Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
OTW halal


__ADS_3

Gaby berangkat. dia merasa setelah berpacaran dengan dokter alex dia harus lebih membatasi diri dari laki laki lain. walaupun teman gaby hanya ada 3 orang yang paling dekat dan klop.


gaby juga tidak sembarangan dekat dengan pria lain. bahkan henry dan dwiki pun tentu gaby kasih batasan yangjelas sebagai teman.


Di bali.


Gaby mengabari kak david dan keluarganya lebih dulu. setelah itu dia menelfon dokter alex.


Berdering!!!


"Halo sayang..." jawab alex di seberang.


"Do- sayang aku udah sampai di kostan" ujar gaby malu mendengar kata sayang dari mulutnya sendiri.


"Syukurlah, kamu langsung mandi kan sayang?"


"belum.. habis ini aku mandi"


"Oo gitu yaudah. mandi dulu. aku mau ke yayasan sebentar ya.. nanti video call"


"Iya. hati hati.." jawab gaby


"Okee.. nanti video call ya"


"iyaa ih cerewet banget" gerutu gaby membuat alex terkekeh.


Setelah berakhir. gaby beres beres dulu dan semua.. tak lupa dia mengabari teman teman nya. 4 serangkai supaya datang menjemput oleh oleh yang dia bawa.


mereka banyak bercerita sebelum akhirnya pulang ke kost masing masing. karena besok juga ada kelas pagi.


Malam nya.


si bucin video call.


"Loh kamu lagi ngapain sayang?" tanya alex melihat rambut gaby di ikat acak.


"Aku lagi masak buat makan malam. sebentar yaa"


"Jangan di matiin. aku mau liat kamu masak" potong alex cepat.


gaby pasrah. dia letakkan ponsel nya di samping dan dia lanjutkan memasak makan malam nya.


Alex merasa gaby terlihat sangat dewasa jika sedang fokus memasak begini. celemek nya bahkan tetap membuat gaby cantik.


Alex memperhatikan tiap detail yang di kerjakan oleh gaby.


"Baru masak sekarang?" tanya alex


"Iya, tadi joan dan yang lain baru ke sini jemput oleh oleh. gak enak kalau di tinggal" jujur gaby


"Besok ke kampus jam berapa?"


"jam 8"


"Sama siapa?" tanya alex posesif


"Grab mungkin." jawab gaby santai


"jangan berangkat sama dwiki itu ya.. aku gak suka"


"Iyaa" jawab gaby menurut. kalau di bantah pasti akan ribut. jadi turuti saja.


"Sayang, kamu terlihat seperti seorang istri sekarang" ujar alex melihat tampilan gaby di depan kompor


"Iya nih, istri yang di tinggal suami" canda gaby membuat alex tertawa.


"Kamu yang ninggalin aku" sergah alex tertawa.


"Sama aja" jawab gaby mematikan kompor masakan nya sudah siap.


"Udah selesai?" tanya alex


"Udah.. ini. keliatan gak?" gaby menunjukkan hasil karyanya.


"Kayaknya enak.." ucap alex


"Enak lah" jawab gaby sombong sambil tertawa.


"Dokter belum makan?" tanya gaby keceplosan

__ADS_1


Gaby tersadar saat melihat wajah dokter alex.


Gaby menyengir kuda.


"Eh lupa.. aku belum terbiasa panggil sayang. jangan kesal begitu muka nya." rengek gaby


Alex menahan senyum melihat gaby merengek begitu.


"Jangan marah.. ya.. hem? sayang? " ujar gaby memelas di seberang sana.


"Jangan di ulangi lagi yaa?" ujar alex


"iyaa"


"iya apa?" tanya alex sok garang.


"Iya sayang. iyaaa.. sayang sayang. dokter ku sayang" balas gaby membalas


alex tertawa lepas melihat wajah gaby merenggut kesal padanya.


Ingin sekali alex cium bibir gaby yang merenggut itu.


Gaby dan alex menjalani ldr for the first time. dengan banyak nya bucin bucin di dalam nya.


.


.


.


Rey sudah pulang dari kantor. dia punya rutinitas baru akhir akhir ini.. yaitu mengantar jemput sang pujaan hati. reni. atau dia panggil iren.


