CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 138


__ADS_3

Hari sudah menunjukan jam 11 malam tapi Azka belum juga pulang membuat Dyah khawatir pada suaminya, ia sempat tidur setelah makan malam bersama keluarga lainnya.


Dengan hati-hati Dyah turun dari tempat tidur dan membuka pintu karena ia merasa haus, saat turun dari tangga ia melihat pintu depan terbuka dan terlihat Azka yang baru masuk.


" Mas " kata Dyah merasa bahagia karena suami yang ia tunggu telah pulang.


Azka terkejut melihat Dyah berlarian, Azka langsung menghampirinya dan memeluknya,Dyah tersenyum dan membalas pelukan suaminya.


Dyah dapat merasakan nafas Azka yang berat dan membuatnya sedikit bersalah.


" Mas Dyah minta maaf tadi Dyah haus dan air habis makanya Dyah keluar dari kamar, Dyah juga menunggu mas yang belum pulang" kata Dyah, menundukan kepalanya setelah melepas pelukannya.


Azka juga merasa bersalah karena tidak menghubungi istrinya karena tadi ia sangat sibuk hingga melupakan memberi kabar pada istrinya.


" Sayang seharusnya mas yang minta maaf karena tidak memberitahumu kalau mas akan pulang larut, tadi perusahaan banyak berkas yang harus mas periksa. Ayo kita ke dapur mengambil minuman mas tak ingin kamu dan si kembar kelelahan" kata Azka, mencium kening istrinya.


Mereka mengambil minuman di dapur setelah itu mereka kembali ke kamar, Azka tak ingin Dyah berjalan terlalu lama.


" Sayang besok kita ke dokter kandungan memeriksa kehamilanmu" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.


" Kamu istirahatlah mas ke kamar mandi dulu" kata Azka, menyelimuti Dyah. Dyah tersenyum dan memenjamkan matanya apalagi ia sangat merasa mengantuk.


Azka menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah dari kamar mandi Azka mengikuti Dyah yang telah lebih dulu tidur.


Keesokan harinya terdengar suara adzan mengkumandang Azka bangun tidur, ia melihat Dyah masih nyenyak kemudian ia menuju kamar mandi bersiap untuk sholat subuh.


Setelah memakai baju koko Azka mengajak Dyah sholat subuh berjamaah,Dyah tersenyum melihat suaminya yang telah rapi kemudian Dyah bersiap.


Mami Atika dan papi Ammar juga bersiap sholat subuh berjamaah di kamar dan tidak lupa dengan Fathan dan Aquira bersiap ke sekolah.


Mami Atika menuju dapur dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami, anak dan menantu tidak lupa kedua anak yang mau berangkat ke sekolah.


" Bibi tolong siapkan bekal untuk Fathan dan Aquira" kata mami Atika.


" Baik nyonya" seru bibi Ina, langsung menyiapkan bekal untuk mereka.


Mami Atika tersenyum melihat suaminya datang tidak lupa papi Ammar duduk di tempat biasa.

__ADS_1


" Mi mana anak-anak? " papi Ammar, tidak melihat lainnya.


" Nah itu Fathan dan Aquira" kata mami Atika, melihat mereka turun dan sudah rapi dengan pakaian sekolah.


" Mami Kak Dyah kok belum turun? " Fathan. " Sebentar lagi pasti bangun" kata papi Ammar.


" Nak dimana istrimu? " mami Atika, pada Azka karena Azka turun sendiri.


" Dyah masih tidur mi, biarlah dia tidur nanti kami akan ke dokter memeriksa kandungannya" Kata Azka, mereka menanggukan kepalanya.


" Papi, bunda sakit ya" kata Aquira, mendengar Azka membawa Dyah ke dokter.


" Tidak sayang bunda ke dokter memeriksa adik yang berada dalam perut bunda, ayo habiskan makanannya papi akan mengantar kalian ke sekolah" kata Azka.


Selesai makan sesuai yang dikatakan oleh Azka ia mengantar Aquira dan Fathan ke sekolah, pertama ia mengantar putrinya kemudian Fathan.


Kembali ke tempat Dyah.


