
Kehidupan rumah tangga yang indah selalu menjadi impian semua orang. Sama halnya dengan diriku, aku ingin menghabiskan waktuku bersama dengan istri dan anak-anak yang aku sayangi. Namun, garis takdirku tidak seindah yang aku bayangkan. Aku memang mendapatkan seorang istri yang cantik dan sempurna, tapi kami masih belum di anugerahi keturunan oleh Tuhan meski pernikahan kami sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Istriku seorang wanita yang sempurna. Dia memiliki semua hal yang di inginkan oleh pria, tidak terkecuali diriku. Meski awalnya aku menikahinya bukan karena keinginanku, tapi seiring berjalannya waktu aku pun mulai terbiasa dengan dirinya. Sikap lembutnya membuatku nyaman dan mulai memberi tempat bagi dirinya di hatiku. Sayangnya, semua kenyamanan dan kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Istriku, Zafreena Stevano. Dia berubah drastis sejak dokter memvonisnya sulit memiliki keturunan karena Endometriosis yang di deritanya. Aku sudah mencoba untuk memberi dukungan padanya dengan berbagai cara, tapi Reena justru semakin jatuh ke dalam jurang keterpurukan. Dia lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan selalu pulang dalam keadaan mabuk. Seperti yang terjadi malam ini, Reena pulang menjelang dini hari dan tidak mengacuhkan aku yang sudah menunggunya semalaman.
"Ree? Darimana saja kau? Aku sudah meminta Shaka untuk menjemputmu. Kenapa kau tidak ikut bersamanya?"
Reena menatapku dengan tatapan hampa, matanya memerah karena mabuk. "Kau tahu, Daff? Aku tidak suka di ganggu ketika aku sedang berusaha melupakan beban yang ada di hatiku."
Reena selalu mengatakan hal yang sama setiap aku bertanya alasan di balik sikapnya yang berubah seperti ini. Aku benar-benar tidak memahami jalan pikiran Reena yang seolah berbanding terbalik dengan sikapnya padaku sebelumnya.
"Beban apa yang kau bicarakan?"
"Inilah, Daff! Kau tidak mengerti posisiku. Aku tidak bisa memberimu keturunan. Semua orang pasti akan mengolok-olok diriku, Daff!"
Aku tidak tahu darimana datangnya pemikiran picik itu, karena aku sendiri pun tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Bagiku, selama Reena tetap menjadi istri yang baik dan selalu ada untukku, tidak masalah jika kami tidak memiliki anak sekali pun.
Air mata yang mengalir di pipi Reena memaksaku untuk diam, aku tidak bisa menyakitinya yang mana hal itu akan menyakiti hati Maya juga. Aku merengkuh tubuh Reena dan memeluknya. Tak lama setelah itu, Reena pun ambruk dan tertidur dalam dekapanku.
***
Pagi yang indah bagi sebagian pasangan yang memiliki kehidupan yang manis. Seperti pasangan yang baru saja pindah ke rumah kecil yang berada di seberang rumahku. Setiap pagi, aku selalu menyaksikan keromantisan pasangan itu melalui jendela ruang bacaku. Secara tidak sengaja, aku melihat mereka keluar dari rumahnya dan sepertinya mereka menuju ke arah danau.
Aku tak tahu apa yang aku pikirkan, tapi langkah kakiku seolah ingin mengikuti mereka kesana. Dengan cepat aku berganti pakaian dan menyusul mereka, meninggalkan Reena yang masih terlelap akibat mabuk semalam.
Begitu aku sampai di danau, aku tidak melihat pasangan itu dimanapun. Aku memutuskan untuk kembali ke rumah, setelah aku mendapatkan panggilan dari Shaka karena ada rapat yang harus aku pimpin pagi ini. Memang salahku, aku melakukan panggilan sambil terus berjalan hingga aku bertabrakan dengan seseorang. Benturan itu cukup kuat dan membuat bahuku yang sempat cedera berdenyut nyeri.
Aku tidak tahu apa salahku, tapi seorang gadis yang berada di samping pria yang menabrakku itu tiba-tiba saja marah. Lidahnya begitu tajam dan matanya juga begitu bersemangat. Tubuh mungilnya membuatku berpikir jika dia masih di bawah umur, dan hal itu tentu saja memancing amarah gadis itu.
__ADS_1
"Dengar, Tuan jangkung! Aku bukan adik kecil." teriak gadis itu menantang. "Dan aku bukan adiknya kak Erlan." teriaknya lagi.
Ternyata, gadis kecil itu adalah istri dari pria sabar yang berdiri di sampingnya. Pria itu begitu sabar dan lembut meski gadis kecil itu bersikap tidak wajar menurutku. Dia memiliki semangat dan energi yang begitu tinggi. Dan hal itu berbanding terbalik dengan suaminya yang bersikap tenang.
