
Deg!
Key kaget, saat david malah melepas genggaman tangannya.
kenapa harus di lepas.. batinnya menatap kesal tangannya yang di anggurin begitu saja.
Lagi lagi key hanya diam di samping david, saat gadis cantik sana langsung memeluk david. dan david tidak menolak. huuuft. bikin kesal saja.
David sedikit kikuk.. dia segera melepas sapaan temannya.
"Hai.. nat, kenalin in keysha.. istriku."
"Key, ini Natalie, teman aku satu universitas dulu di luar negeri" david mengenalkan mereka.
Key? biasanya key tak masalah tentang panggilan. tapi key jadi berfikir aneh aneh.. kenapa kak david tak memanggilnya dengan sayang lagi. apa karna perempuan cantik ini?
Key dan Natalie kenalan singkat.
"Hai.. aku nat, nice to meet you"
"Hai, keysha.. nice to meet you too"
Entah apa yang di bicarakan oleh david dan nat, membuat key merasa di abaikan. apa suaminya itu tidak peka?
mereka terlihat akrab.
Key berjalan sedikit memberi jarak pada mereka. karna di sana juga dia hanya bengong.. tak diajak bicara.. atau basa basi kek.
Dengan wajah sedih bercampur kesal, key berjalan ke depan. dia tak bisa lama lama menatap tawa david dan gadis cantik itu.
mending dia menunggu di luar saja.
Sembari menunggu, key memesan minuman. dia butuh meredakan panas di hatinya.
gluk! gluk! gluk!
Dia menunggu.. sampai akhirnya.
"Sayang, kenapa nunggu di sini? maaf ya kamu jadi nunggu lama" ujar david ingin menggenggam tangan key.
Sayang? key jadi tak suka mendengarnya sekarang.
"Gak papa kak.. ayo kita pulang" key bicara santai dan dengan halus menolak tangan david. key juga memanggil kakak saja.. biarkan saja. pikirnya.
Selama di perjalanan menuju hotel, situasi mobil beda jauh dari awal tadi mereka berangkat.
jika tadi mereka saling menggoda. saling bercanda dan mesra. saat ini hanya ada diam dan sibuk dengan fikiran masing masing.
Bahkan biasanya david menyetir sambil menggenggam satu jemari key. key pura pura sibuk membuka buka hasil foto tadi.
David terdiam.
apa karena natalie ya.. pikirnya bermonolog sendiri.
dia belum sadar tadi gerakan reflek dan ucapan nya menjadi bumerang.
Ceklek!
__ADS_1
Mereka masuk membawa oleh oleh di tangan mereka masing masing. masih diam, masing hening.
"Sayang, kakak mandi dulu ya" ujar david memecah keheningan.
"Iya kak" key tanpa menoleh langsung menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.
Dia juga nanti mau mandi. capek juga seharian ini keliling keliling. lengket.
Setelah david keluar kamar mandi, key tanpa banyak bicara juga masuk membawa baju gantinya. dia ingin berendam.. sepertinya itu akan mengurangi kesal nya.
Cukup lama key berendam dan mandi. dia sudah bersih dan wangi.
Dia berjalan, sudut matanya bisa melihat suami tampan nya sedang duduk di ranjang. sambil membuka hp.
Lagi menghubungi si natalie paling, batin key jadi suka berfikir aneh.
Dia melewati david dan membuka belanjaan mereka tadi. dia akan menyusun barang bawaan saja, supaya besok sudah rapih. dan tinggal pergi.
David meletakkan ponsel nya.. dia memperhatikan gerakan dan kegiatan key. key dari tadi hanya mendiaminya.. dia tak nyaman di diamkan oleh key.
"Sayang.. mau aku bantuin gak?"
"Gausah kak.."
krik.. krik.. krik..
suasana kembali hening.
kalau mau bantuin ya bantu aja, cih.. key hanya menggerutu dalam hati. dia menyusun semua barang mereka dalam koper yang berbeda dengan oleh oleh.
Key bernafas lega setelah semua rapi. tak lupa dia juga bersihkan sisa sisa kantong yang tak di pakai.
lalu dia berdiri. membawa ponsel nya, dia berjalan ke arah balkon kamar hotel. di sana juga di sediakan sofa empuk dengan pemandangan indah dan angin sepoi sepoi.
