
Kediaman keluarga Alexanders
Hari telah menunjukkan jam 12 malam Azka baru saja pulang dari perusahaan, dia melihat rumahnya sepi tak ada satu pun pelayan yang terlihatan.
Ketika Azka membuka pintu kamarnya papi Ammar memanggilnya.
" Azka" kata papi Ammar, terlihat putranya sudah kelelahan, Azka mendekati papinya.
" Papi sudah dengar dari Dyah kalau kamu beberapa hari akan lembur tapi perhatikan kesehatanmu, beberapa hari lagi kita akan melamar Dyah secara resmi serahkanlah sebagiaan pekerjaan pada bawahanmu. Sekarang istirahatlah hari sudah larut" kata papi Ammar, menepuk punggung putranya kembali masuk ke kamar.
Azka menyandarkan dirinya ke dinding memikirkan perkataan dari papi Ammar, Azka menghela nafasnya masuk ke kamar dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah tubuhnya terasa segar Azka menyandarkan diri ke kasur sambil memandang foto Dyah yang dia jadikan walpaper.
" Maaf sayang seharian ini aku tak menghubungimu tapi aku telah menyuruh orang untuk melindungimu saat tak ada di rumah, benar kata papi aku harus banyak istirahat dan mempercayai pekerjaan dengan yang lain" guman Azka, membaringkan tubuhnya.
Keesokan harinya terdengar suara adzan Dyah bangun tidur segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk sholat subuh.
Hari Dyah ada kuliah siang jadi dia bisa ke restoran pagi ini untuk menghadiri pembukaan restorannya. Bibi tersenyum melihat Dyah sudah duduk di kursi dan melihat HP apakah ada pesan.
Fathan yang sudah rapi dan bersiap ke sekolah menuju ruang makan.
" Nanti kakak yang antar ke sekolah" kata Dyah. " Memangnya kakak tidak ke kampus? " Fathan, meminum susunya.
Dyah tersenyum. " Kakak masuk siang pagi ini kakak ke restoran ada acara pembukaan restoran" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.
Dyah mengantarkan adiknya ke sekolah setelah memastikan adiknya sampai masuk ke dalam kelas Dyah melajukan mobil menuju restoran, Dyah mengendarai mobilnya tanpa ada halangan tanpa terasa dia sudah sampai di restoran miliknya.
Dyah tersenyum melihat papan nama Restorannya sudah ganti dia masuk ke dalam disana sudah ramai di penuhi oleh pengunjung, Dyah berkumpul bersama karyawan Restorannya.
Tiba saja semua orang terkejut melihat Azka Abbbiya Alexanders datang membuat suasana menjadi hening Dyah yang sedang berbicara dengan manager merasa aneh suasana menjadi hening, Dyah membalikan tubuhnya melihat sekitarnya semua mata tertuju pada pintu masuk.
__ADS_1
" Mas Azka" kata Dyah, tersenyum mendekatinya dan mencium tangannya Azka mencium keningnya.
" Mas kok disini katanya sibuk" kata Dyah, yang heran melihat Azka berada di restorannya.
" Mas diberitahu mami katanya hari ini pembukaan restoranmu, kenapa tidak memberitahu mas" kata Azka, mencubit hidung Dyah. Dyah tersenyum dan mengajak Azka dan Akbar duduk.
Para pengunjung saling berbisik satu sama lainnya mereka membicarakan hubungan antara Dyah dan Azka.
" Aku tak sia-sia datang kesini bisa lihat tuan muda Azka secara langsung, tapi ada hubungan apa tuan muda Azka dengan pemilik restoran ini" seru salah satu pengunjung.
" kata suamiku merupakan klien tuan muda Azka katanya beliau akan menikah dalam waktu dekat ini, apakah gadis ini calonnya lihat walau tanpa make up tapi tidak mengurangi kecantikannya" seru pengunjung.
Begitulah terdengar suara ada juga antara mereka tidak menyukainya karena mereka hanya beranggapan bahwa mereka lebih cantik dari Dyah, acara pembukaan Dyah Restoran berjalan dengan sukses.
Azka dan Akbar pamit harus ke perusahaan sedangkan Dyah pulang dan bersiap ke kampus.
Dyah mengendarai mobilnya menuju Universitas A dalam perjalanan dia melihat Prisia sedang menunggu angkotan umum, Dyah menghentikan mobilnya tepat di depan Prisia. Prisia terkejut melihat Dyah sudah berada di hadapannya.
