CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 96


__ADS_3

Rumah sakit.


Keadaan rumah sakit ramai dengan kedatangan keluarga pasien yang menemani anggota keluarganya yang sakit, para dokter penjaga malam hari berkeliaran sekitar rumah sakit karena harus ada dokter penjaga untuk merawat pasien.


Ruang ICU.


Azka sedang menemani putrinya duduk sofa sambil memeriksa HP sebenarnya dia ingin menghubungi Dyah, tapi di urungkan karena hari sudah malam.


" Dia pasti sudah tidur " kata Azka sambil memenjamkan matanya, Azka mengistirahatkan tubuhnya di sofa.


Keesokan harinya mami Atika dan papi Ammar pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan cucunya karena semalam mereka tak bisa tidur.


" Papi semoga saja cucu kita sudah sadar" kata mami Atika, mereka sudah berada di rumah sakit papi Ammar menengkan istrinya.


Kret


Pintu di buka oleh papi Ammar terlihat Azka sedang tidur di sofa dan cucunya masih belum sadar, mami Atika mendekati Aquira dan mencium keningnya.


" Sayang ini nenek ayo cepat sadar nak nanti kita bermain bersama lagi" kata mami Atika, memegang tangan cucunya dan air matanya mengalir di pipinya.


Papi Ammar duduk di samping Azka terlihat putranya sangat lelah, Azka merasakan ada orang disampingnya bangun danmelihat orangtuanya sudah datang.

__ADS_1


" Papi, Azka ke kamar mandi dulu membersihkan diri" kata Azka, papi Ammar menanggukan kepalanya.


Azka membersihkan dirinya terpaksa pergi ke kantor karena ada metting yang tidak dapat di tunda, tak membutuhkan waktu yang lama Azka keluar dengan pakaian yang sudah rapi.


" Azka, mami sudah bawakan sarapan sebaiknya kamu makan dulu sebelum berangkat" kata mami Atika, duduk di samping suaminya.


Azka tersenyum lalu duduk di samping mami Atika dan menikmati sarapan yang di bawa oleh mami Atika untuknya.


" Azka, apakah Dyah tidak datang pagi ini? " mami Atika, papi Ammar memegang tangan istrinya dan menggelengkan kepalanya mami Atika menanggukan kepalanya.


" Mungkin dia kuliah mam, Azka pergi dulu Akbar sudah menghubungiku" kata Azka, melihat asa panggilan di HP.


" Mami, Papi setelah metting pagi ini Azka segera ke sini" kata Azka. " Kamu tenang saja Ira kami akan menjaganya" kata papi Ammar.


Tok, tok, tok


Mami Atika membuka pintu terlihat dokter yang datang.


" Silahkan dokter" kata mami Atika mempersilahkan dokter dan suster masuk.


Dokter membaca catatan medis Aquira setelah di lakukan operasi dan memeriksa keadaannya.

__ADS_1


" Dokter bagaimana keadaan cucu kami? " papi Ammar, melihat dokter telah selesai dengan pemeriksaannya.


" Alhamdulillah keadaan pasien sudah stabil sekarang kita hanya menunggunya sadar dari komanya" kata dokter.


" Sampai kapan kami harus dokter? " mami Atika. Dokter tersenyum.


" Kita hanya berdoa nyonya agar pasien dapat sadar dan pasien sudah dapat di pindahkan ke ruang rawat" kata Dokter.


" Baik dok saya yang akan mengurusnya" lata papi Ammar, kemudian dokter pamit melanjutkan pemeriksaan terhadap pasien.


Papi Ammar mengurus ruang rawat untuk cucunya dan meminta agar cucunya di rawat di VVIP, setelah mengurus semuanya Aquira di pindahkan ke ruang VVIP 1 dan mami Atika telah memberitahu putranya.


Universitas A.


Keadaan kelas sepi karena mahasiswa ada ke perpustakaan dan ada yang kantin untuk mengisi perutnya.


" Dyah, kamu nggk ke rumah sakit lagi? " Gracya, Dyah menghela nafasnya.


" Aku tak tau Grac" kata, Dyah, menggelengkan kepalanua.


" Apakah karena tuan muda Azka kamu takut nanti dilihat oleh istrinya" kata Gracya yang tak mengetahui pernikahannya batal.

__ADS_1


Dyah menatap sahabatnya dan memberitahu kalau pernikahan Azka dengan Helena gagal.


" Apa"


__ADS_2