orangtua Azka merasa repot karena mereka sudah terlalu baik untuknya.


Pihak penyelenggara memanggil Akbar kalau penghulu sudah datang dan acara sebentar lagi akan mulai, mami Atika menjemput Akbar untuk membawanya ke tempat sakrar baginya.


" Kamu terlihat tampan Gracya pasti terpukau nantinya" kata mami Atika, tersenyum, mengelus pundak Akbar.


" Tante boleh Akbar memeluk" kata Akbar, merasa sangat merindukan orangtuanya yang telah meninggal. Mami Atika tersenyum dan memeluk pemuda di depannya.


" Terimakasih" bisik Akbar dengan serak Azka menepuk pundak Akbar dan mami Atika meminta mereka ke tempat acara.


Akbar sudah duduk di hadapan penghulu dan menjabat tangannya karena ayah Gracya sudah meninggal,Gracya memegang tangan Dyah ia sangat merasa gelisah apakah Akbar daoat mengucapkan lafal ijab kabul dengan lancar.


Taklama terdengar kata SAH Gracya merasa terharu sekarang ia sudah sah menjadi seorang istri seorang Akbar.


" Selamat sayang, Gracya jangan sedih hari ini adalah hari bahagiamu" kata Dyah, memeluk sahabatnya yang telah sah menjadi seorang istri, Gracya hanya menangis dalam pelukan Dyah.

__ADS_1


Kret


Pintu terbuka masuklah ibu Gracya menjemput sang putri untuk membawanya menemui suaminya.


" Sayang ayo keluar suamimu sudah menunggu" kata ibu Gracya, merasa terharu melihat putrinya sudah menjadi seorang ustri.


" Ibu" kata Gracya, memeluk ibunya yang telah merawatnya sendiri setelah ayah meninggal.


" Sayang jangan menangis nanti make upmu luntur dan suamimu takkan menengalimu" kata ibu, bercanda dengan putrinya Syah tersenyum bahagia melihat sahabatnya sudah tersenyum.


Ibu dan Dyah membawa Gracya menemui Akbar, Akbar sampai matanya tak berkedip melihat penampilan istrinya. Azka segera mengajak istrinya duduk di sampingnya tak ingin istrinya berdiri terlalu lama.


" Sekarang kalian silahkan menandatangani berkas ini" kata penghulu, menyerahkan surat yang dibutuhkan.


" Selamat kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri " kata penghulu, dan meminta Akbar memasang cincin pernikahan mereka, Gracya mencium tangan suaminya Akbar membaca doa dan mencium kening istrinya.


"Sayang mas ke kamar mandi dulu" kata Akbar, menuju kamar mandi Gracya menanggukan kepalanya tersipu malu dan menundukan kepalanya.


" Gimana nih" guman Gracya merasa kesulitan membuka gaunnya.


Akbar sudah selesai dengan kegiatannya ia menatap heran melihat istrinya bingung.


" Sayang" kata Akbar. " Maaf mas" kata Gracya terkejut melihat suaminya sudah di hadapannya.


" Katakanlah apa yang kamu fikirkan" kata Akbar. " Mas Gracya sulit membukanya, Gracya ingin mandi" kata Gracya masih menundukan kepalanya tak berani menatap suaminya karena masih memakai handuk.


" Sayang berbaliklah mas akan membantu membukanya" kata Akbar, Gracya tak ada cara lain karena ia sudah merasa gerah. Akbar membuka reseting gaun istrinya terlihat punggung yang putih sampai Akbar menelan ludahnya.


Gracya merasa deg degan langsung lari ke kamar mandi Akbar tersenyum dan memakai pakaiannya. Dengan hati - hati Gracya membuka pintu kamar mandi baru saja sekesai mandi ia mengeluarkan kepalanya merasa lega karena suaminya tertidur.

__ADS_1


Gracya ikut membaringkan tubuhnya di samping suaminya karena ia juga merasa lelah. Sudah empat puluh lima menit meteka tidur pihak MUA datang merias meteka karena pesta pernikahan mereka segera di mulai.



Para tamu sudah memenuhi ruangan mereka sangat memuji riasan pernikahan mami Atika tak mau sembarangan dalam hal ini walau Akbar hanya seorang asisten putranya tapi ia ingin memberikan terbaik untuknya.


Dyah, Ira dan Fathan duduk di tempat yang telah di tentukan.


" Kakak ingin makan Fathan ambilkan ya" kata Fathan.


" Dek biar kak panggil pelayan untuk membawanya" kata Dyah, Azka sedang bicara dengan klien yang di undang, saat melihat istrinya memanggil pelayan ia izin ke tempat istrinya.


" Sayang ada apa? " Azka. " Mas kami lapar dan minta pelayan mengambilnya" kata Dyah, Azka tersenyum dan memanggil pelayan mengambil makanan untuk istri dan lainnya.


Akbar dan Gracya memasuki aula semua mata tertuju pada mereka mami Atika dan ibu Gracya membawa mereka ke panggung.


Para tamu memberi selamat pada mereka termasuk Farel dan Prisia yang hadir.


" Akbar Gracya selamat semoga kalian selalu bahagia" kata Dyah, ikut memberi selamat.


" Tuan, nona apa ini" kata Akbar, saat Azka memberi amplop pada Akbar.


" Itu hadiah dari kami untuk kalian" kata Dyah, memeluk lengan suaminya. Akbar membukanya ia dan Gracya terkejut melihat hadiah yang diterimanya.


" Dyah terima kasih" kata Gracya, memeluk Dyah, Akbar tersenyum dan menanggukan kepalanya Azka dan Dyah memberi mereka hadiah berupa tiket ke Swiss dan menginap hotel selama seminggu.


Akbar dan Gracya malamnya berangkat ke Swiss papi Ammar juga memberikan kupon berbelanja salah satu mall mewah di sana, awalnya Akbar menolak dengan tegas papi Ammar memaksa.


Dyah merasa bahagia karena sahabatnya telah menemukan kebahagiaannya dan dia mengelus perutnya yang mulai terlihat dan berdoa agar mereka selalu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2