Setelah kepergian Azka mengantar Aquira dan Fathan ke sekolah, Dyah bangun dari tidur dan tidak melihat Azka.


" Mami maaf Dyah baru bangun" kata Dyah, merasa tak enak melihat mami Atika duduk di ruang tengah.


Melihat menantunya sudah bangun mami Atika hanya tersenyum dan mendekatinya.


" Tidak apa sayang mami paham,ayo kita ke ruang makan kamu belum makan nanti Azka datang katanya mau ke dokter" kata mami Atika.


Dyah menanggukan kepalanya mami Atika menemani menantunya makan.


Tak membutuhkan waktu yang lama Azka pulang dan mengajak istrinya memeriksa kandungan, setelah berpamitan pada orangtuanya mereka menuju rumah sakit.


Rumah sakit


Para dokter dan petinggi rumah sakit menyambut kedatangan Tama dan Dyah.


" Selamat datang tuan muda Tama dan nona muda sesuatu kehormatan bagi kami dapat melayani kalian" kata direktur rumah sakit.


Azka dengan dinginnya menanggukan kepalanya dan Dyah tersenyum pada mereka, setelah sambutan yang baru saja terjadi Azka dan Dyah menuju dokter kandungan.

__ADS_1


Beruntung sebelum berangkat Azka Menghubungi Akbar untuk mendaftarkan istrinya untuk jadwal pemeriksaan kandungan, jadi mereka tidak perlu antri yang lama.


" Selamat datang tuan nona, silahkan duduk" kata dokter Indah. Dokter Indah merupakan dokter yang menganani Dyah sejak awal.


" Nona silahkan berbaring kita akan melihat keadaan janin nona, semoga saja baik saja" kata Dokter Indah.


Azka membantu Dyah berbaring dan suster mengoles jel pada perut Dyah, Dokter melakukan pemeriksaan pada kandungan Dyah


" Nona tuan kandungan nona sudah memasuki 6 minggu dan kandungan nona masih lemah" kata dokter Indah.


" Mas" kata Dyah, sedih mendengar keadaan kandungannya yang masih lemah, Azka sebenarnya masih sedih mendengar keadaan kehamilan istrinya.


Setelah pemeriksaan dokter meminta Dyah duduk, Azka memeluk sang istri yang sedih.


" Tuan, nona saya akan memberikan vitamin untuk memperkuat kandungan" kata dokter.


" Terus apa yang harus saya lakukan dok" kata Dyah, mengelus perutnya yang masih rata.


" Nona harus memperbanyak istirahat dan berfikir positif atau nona dapat melakukan kegiatan yang positif tapi jangan mempererat fikiran, tuan" kata dokter.


" Ya dok" kata Azka. " Saya harap anda dapat menahannya selama beberapa bulan sebaiknya kalian jangan dulu melakukan hubungan, ini demi anak kalian" kata dokter.


" Mas" kata Dyah, Dyah tahu ini pasti sangat berat untuk suaminya.


" Sayang mas bisa menghadapinya ini semua demi kalian" kata Azka. Dokter tersenyum melihat Azka sangat mencintai istri dan calon anaknya tanpa memperpentingkan nafsu.


Azka dan Dyah pamit pada dokter dan menuju apotik untuk menebus obat, kemudian mereka keluar dari rumah sakit menuju kediaman keluarga Alexanders.


Ketika perjalanan Dyah melihat toko buku. " Mas berhenti di sana" kata Dyah.


" Ya sayang kamu ingin sesuatu" kata Azka.


" Mas Dyah ingin membeli beberapa buku mungkin dengan membaca buku Dyah tidak merasa bosan mas, apalagi Dyah cuti dari kampus dan Gracya jarang ke rumah karena ia sibuk" kata Dyah.


Azka menanggukan kepalanya dan memperberhentikan mobil tepat di depan toko buku, Azka memegang tangan istrinya agar tidak terjadi sesuatu, Dyah banyak membeli beberapa buku mengenai kehamilan, novel dan juga membeli buku untuk Aquira dan Fathan.


Setelah merasa cukup mereka menuju kasir untuk membayar, kemudian mereka menuju kediaman keluarga Alexanders.

__ADS_1


__ADS_2