Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri
TELUR PLANKTON MENETAS


__ADS_3

Assalamualaikum warahmatullahi wabakaratuh...


Hallo semuanya 🤗


Apa kabar readers kesayangan kuhh 😘


Alhamdulillah kita masih di kasih umur panjang sampai akhir tahun ini. Semoga Allah memberikan kita semuanya kesehatan dan juga umur yang panjang agar bisa bertemu di tahun-tahun berikutnya ☺️


Kaya mau ceramah aja, Thor 🤔


Oh, iya lupa 😂😂


Author cuma mau ngasih tahu nih, buat yang udah kangen sama ke bar-bar an Ayasya/Lily dan juga bucinnya Daffin 😮 Mereka udah balik lagi lhoo dengan telur-telur Plankton yang udah menetas dan tumbuh dewasa 🥳🥳


Cuzz langsung ikutan nyemplung dan siap-siap baper dan gregetan sama tingkah keluarga Plankton dan Starfishnya 'ya😜


Author kasih spoiler dikit nih ❤️❤️


"Sha ... Gil ... Biiiii ...."


Teriakan yang sama setiap paginya. Suara khas milik nyonya besar Stevano. Nyonya Lily Yovela Stevano. Wanita paruh baya bertubuh mungil dengan wajah lembut dan menenangkan. Namun, dengan bibir pedas dan pemikiran yang kritis. Ya, disanalah wanita penguasa keluarga Stevano itu tengah duduk dan menatap ke arah pintu kaca yang menghalangi dirinya dengan ketiga anaknya.


"Ck!!! Stop it, Mom! Jangan memanggil kami dengan sebutan seperti itu lagi!"


Itu Gil. Maichel Gilbert Kafeel. Sikap dingin dan cueknya memberi warna tersendiri di dalam keluarga besar Stevano.

__ADS_1


Berbeda dengan Gilbert, di sampingnya sudah berdiri si sulung yang selalu memperlihatkan garis senyumnya yang menawan. Shaka Ryuichi Stevano. Mata biru dan rahangnya yang kokoh selalu menjadi kebanggaan tersendiri baginya.


"We are coming, Mommy!" sahut Shaka seraya merangkul bahu adiknya yang memasang wajah kesal.


Melihat kedua putranya datang membuat Lily mengulum senyuman dengan kebahagiaan yang tak bisa di sembunyikan.


"Dimana adik kalian?" tanya Lily, ketika tubuh besar kedua putranya sudah mendekat padanya.


Shaka dan Gilbert saling berpandangan dan menautkan kedua alis mereka secara bersamaan. Keduanya tiba-tiba bergerak ke samping dan memberi ruang bagi seseorang untuk muncul ke hadapan ibu mereka.


"I am here, Our Pretty Mommy!"


Gadis cantik bermata biru itu berhambur memeluk tubuh mungil sang ibu yang nyaris terjerembab. Beruntung, lengan kekar kedua putranya mampu menahan tubuh mungil ibu ratu.


"Bi!!!" bentak kedua kakak beradik itu kompak.


Nyonya besar Stevano tersenyum dan mengusap lembut pipi putrinya itu. "Lain kali, jangan melakukan hal seperti itu! Kau itu sudah dewasa, Bi."


Bi adalah panggilan sayang untuk putri bungsu keluarga Stevano. Berciia Kafeela Stevano. Wajah cantiknya merupakan perpaduan dari ayah dan ibunya. Bola mata dan warna kulit yang di turunkan dari sang ayah, sedangkan sisanya adalah warisan dari sang ibu.


"Of course, Mom! Cup!" jawab Bi, di iringi sebuah kecupan di pipi ibunya.


"Semudah itu, Mom?" tanya Gilbert ketus.


Lily menatap lembut putra keduanya itu. "Adikmu sudah menyesal dan meminta maaf, Gil. Jadi, apa lagi yang harus Mommy lakukan?"

__ADS_1


Gilbert berdecak dan membalikkan tubuhnya. Berniat untuk meninggalkan ibunya yang tak pernah menganggap serius setiap perkataannya.


"Tunggu, Gil!" seru Lily, begitu tubuh Gilbert mencapai ambang pintu.


Tak ada jawaban dari mulut Gilbert. Hanya tatapan seolah menunggu kalimat berikutnya dari sang ibu.


"Pergilah bersama kakakmu ke kantor! Daddy menunggu kalian disana." Lily sudah akan menghampiri putranya itu, tapi urung ia lakukan saat Gilbert terdengar mendesah kesal.


"Mom, tanggung jawabku sudah banyak! Apakah Shaka saja tidak cukup untuk membantu Daddy?" sungut Gilbert, kemudian kembali melangkah tanpa menunggu jawaban dari ibunya.


Ada kesedihan yang nampak jelas di mata Lily. Tak pernah ia bayangkan sebelumnya, jika putra keduanya akan sedingin itu padanya.


"Mommy?" Sentuhan di bahunya membuat Lily terkesiap dan menatap wajah maskulin putra sulungnya. "Jangan di ambil hati apa yang di katakan Gil! Dia hanya sedang banyak pekerjaan di kantor, Mom. Aku akan bicara pada Daddy untuk menyelesaikan masalah ini."


Wajah dan senyuman Shaka, di wariskan langsung oleh daddynya. Daffin Miyaz Stevano. Terkadang, ketika menatap Shaka rasanya Lily seperti sedang melihat suaminya di masa lalu.


"Terima kasih, Sayang," ucap Lily lembut.


Shaka menatap lekat wajah ibunya yang menenangkan. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin ia katakan, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat.


'Sepertinya aku harus menunda untuk membicarakan hal ini dengan mommy ...'


Mereka semua ada disini 'ya 👇👇👇


__ADS_1


Author tunggu kekesalan readers semua di rumah baru keluarga Stevano 'ya 😘😘


__ADS_2