" Nona" kata Prisia, memberi hormat. " Kak jangan panggil Dyah begitu panggil nama saja" kata Dyah, senyyum.
Universitas A.
Mahasiswa terkejut melihat Prisia keluar dari mobil Dyah mereka tidak percaya apa yang mereka lihat.
" Lihat dia sudah berteman dengan gadis itu ayo kita pergi" kata Resia, yang tidak menyukai Prisia mulai berteman dengan Dyah, Abel mengikutinya dari belakang.
" Kalian berdua lihat mereka berdua apakah aku tak salah lihat, orang yang menyukai sahabatku sekarang berteman dengan orang yang disukai oleh sahabatku " kata Lionel, Rayyan menanggukan kepalanya berbeda dengan Farel hanya meliriknya dan meninggalkan mereka berdua dengan terkejutannya.
" Farel, kamu mau kemana ayo kita tanya pada mereka kita kan jadi penasaran" kata Lionel. Farel hanya diam terus menuju kelasnya.
Mahasiswa yang melihat keduanya pasti takkan ada yang percaya bahwa Prisia yang terkenal galak bisa berteman dengan Dyah yang menjadi bahan bullynya.
__ADS_1
Mereka berpisah saat menuju kelas masing-masing Gracya masuk kelas dan duduk di samping Dyah, dia mendengar bisik-bisikan teman sekelas membicarakan sahabatnya.
" Dyah, kamu dan kak Prisia berangkat kampus bersama? " Gracya. " Tadi kak sengaja bertemu saat perjalanan ke kampus" kata Dyah.
" Pantas mereka membicarakan kalian biasa kak Prisia sering berbuat ulah terhadapmu tapi sekarang kalian berteman" kata Gracya.
Dosen masuk memulai pembelajaran hari ini mahasiswa fokus mendengarkan pembelajaran yang dia berikan.
Satu jam berlalu dosen keluar kelas mahasiswa satu petsatu meninggalkan kelas.
" Dyah temani aku ke perpustakaan ya aku harus mencari beberapa buku untuk jurusan desain" kata Gracya.
" Ayo aku juga mencari buku mengenai Restoran" kata Dyah, mereka keluar kelas menuju perpustakaan.
Mereka mencari buku yang dibutuhkan untuk keperluan mereka, Dyah mencari buku mengenai Restoran dia harus mendalami pengetahuan tentang mengurus sebuah Restoran.
Prisia menuju kantin kebetulan dia membawa bekal dari rumah, Farel dan sahabatnya juga menuju kantin mereka mencari tempat duduk.
" Lihat itu ada bangku kosong" kata Rayyan, ternyata bangku kosong itu depan Prisia. Rayyan terkejut ternyata di belakang mereka ada Prisia menikmati makanan sendirian.
Rayyan memberitahu sahabatnya kalah ada Prisia di belakang mereka, tapi Farel tetap menikmati makanannya.
" Hei lihat nih ada orang jatuh miskin kalian tahu nggk kalau usaha keluarganya sudah bangkrut dan mempunyai utang pada rentenir, kalian mau tahu nggak beberapa hari yang ayahnya datang ke perusahaan keluargaku untuk meminjam dana tapi papi tidak mau. Tentu saja siapa yang mau meminjamkan uang pada orang miskin dan sekarang dia malah berteman dengan gadis pelayan itu" kata Abel, mengatai soal Dyah.
" Dan pelayan itu yang membayar utangnya" kata Gracya, membuat seisi kantin terkejut mendengarnya.
" Jangan asal bicaramu kami takkan percaya dengan kata-kata mu" kata Resia, diangguk oleh Abel.
" Kak ini aku bawakan buku mengenai pengelolaan Restoran bantu aku membacanya ya lihat ini sangat sangat " kata Dyah, meletakan beberapa buku diatas meja. Prisia menanggukan kepalanya.
" Untuk apa kalian belajar semuanya ini hanya seorang pelayan sok belajar cara pengelolaan restoran" kata Resia, tersenyum sinis.
__ADS_1
" Tentu Dyah harus banyak belajar cara pengelolaan Restoran, karena Restoran itu kan miliknya" kata Gracya.
Membuat suasana Restoran tegang mahasiswa seakan membisu, mereka hanya tahu kalau Dyah bekerja di cafe sebagai pelayan.