
Sejak Aquira bangun dia terus berada di depan pintu karena dia bangun agak kesiangan hingga tak sempat bertemu Dyah yang sudah bersiap untuk daftar kuliah, bibi Sumi dan lainnya sudah membujuknya untuk mandi tapi Aquira menolaknya.
" Jika Ira tidak mau mandi nanti nenek katakan pada bunda kalau putrinya tidak mau nurut pada nenek" kata mami Atika, Aquira menunfukan kepalanya melirik neneknya.
Aquira mendekati neneknya dan pegang tangannya. " Nenek Ira mau mandi, Ira tidak mau nanti bunda marah" kata Aquira dengan menundukan kepalanya, mami Atika tersenyum.
" Baiklah neneka akan menemani cucu nenek ini mandi jika bunda sudah pulang pasti senang katena Ira sudah wangi" kata mami Atika kemudian membawa Aquira ke kamar untuk menemani cucunya.
" Assalamualaikum " Kata Dyah baru datang. " Bunda" teriak Aquira senang melihat Dyah dan memeluknya. Dyah menggendongnya.
" Bunda darimana Ira menunggu" kata Ira. " Maaf ya sayang karena membuat putri bunda menunggu lama" kata Dyah.
" Dyah bagaimana hasilnya?" mami Atika. " Test masuknya minggu depan nyonya" kata Dyah, mami Atika menanggukan kepalanya.
Selama seminggu ini Dyah belajar giat untuk mengikuti test masuk kuliah, Azka membawa Aquira ke kantornya agar tidak menanggu Dyah begitu pula dengan bibi Ina membantu Dyah dalam menyiapkan kebutuhan Fathan.
__ADS_1
Dyah merasa bersyukur karena semua orang bersedia membantunya begitu pula dengan tuan dan nyonya Alexanders.
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Dyah karena akan mengikuti test masuk kuliah, dia metada deg deg an bersyukur karena adiknya dan lainnya memberikan kekuatan.
Dyah sudah berada di ruang ujian disana banyak calon mahasiswa mengikuti tes, Dyah fokus mengikuti semua test yang diselenggarakan oleh pihak kampus dan jurusan yang dia minat.
Dyah fokus mengerjakan semua soal yang diberikan oleh panitia pelaksana test, Dyah merasa lega telah melaksanakan beberapa test yang harus diikutinya.
Sekarang dia menantikan hasil test yang akan di umumkan beberapa hari lagi, Dyah merasa harap cemas dengan hasilnya hingga dia tak menyadari sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders.
" Dyah kita sudah sampai" kata supir. " Pak Dyah minta maaf" kata Dyah, supir hanya tersenyum.
" Terima kasih pak" sahut Dyah, keluar dari mobil tapi belum berani untuk masuk.
Semua orang sudah menunggu Dyah sejak tadi mereka tak sabar dengan test yang di jalani oleh Dyah, mami Atika sampai mondar mandir menunggu Dyah papi Ammar hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
" Mami tenanglah Dyah pasti sukses dengan tesnya" kata papi Ammar. " Itu harus papi jika mereka tmtak meluruskan Dyah mami akan minta Azka menghentikan donasi terhadap kampus itu" kata mami Atika dengan tegasnya, papi Ammar hanya menggelengkan kepalanya.
Semua mata dikejutkan dengan Dyah baru masuk. " Dyah, kakak" kata mami Atika dan Fathan berbicara secara bersamaan.
" Bagaimana?" mereka, Dyah menghela nafasnya. " Mami biarkan Dyah masuk dulu" kata papi Ammar merasa kasihan melihat Dyah diburu pertanyaan oleh istrinya juga Fathan.
Mami Atika menanggukan kepalanya Fathan memegang tangannya mengajak kakaknya duduk, Aquira langsung duduk di pangkuannya Azka membiarkannya karena tahu Dyah membutuhkan ketenangan.
" Bunda" kata Aquira, Dyah tersenyum dan memeluk Ira, Ira merasa bahagia dan lainnya tidak ada protes.
" Tuan, nyonya, tuan muda dan lainnya testnya akan keluar beberapa hari lagi" kata Dyah terdengar gugup.
Mami Atika mendekatinya tanpa di duga Dyah memeluknya membuat suasana menjadi hening.
" Dyah aku yakin kamu pasti berhasil dengan tst ini karena kerja keras tak akan mengecewakan pemiliknya" kata mami Atika.
__ADS_1
" Terima kasih nyonya " sahut Dyah, Azka tersenyum tipis tanpa ada yang menyadarinya.
Taklama bibi Ina datang dan menyatakan bahwa makan malam sudah siap.