
Dyah segera mengangkat panggilan dari nyonya Atika, dia khawatir pada Aquira yang sejak pagi dia tinggalkan.
" Asssalamualaikum, nyonya apakah semua baik saja, nona tidak apa kan nyonya" pertanyaan Dyah membuat mami Atika tersenyum.
" Dyah tenanglah semuanya baik saja hanya Ira ingin mendengar suaramu, bagaimana hari pertamamu? " mami Atika.
" Maaf nyonya, Alhamdulillah nyonya semuanya baik". " Oma kapan Ira bicara dengan hunda, Ira minta hubungi bunda karena rindu tapi malah oma yang bicara" Aquira memajukan bibirnya karena kesal.
" Hahaha, Dyah bicaralah bersamanya terlihat dia sedang kesal" kata mami Atika, memberikan HP pada cucunya.
" Bunda Ira kangen, kapan bunda pulang disini sangat membosankan karena tak ada bunda disini" kata Aquira.
" Ira tidak baik begitu bunda sebentar lagi pulang ingat jangan nakal sama oma" sahut Dyah.
Farel sejak tadi memperhatikan Dyah yang tertawa, tersenyum saat menerima panggilan.
" Manis" guman Farel, tapi didengar oleh sahabatnya Rayyan dan Lionel
Plak
" Siapa yang kamu bilang manis? " Rayyan, Farel hanya melirik sekilas dan kembali melakukan kegiatannya menyusun beberapa lembaran kertas. Lionel dan Rayyan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dyah sudah selesai bicaranya dan kembali duduk di samping Gracya.
" Siapa yang menghubungimu sehingga membuatmu senyum bahagia" kata Gracya, menaiki alisnya, Dyah tersenyum tidak mungkin dia katakan kalau menghubunginya adalah majikan dan cucunya.
" Orang di rumah" kata Dyah. " Keluargamu" kata Gracya, menanggukan kepalanya Dyah tersenyum dan menggelengkan kepalanya tiba saja membayangkan dia hidup bahagia bersama Azka dan Aquira.
Prok, prok, prok.
" Apakah semuanya sudah berkumpul" teriak Farel. " Sudah kak" kata mahasiswa baru.
" Sekarang pakai kembali peralatan kalian 10 menit lagi kumpul di lapangan" kata Farel, meninggalkan ruangan tapi matanya melirik Dyah.
Dyah dan lainnya memakai peralatan setelah selesai mereka berkumpul di lapangan, ternyata di lapangan sudah berkumpul para senior sejurusan dengan mereka.
" Kalian hanya memberi waktu 30 menit untuk membuat video, sekarang waktunya" seru Prisia, salah satu senior.
Semua mahasiswa bubar dan memikirkan video yang mereka buat.
" Sekarang kita buat video apa, apakah k as lian memiliki ide" kata Gracya, pada teman sek ef lompoknya.
Mereka memikirkan Video apa yang harus mereka tunjukan pada senior.
__ADS_1
" Bagaimana kita membuat video menyanyikan lagu bertema maba lengkap dengan perlengkapan yang kita pakai, bagaimana kurasa itu lebih baik dari pada kita kena hukuman lebih karena tidak membuat video apapun" kata Dyah.
" Itu ide bagus dan peralatan ini bisa dijadikan alat musiknya, kamu yang merekamnya" kata salah satu teman satu tim.
Dyah bersama teman satu kelompok mulai membuat video, mereka menyanyikan lagu sambil memukul peralatan yang mereka bawa ada botol kosong, tas dari plastik yang mereka pukul.
Tiga puluh menit telah berlalu video kreatif sudah selesai mereka rekam.
" Sekarang kalian minta tanda tangan para senior biar kami merapikan semuanya ini" kata salah satu teman kelompok Dyah.
" Dyah ayo kita minta tanda tangan para senior" kata Gracya, mengajak Dyah, Dyah menanggukan kepalanya.
Mereka mencari keberadaan para senior dan Grecya melihat Farel berkumpul di kantin.
" Dyah itu mereka ayo kita kesana" ajak Gracya, Dyah menanggukan kepalanya.
Farel dan temannya sedang menikmati minuman.
" Kak boleh kami minta tanda tangannya" kata Gracya, Dyah memberikan kertas pada Lionel.
" Sebelum kami memberikan tanda tangan silahkan perkenalkan diri kalian" kata Lionel dengan santainya, Farel dan Rayyan hanya diam.
__ADS_1
Dyah dan Gracya memperkenalkan diri mereka dan mendapatkan tanda tangan yang mereka butuhkan.