
Ruangan Azka.
Terjadi suasana cabggung antara Dyah dan Mirna berbeda dengan si kecil Aquira masih asyik dengan kegiatannya
" Mbak kenalkan saya Dyah pengasuh Aquira" kata Dyah, mengulurkan tangannya Mirna tersenyum dan membalas uluran rangan Dyah.
" Saya Mirna nona sekretaris tuan Azka, maaf sebelumnya jika saya ingin tahu jika anda pengasuhnya nona kecil kenapa tuan memanggil anda dengan sebutkan bunda" kata Mirna merasa tak enak dia takut jika Dyah merasa terganggu.
Dyah tersenyum paham betul oeang pasti bingung jika mendenganya juga.
" Tidak apa mbak saya mengerti bagaimana harus menjelaskan semuanya, saya memang pengasuh nona Ira karena kedekatan kami makanya nona panggil saya bunda" Dyah menggaruk lehernya merasa tak enak pada Mirna.
Mirna menanggukan kepalanya tiba saja Aquira mendekati Dyah dan menaiki pangkuannya, Dyah mencium pipinya dan mengelus punggungnya. Mirna terharu melihat kedelatan mereka.
" Bunda Ira lapar" kata Aquira menatap Dyah. " Anak bunda tenyata sudah lapar" kata Dyah melirik arlojinya ternyata hampir tiba jam makan siang.
" Bunda buka bekalnya ya sayang tadi bibi Sumi sudah menyiapkannya untuk kita" kata Dyah.
Aquira memajukan bibirnya Dyah dan Mirna tersenyum melihatnya.
__ADS_1
" Nona sepertinya nona kecil cemberut" kata Mirna dengan gemesnya mencubit pipinya. " Ih tante jangan cubit Ira, Ira tak suka" kata Aquira yang kesal.
Dyah dan Mirna tertawa melihat Aquira terlihat lucu bagi mereka.
" Memangnya putri bunda ini ingin makan apa dayang bukankah ini makanan kesukaan Ira? " Dyah membuka bekal yang disiapkan oleh bibi yang isinya ayam goreng dan sosis.
" Tapi Ira ingin yang lain bunda" kata Ira menunduk kepalanya." Memangnya putri cantik ini mau apa? " Dyah mengelus rambut Aquira.
Aquira tersenyum bahagia mendengar Dyah mengiyakan permintaannya.
" Bunda ayo kita beli sosis teriyaki dan susu strowbery" kata Aquira dengan gemesnya, Dyah menanggukan kepalanya.
Mirna tersenyum. " Biar mbak yang membelinya sepertinya nona kecil takkan melepaskanmu nona" kata Mirna.
" Terimakasih mbak" sahut Dyah, Mirna menanggukan kepalanya dan keluar menuju kantin untuk membeli pesanan Aquira.
Ruang rapat.
Keadaan ruang rapat menjadi tegang karena surat kerja sama yang ditunjukan oleh klien tak sesuai dengan perjanjian awal sehingga membuat Azka marah.
__ADS_1
Brak
Azka memukul meja hingga membuat mereka ketakutan.
" Kalian mencoba menipu seorang Azka Abbiya Akexanders dengan memberikan surat kerja sama omong kosong ini" Azka melempar surat kerja sama itu ke wajah kliennya.
Surat kerja sama berisikan hanya kerugian yang didapatkan oleh pihak Azka dengan pembagian keuntungan yang tak adil.
Klien merasa ketakutan melihat kemarahan Azka kemudian mereka pergi dari ruang rapat sebelum di laporkan ke pihak polisi.
" Sial ternyata dia tidak dapat diremehkan dengan mudah dia menemukan penipuan yang kita rencanakan" kata klien pada sekretarisnya.
Mereka melewati ruangan Azka tanpa sengaja melihat Aquira tertawa bersama Dyah.
" Siapa mereka? " Klien pada seorang ob yang kebetulan lewat. Ob memberi hormat yang dia ketahui bahwa klien dari bosnya.
" Anak kecil itu adalah putri dari tuan Azka, tuan" kata ob kemudian pamit melanjutkan pekerjaannya.
Klien tersebut tersenyum sinis melihat Aquira bermain bersama Dyah, kemudian mereka pergi dari perusahaan Alexanders Group dengan rencana yang licik.
__ADS_1
Taklama Mirna kembali ke ruangab Azka membawa pesanan Aquira dan beberapa minuman untuk Dyah dan Aquira.