
Azka sangat marah dengan apa yang diberitahu oleh anak buahnya mengenai siapa yang telah penculik Dyah.
" Beraninya wanita itu menculik istriku sepertinya dia tidak tahu siapa Azka Abbiya Alexanders" seru Azka, dengan mata merah sampai Akbar menggigit ngeri melihat kemarahan Azka.
"Akbar"kata Azka, dengan dinginnya. " Ya tuan muda" kata Akbar tahu kalau Azka akan memintanya sesiatu.
" Kamu tahu dimana tuan Robert Zract dan nyonya Violita zract berada? " Azka, tersenyum tapi jika ada yang melihat senyuman Azka saat ini pasti ketakutan.
" Mereka memulai usaha baru di Australia, tuan muda dan putrinya bekerja sebagai sekretaris salah satu perusahaan besar di sana" kata Akbar.
" Jadi mereka memulai usaha di sana, Akbar kamu percaya putrinya hanya bekerja sebagai sekretaris" kata Azka, menatap tajam pada Akbar. Akbar menggelengkan kepalanya ia cukup tahu seorang Selly Zract yang biasanya hidup mewah takkan sanggup hidup dengan sederhana.
" Akbar bawa orangtuanya kesini mereka pasti tahu dimana dan siapa yang mrmbantu putrinya, dia takkan berani melakukan hal ini sendirian" kata Azka dengan dinginnya, Akbar menanggukan kepalanya segera menghubungi anak buahnya untuk membawa orangtua Sellly untuk menemui Azka.
Papi Ammar berdiri dan menemui putranya turun bersama Akbar entah kenapa dia merasa putranya akan melakukan sesuatu.
" Azka kakian mau kemana? " papi Ammar, menatap putranya.
" Papi tak perlu tahu aku pasti akan membawa istri dan calon anak kami pulang, papi disini saja bersama lainnya" kata Azka, dengan dinginnya.
" Papi hiks hiks bawa Bunda pulang ya Ira ingin bunda" kata Aquira, menatap sedih pada papinya. Azka mendekati dan memeluk putrinya.
" Papi janji akan bawa bunda pulang dan bersama kita lagi, Fathan tunggu kakak pulang ya dan jaga Ira juga lainnya" kata Azka, mengelus kepala Fathan. Aquira dan Fathan menanggukan kepalanya.
Mami Atika mrncoba untuk bicara pada putranya tapi Azka pergi begitu saja tanpa memandang mami Atika membuat mami Atika sedih melihat putranya marah padanya.
" Azka" teriak papi Ammar, marah melihat putranya tidak menanggapi istrinya Akbar meminta istrinya menjaga mereka dan memberi hormat pada lainnya mengikuti langkah kaki Azka.
" Papi " kata mami Atika, menggelengkan kepalanya melarang suaminya memanggil putranya, papi Ammar menenangkan istrinya.
__ADS_1
Bibi Sumi mengajak Fathan dan Aquira ke taman membiarkan majikannya di ruang tengah agar merasa tenang.
Azka dan Akbar pergi ke markas yang biasanya di gunakan untuk menghabisi para pengkhianat dan musuh keluarganya, mereka di sambut oleh Xanders.
Xanders merupakan kepercayaan Azka yang dipercaya untuk mengurus markas.
" Selamat datang kembali tuan muda dan Akbar ,sudah lama kita tak berjumpa kami siap perintah yang akan anda perintahkan" kata Xanders, Azka menepuk punggungnya dan Akbar Xanders tos ketika mereka bertemu.
Azka, Akbar dan Xanders masuk sebuah ruangan mereka membicarakan rencana untuk mencari keberadaan Dyah dan menyelamatkannya.
" Xanders, kamu sudah memerintahkan mereka untuk membawa mereka kesini" kata Azka, membicarakan oramgtua Selly Zract.
" Sudah tuan muda mereka dalam perjalanan ke sana kita hanya menunggu kabar dari mereka " kata Xanders, dengan santainya.
Australia.
Violita dan Robert sedang berada di rumah mereka sangat bahagia karena usaha baru mereka mulai berkembang.
" Selly sedang pergi bersama bosnya ke luar negeri, pi" kata Violita, Robert menanggukan kepalanya.
Saat mereka bersantai menikmati minuman yang di buat oleh bibi terdengar suara bel berbunyi.
" Siapa yang satang malam-malam begini" kata Violita, dengan kesal Robert juga mwrasa bingung karena ia tak ada tamu yang datang ke rumahnya.
" Mi bukalah siapa tahu penting" kata Robert, walau sedikit kesal ia membuka pintu.
Violita terkejut melihat lima orang datang ke rumahnya dengan berpakaian hitam dengan wajah yang garang.
" Tuan mencari siapa? " Violita, dengan nada yang takut.
__ADS_1
Elang melirik dua temannya agar masuk ke dalam mencari keberadaan Robert.
" Hei kalian kenapa masuk begitu saja sebenarnya kalian siapa? " Violita.
" Sebentar lagi kalian akan tahu siapa kami" kata Elang, dengan senyuman smirk mengokode temannya mengikat Violita.
Violita terkejut melihat suaminya juga di tangkap.
" Tuan kami ada salah apa, mami katakan pada papi kesalahan apa yang kamu lakukan " kata Robert, Violita menggelengkan kepalanya emang dia nggak tahu apa yang tengah terjadi.
" Kalian sebentar lagi akan tahu, kalian bawa mereka ke mobil " kata Elang, anak buah Azka membawa pasangan suami istri ke mobil dan menuju ke bandara di bawa ke kota menemui Azka.
Dua jam kemudian Elang tiba di markas para tahanan di tutup matanya mereka di bawa keruang tahanan, kaki dan tangannya diikat.
" Lepaskan kami sebebarnya kalian siapa" teriak papi Ammar, ketakutan melihat ruangan sekitarnya berbau darah yang telah kering Violita tetlihat pucat ketakutan.
Tak ada seorang pun yang mendengar teriakan mereka.
" Tuan muda mau melihat mereka" kata Xanders, dengan dinginnya Azka meninggalkan ruangan Akbar menepuk punggung Xanders mengikuti Akbar.
Xanders memerintah dua anak buahnya menjaga tahanan jangan biarkan mereka kabur, Akbar mengantar Azka kembali ke kediaman keluarga Alexanders selama perjalanan tak ada suara yang tersengar dan Akbar tidak berani bicara.
Satu jam kemudian mereka sampai di kediaman keluarga Alexanders Azka memilih masuk ke kamar putrinya sedangkan Akbar menuju kamar tamu dimana Gracya tidur.
" Papi" kata Aquira, melihat Azka masuk ke kamarnya Azka senyum tipis melihat putrinya bangun.
" Sayang ayo tidur nanti bunda marah karena putrinya tidur malam" kata Azka, masuk ke selimut putrinya.
" Papi, bunda" kata Aquira dengan mata yang mulai terpenjam, Azka menepuk punggung putrinya dan berjanji akan membawa pulang bunda dan adik kembarnya.
__ADS_1
Sebuah rumah kosong yang terletak sudut kota penuhi dengan perpohonan sekitarnya dan di jaga banyaknya anak buah yang berpakaian hitam.
Terlihat mobil datang dan berhenti di depan rumah ada sosok wanita yang tak sadarkan diri di bawa oleh seorang masuk ke dalam, mereka diikuti oleh wanita lainnya juga beberapa orang di belakang masuk ke dalam.