"Sayang..." panggil david ikut menyusul key. dia tau key menjauhinya.
"Kamu kenapa.. hem? aku ada salah yank?" david tak bisa lama lama begini. dia duduk di samping key.
"Aku? aku gak apa apa kak" jawab key tersenyum.
"Jangan bohong, dari semenjak kita pulang tadi, kamu hanya diam. kamu juga gak seperti biasa.. aku ada salah sayang? aku minta maaf. tapi jangan menjauhiku begini" pinta david memohon..
"itu perasaan kakak aja.. key gak apa apa kok. cuma capek aja.." kilah key.
apa aku yang terlalu berlebihan ya? pikir key. apa dia berlebihan jika kesal dan marah karena kak david melepas genggamannya dan mengubah panggilannya di depan perempuan cantik tadi?
David tidak ingin memaksa istrinya dia akhirnya menemani key, memeluk posesif pinggang key. walaupun hanya diam.
Dan itu berlanjut hingga malam.. dan besoknya saat akan ke bandara menuju pulang.
David sama sekali tidak memaksa atau menuntut key. dia tunggu key mengeluarkan uneg uneg nya.
Bahkan tadi malam, mereka makan. dan langsung tidur, key benar benar berbeda. david tak tau ada apa.
Di Bandara.
Key dan david sudah check in. mereka menunggu di ruang tunggu. dari tadi david menempel pada key, tak melepas tangannya.
__ADS_1
"Loh.. david, kalian pulang sekarang juga?" david dan key sama sama menoleh. sungguh sebuah kebetulan.
Key melepas genggaman tangan david.
Deg!
Seperti dejavu.
David menatap key, dia ingat dia juga melakukan hal yang sama kemarin. pantas saja key marah. karena david juga tak suka tangannya di lepas begitu saja.. pasti key salah paham. pikirnya.
"Iya nat," jawab david tapi matanya menatap key di sebelahnya.
"Silahkan duduk mbak natalie" key berniat menggeser duduk. tapi david segera tau. david menahan key supaya tetap duduk di sebelahnya. david memeluk pinggang key di depan nat.
"Hehe.. saya di sana saja.. makasih keysha" natalie malah kikuk sendiri. dia memilih duduk sedikit berjarak dari pasangan pengantin itu.
key dan david kembali terdiam. david menatap lekat wajah istrinya dan key yang memalingkan wajah ke arah lain.
"Kak aku ke toilet dulu" ucap key melepaskan diri dari tatapan di sampingnya.
Saat key sudah berjalan. david mengikutinya dari belakang. karna barang mereka sudah masuk bagasi. jadi aman dan ringan.
Key, menyelesaikan tuntutan di dalam sana. dia juga merapikan makeup tipis dan penampilannya. lalu dia keluar.
Greb!!
"Kak.. ada apa? apa sudah mau berangkat?" tanya key heran. kenapa kak david ada di depan toilet cewek.
David tak menjawab. dia membawa key ke samping yang agak sepi tak banyak di lalui orang orang.
David langsung memeluk istrinya. dia kalau jadi key juga pasti sama sedihnya.
"Sayang.. maaf" ucap david mengeratkan pelukan.
"Ada apa kak?"
"Maaf yank.. " lirih david. key mengelus punggung david meskipun dia sedang bingung ada apa dengan kak david.
David takut, key akan meninggalkannya. saat ini hanya key satu satunya tempatnya pulang.
"Ayo kak.. takut ketinggalan nanti kita" ujar key mengalihkan ke kakuan ini.
David menatap manik mata key.
Dia langsung mencium key tak peduli ada beberapa orang yang lewat. dia terus mencium key hingga ngos ngosan.
"Kakak kenapa?" key masih meraih oksigen dan merapikan rambutnya.
david tak menjawab. dia menarik tangan key dan di genggamnya. dia kecup berulang.
"Sayang maaf" ucapnya. key menatap mata sendu itu.
"Iya.. ayo, sebentar lagi ini jam nya" sahut key tersenyum pada suaminya.
David mengikuti key, tangan key tak dia lepaskan barang sedetik pun. dia tau kenapa istrinya mendiaminya dari kemarin..
BERSAMBUNG......
__ADS_1