
" Brak"
Akbar membuka pintu ruang dosen membuat yang ada di dalam terkejut melihat kedatangan Azka Alexanders, Dyah tidak tahu yang datang adalah Azka katena dia menundukan kepalanya.
" Dyah lihat siapa yang datang bisik Gracya sambil menyenggol lengan Dyah, Dyah menggelengkan kepalanya tidak mau melihat yang datang dia kira adalah Dekan kampusnya.
" Tuan Azka, ada urusan apa anda kemari maaf anda harus melihat kejadian ini, ini hanya masalah kecil" kata dosen dengan gugup.
Azka menoleh ke arah Dyah sambil tersenyum dan kembali menatap dosen secara tajam.
" Apa yang terjadi di sini? " Azka, Dyah mengerinyit dahinya. " Seperti suara tuan Azka" guman Dyah tapi bisa di dengar oleh Gracya.
" Sudah kubilang tadi tapi kamu tidak mendengarnya " bisik Gracya, membuat Dyah mengejapkan matanya.
Prisia beserta kedua sahabatnya menanggumi Azka yang terlihat tampan meski dingin.
" Kalian tahu ada urusan apa tuan Azka ke kampus kita? " Lionel. " Paling ada urusan dengan rekyor karena mendengar masalah ini makanya dia singgah ke sini" kata Rayyan.
__ADS_1
" Apa tidak ada yang menjelaskan pada saya apa yang terjadi di sini dan ketika saya lewat terdengar suara bisikan" kata Azka.
" Itu tuan Azka ada mahasiswa baru yang sudah menjadi bunda malah kuliah bukannya mengurus anaknya" kata Prisia tersenyum.
Azka membalikan badannya dan mendekati Dyah. " Maaf tuan Azka masalah ini biar saya urus" kata dosen.
" Baiklah selesaikan masalah ini dan aku akan tetap disini, ayo ikut denganku" kata Azka memegang tangan tangan Dyah mengajaknya duduk di sampingnya.
" Sekarang selesaikan masalah ini" kata Azka, semua orang syok dengan yang dilihatnya Azka memegang tangan Dyah.
" Bu ini sudah beberapa menit tapi anda belum ada keputusan, biar saya yang menyelesaikannya" kata Azka.
" Tuan muda apa yang anda lakukan" bisik Dyah. " Ini kejutan untuk mereka" kata Azka tersenyum sedangkan Dyah mengerinyit dahinya.
" Aku penasaran ada hubungan apa tuan Azka dengan mahasiswa baru ini, kamu sahabatnya kan pasti kamu tahu" kata Rayyan pada Gracya berdiri di sampingnya, Gracya hanya senyum.
" Prisia kenapa aku merasa akan terjadi hal buruk untuk kita" bisik Abel diangguk oleh Rasia.
__ADS_1
Ketika dosen akan bicara terdengar suara anak kecil.
" Papi" Aquira berlari dan memeluk Azka.Azka tersenyum dan membawa putrinya ke pangkuannya.
" Kenapa papi suruh bibi membawa Ira kesini bukankah ini sekolahnya bunda, kemaren Ira menjemput bunda bersama pak supir" kata Aquira tersenyum.
Perkataan Aquira membuat seisi ruang dosen terkejut mendengar pengakuan Aquir, " Jadi dia adalah putri seorang Azka Alexanders itulah dalam fikiran mereka, berbeda dengan yang sudah tahu.
" Sayang lihatlah sebelahmu " bisik Azka, Aquira membalikan tubuh dan matanya memancarkan kebahagiaan.
" Bunda" kata Aquira berpindah dan memeluk Dyah dengan tangan mungilnya, Dyah terdenyum dan mencium pipi Aquira.
" Dyah bawa Aquira keluar " kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.Dyah juga mengajak Gracya keluar.
Azka berdiri dan menatap mereka di dalam. " Sekarang kalian sudah tahu siapa anak itu, apakah kalian masih ingin mengeluarkan Dyah dari sini" kata Azka, Dosen menggelengkan kepalanya.
Aza keluar dari ruangan mencari putrinya dan Dyah. " Kalian pergilah " kata Dosen meminjit kepalanya.
__ADS_1
Farel dan keduanya berjalan menuju rofetoop kampus dari atas dia dapat melihat Dyah bahagia bersama Aquira, dia tersenyum melihat eajah kecantikan alami yang ditunjukkan oleh Dyah.
Seketika senyuman itu berubah melihat Azka menghampiri Dyah. " Sebelum perasaanmu berkembang lupakanlah dia, kita belum tahu hubungan apa yang mereka miliki" kata Rayyan, menepuk punggung sahabatnya dan Lionel menanggukan kepalanya.