Reni memandang rey dengan pandangan yang berbeda.


bagaimana tidak?


tanpa memberitahu reni, rey ternyata membawa bapak berobat dan terapi di tempat mahal. dengan jejaring yang dia punya, rey bisa meminta dokter yang sangat ahli mengobati bapak.


reni tidak tau sebelum akhirnya ibu keceplosan. karna rey yang minta jangan kasih tau iren. rey tau reni akan merasa tidak enak. atau merasa berhutang. padahal dia ikhlas.


"Ayo.." ajak rey seperti biasa.


di dalam perjalanan. reni diam


rey juga diam. dia takut salah bicara. wkwkwkwk


"Iren.. mau beli sesuatu dulu?" tanya rey


"Gak usah mas. langsung pulang aja" jawab reni.


hening.


hingga sampai di depan apartemen.


Reni belum keluar. dia memejamkan mata. dia memang tidak berharap rey melakukan sebanyak ini. dan pasti pengobatan bapak pasti sangat mahal.


"Iren.." panggil rey


Hap!!


Reni tanpa aba aba melepas seatbelat dan memeluk rey yang kaget dan bengong.


ada apa? pikir rey


"Iren.. ada apa? apa kamu ada masalah?" tanya rey lembut.


"Mas.. makasih banyak sudah bantuin aku. bantuin adik adikku bahkan membantu pengobatan bapak" ujar reni membuat rey tersentak


"Ibu yang kasih tau" ujar reni seolah tau pertanyaaan rey


"Kamu tidak marah kan?" tanya rey khawatir


"Aku melakukan itu ikhlas. aku tidak ada maksud lain. aku takut kamu akan marah karena aku melakukan nya tanpa izin. jangan marah iren.." mohon rey


reni terpaku. mana mungkin dia marah. bahkan dia sangat bersyukur.


"Makasih banyak mas rey"


"Kamu tidak marah iren??" tegas rey menegakkan kepalanya.

__ADS_1


reni menggeleng.


"Aku sangat berterima kasih. aku tidak tau bagaimana membalasnya" ujar reni


"Kamu mau membalasnya?" tanya rey


reni mengangguk.


"Menikah lah dengan ku. aku mau kamu menikah denganku." jawab rey cepat.


reni melotot. apa menikah segampang itu??


"Jangan bercanda"


"Aku serius. setelah keadaan bapak semakin membaik. aku akan ke rumah mu lagi. kamu tidak boleh menolak" ujar rey menyeringai


"Apa apaan begitu" gerutu reni


rey mengelus kepala reni lembut.


"aku sudah cukup berumur. aku tidak mau pacaran terlalu lama. aku ingin segera menikahimu. kata dokter keadaan bapak sudah makin baik." jelas rey


"Mau lihat?" tawar rey


reni mengangguk antusias


Rey menunjukkan foto foto yang dikirim dokter. foto perkembangan pengobatan punggung dan kaki bapak reni.


"Sudah bisa berjalan bebas begini?" kata reni takjub. biasanya bapak tak bisa berjalan lama. harus berhenti sejenak.


reni berkaca kaca.. dia tidak menyangka akan ada saat seperti ini.


"Aku mau pulang week end. aku penasaran" gumam reni.


"Aku ikuut" ujar rey


"Aku melamar mu minggu depan" tambah rey makin membuat reni melotot.


Cup


"Jangan melotot. kamu terlihat menggemaskan" bisik rey mencuri cium di bibir reni.


"Kan kamu sibuk" ujar reni cari alasan


"Aku bisa izin.. tenang aja sayang" jawab rey


tentu saja pasti rey di izinkan. apalagi kalau alasan nya melamar reni. ed pasti akan menyetujui. ed sudah menyuruh rey menikah.


"Aku gak jadi pulang deh" balas reni, membuat rey tertawa lepas.


Rey memeluk reni gemas.


"Kita harus ke rumah mu. aku serius. berpacaran terlalu lama tidak baik. hem?"


reni mengangguk..


"Bagus.. ayo sana masuk" ujar rey mengelus rambut halus reni


"Makasih" ucap reni tulus.


"Selain itu?" pancing rey gemas


"Selain apa?" tanya reni polos


Rey menunjuk pipinya..


reni mendengus ingin menjauh.


tapi,


"Begini sayang" rey menarik tangan reni dan mencium reni cukup lama.


"Selamat malam. besok aku jemput" bisik rey lembut.


"Hati hati.. mas"


Rey tersenyum memastikan reni masuk ke dalam.


"Selangkah lagiii" pekik rey senang. dia tak sabar... ingin segera mengikat reni jadi miliknya

__ADS_1


otw halal


BERSAMBUNG...........


__ADS_2