Setelah aku perhatikan, pasangan yang tadi bertabrakkan denganku adalah pasangan yang tinggal di seberang rumahku. Aku tidak begitu memperhatikan wajah mereka, dan aku baru menyadarinya ketika mereka sedang makan bubur di salah satu stand yang memang di sediakan di sekitar danau.
Melihat kemesraan yang di tunjukkan mereka, membuatku sedikit iri. Aku dan Reena memang suka sekali makan malam romantis, tapi kami tidak pernah sehangat itu. Dari kejauhan, aku melihat betapa mereka saling mencintai dan menghargai satu sama lain. Karena penasaran aku pun mendekat dan mencari alasan jika aku ingin membeli bubur disana, aku bahkan mengungkapkan permintaan maafku dengan membayar bubur yang mereka makan. Walaupun aku tahu, nyonya kecil itu tidak akan menerimanya.
***
Pertemuan pertamaku dengan nyonya kecil itu begitu membekas di hatiku. Sikapnya yang tegas dan berani membuatku sedikit tertarik padanya. Aku merasakan ada sesuatu di matanya yang membuatku seolah tersihir dan seperti memintaku mendekat padanya.
Sementara, hubunganku dengan Reena semakin memburuk. Kami semakin sulit berkomunikasi. Aku berusaha memperbaiki hubungan kami dengan mengurangi pekerjaanku agar aku bisa menghabiskan waktuku dengannya.
Hari ini, aku berniat mengajak Reena berbelanja. Aku membawanya ke salah satu pusat perbelanjaan milik DS Corp. Tanpa di duga, disana aku bertemu dengan suami dari nyonya kecil itu. Dia seorang diri. Aku melihatnya berada di toko perhiasan dengan wajah yang di penuhi kebahagiaan. Aku pun mengajak Reena ke toko yang sama dan berpura-pura menyapa pria itu ketika Reena sedang sibuk memilih perhiasan yang dia inginkan.
Pria itu menoleh dan memberikan sebuah kalung yang sangat indah kepada pelayan di toko itu. "Tentu saja, Tuan! Anda Tuan Stevano, pemilik DS Corp. Siapa yang tidak mengenal Anda."
Aku tersenyum kaku mendengar pujiannya. "Kau berlebihan, Tuan, apa yang sedang kau lakukan? Dimana nyonya kecilmu itu?"
Lagi-lagi, pria itu tersenyum dengan hangatnya. "Istriku? Dia di rumah, dan pastinya sedang menungguku pulang sambil terus memaki diriku yang tak kunjung kembali." Kami berdua tertawa, mengingat memang sepertinya hal itu yang akan di lakukan oleh nyonya kecilnya. "Aku berniat memberikan hadiah untuk ulang tahunnya, Tuan Stevano." tambahnya.
"Hadiah yang sangat indah." Aku melirik sebuah kalung yang sedang di pegang oleh pelayan toko. "Berikan itu secara percuma kepada Tuan ini." ucapku pada pelayan yang sedang menatap kami.
"Tidak, Tuan, aku akan membayarnya." sergah pria itu.
"Anggap saja sebagai permintaan maafku atas kejadian kurang menyenangkan yang terjadi beberapa hari yang lalu di danau."
__ADS_1
"Ternyata rumor yang beredar benar adanya. Anda memang baik hati, Tuan Stevano." puji pria itu.
"Kau terus saja menyanjungku, Tuan, tapi kita belum berkenalan. Siapa namamu, Tuan?"
Pria itu mengulurkan tangannya padaku. "Erlangga Wira Kencana. Kau bisa memanggilku Erlan, seperti yang di lakukan istriku."
"Baiklah, Tuan Erlangga. Panggil saja aku Daffin." Aku pun menyambut uluran tangannya. "Boleh aku bertanya sesuatu?" tanyaku kemudian, aku begitu penasaran sejak tadi.
"Silahkan!"
"Apa kau begitu mencintai nyonya kecilmu itu? Aku rasa kau sedikit kesulitan menghadapi wanita sepertinya."
Bukan jawaban yang aku dapatkan, melainkan tawa yang keluar dari bibir Erlangga. Dia bahkan tidak terlihat tersinggung dengan ucapanku.
"Itulah kelebihan dari istriku. Dia bersikap sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Dia juga selalu berkata sesuai dengan apa yang ada di hatinya. Intinya, dia selalu jujur dan tidak pernah memiliki pikiran yang buruk. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Apalagi kini dia sedang mengandung anakku." Senyum Erlangga semakin merekah ketika mengatakan hal itu.
"Kau beruntung, Tuan Erlangga. Aku bahkan masih menunggu kehadiran buah hatiku selama bertahun-tahun."
"Kau bisa menganggap anakku nanti sebagai anakmu juga, Tuan Daffin."
Hallo semuanya 🤗
Mohon maaf atas hilangnya author dari peredaran 🙏
Jangan lupa di tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 sertakan votenya juga ya 👈 sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘
I ❤ U readers kesayangan kuhh
__ADS_1