Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Edward tau semua


__ADS_3

Jika dalam bayangan kalian mia membuat sebuah misi dan berhasil?


itu tentu salah.


Karena sebenarnya edward yang punya kekuasaan sebesar itu tau apa yang terjadi di rumah kakek.


Edward menempatkan kamera pengintai di beberapa sudut rumah kakek.. memastikan keadaan kakek tetap aman. nyaman.


Edward tau semua.. dia bahkan tau rencana gadis liciknya seperti apa.


Sebenarnya awalnya ed ingin sekali marah kepada orangtuanya. karena dengan beraninya mereka mendekati mia dan memanfaatkan mia.


Tapi, kata kata mia saat di rumah papa winata malam itu cukup menampar ed. dia sadar.. sakit hatinya akan semakin meluas jika dia tetap egois.. dan orangtuanya akan semakin menua. kakeknya akan semakin renta.


selain itu, yang meluluhkan edward adalah.. edward bisa melihat bahwa orangtuanya selalu berusaha mendekatinya melalui kakek.. ed tentu bisa melihat seberapa menyesal mereka menelantarkan ed dulu.


Tapi..


yang paking membuat edward senang adalah.. pernyataan cinta mia di depan keluarganya. bahkan dia tak mau di tindas oleh papa wiguna.. dan ed menyukainya.


Mendengar betapa mia menhargai, menyayanginya bahkan hati hati mengambil tindakan karena tak ingin melukai edward.. itu membuat ed cepat luluh.. karna saat ini pusat rotasi kehidupan ed ada di mia.


kakek dan orangtuanya pasti paham itu.


Edward pura pura tidak tau rencana gadisnya. kucing liarnya yang saat ini duduk di sebelahnya dengan begitu manis. bahkan dia bekerja sama dengan mama ed?


kucing nakal. pikir ed menggeleng gelengkan kepala.


Kalau di bianga pakah ed sudah memaafkan orangtuanya?


jawaban nya adalah sudah.


tapi untuk melupakan mungkin ed butuh waktu.


Dia akan mengikuti rencana mia.. karna sepertinya menyenangkan mengikuti drama gadis kesayangannya itu.


***


"Sudah.. ayo kita pulang" ujar ed setelah mereka selesai makan.


Mia dan mama saling melirik. mia kelabakan. dia bingung.. bagaimana caranya supaya ed punya banyak waktu di sini.


Apalagi mia bisa melihat tatapan rindu dari mama ed padanya.. sedangkan papa wiguna tak banyak komentar.


"Kak.. mia masih pengen di sini.. kayaknya mia melihat buah di dapur. kita makan buah dulu yaa" ujar mia mengulur waktu.


"Yaudah.. " jawab ed pasrah membuat mia lega.


"Biar mama temani nak" mama segera bangkit menyusul mia ke dapur.

__ADS_1


Di dapur.


"Biar mama yang potong nak" mia yang paham bahwa mama ed ingin sekali melayani putranya mengalah.


"Aduh.. jantung mia hampir copot ma. takut kak ed marah" bisik mia mengelus dadanya.


"Makasih ya nak, mama hutang banyak sama kamu" ujar mama ed tulus.


"Mia senang kok ma.." jawab mia tersenyum.


Mia dan mama membawa buah yang sudah di cuci dan di kupas sebagai pencuci mulut. sedangkan di ruang tengah tiga pria itu hanya diam.


sepertinya mia harus bertindak sedikit.


"Ini buah nya"


"Ini kak.. " mia menyodorkan pada ed, mia tau ed paling suka si suapi"


"Manis gak?" tanya mia


Edward mengangguk.


"Wah.. papa sama mama pinter banget pilih buahnya.. itu buah di bawa papa sama mama" mia berusaha memuji orangtua ed yang terlihat tersenyum canggung di seberang.


suasana hening, mereka tak ad ayang membuka suara.


"Ed.. papa sama mama minta maaf.. mungkin sudah sangat terlambat. bahkan kamu pasti saat ini tidak membutuhkan kami lagi. Tapi papa sama mama menyesal ed.. mama setiap hari menangis memandang sisa sisa fotomu di rumah yang hanya sedikit" papa wiguna akhirnya mengucapkan kata kata yang ingin dia sampaikan kepada anaknya.


Edward menangkap satu hal..


mereka berempat menginginkan edwars kembali. bahkan walaupun kakek hanya diam, ed bisa merasakan bahwa kakek juga merindukan anaknya.


"Mama minta maaf ed, mama adalah ibu yang tidak bertanggungjawab lebih memilih bekerja dari pada mengurus keluarga dan anak. mama menyesal ed.. bahkan jika mama memohon mohon sekalipun belum sebanding dengan keacuhan mama selama ini" mama ed juga turut membuka suara. mama ed sepertinya lebih perasa.. terlihat wajahnya saat ini sudah basah.


Mia menggenggam tangan ed di bawah meja.. mencoba menenangkan kekasihnya.


Ed menoleh pada mia..


mia juga berkaca kaca.. tidak tau kenapa.


Tangan ed bergerak mengelus air mata mia.


"Kenapa kalian membuat kekasihku menangis?" bukannya menjawab, ed malah mengurus airmata mia. dasar bucin. dan posesif.


"Lain kali jangan mengucapkan kata yang membuatnya menangis" tambah ed membuat mereka saling menoleh.


"Kakak sudah memaafkan mama sama papa?" tanya mia mendongak lucu. hidungnya terlihat sedikit merah. kalau tidak sedang di rumah kakek.. ed pasti mencium mia sekarang.


"Hem" dehem edward datar. membuat mereka semua tersenyum lega.

__ADS_1


Mama yang tak kuasa menahan ri dunya segera berdiri.. dia sudah lama menahan diri tidak memeluk putranya.


Mama ed memeluk edward erat sambil meminta maaf.. ed yang bagaimanapun tentu menyayangi orangtuanya hanya diam.. tapi tangannya satu ikut bergerak mengelus punggung sang mama.


Suasana haru itu terasa sangat bahagia. semua penghuni rumah termasuk para pekerja yang sudah lama bekerja di sana juga turut bahagia.


Papa wiguna juga memeluk ed.. walau tak se lama mama.


Kakek mengirim senyum pada ed dan mia. sesuai dugaannya.. mia adalah orang yang bisa mengendalikan ed.


Mama memeluk mia.


"Makasih nak.." ujar mama keceplosan.


"Makasih?" tanya ed pura pura bingung..


"Eh.. itu kak.. tadi mia bantuin mama cuciin buah. iya kan ma" ujar mia kikuk. edward berusaha sekerasa tenaga menahan senyumnya.. ah gadisnya sangat menggemaskan.


"Iya nak benar" jawab mama juga.


"apakah mama sama papa boleh mengunjungi mu ed?" tanya mama pelan


Edward mengangguk..


"Apa mama juga boleh memasak untuk kamu?" tanya mama lagi.


"Untuk kakek juga" ucap ed meralat. semua hal yang dia lakukan tentu untuk kakeknya. dia juga memikirkan kakek.. sebelum memutuskan berdamai dengan dirinya.


"Kamu mau pulang ke rumah nak?"


Edward terdiam.


"tidak. ini adalah rumahku dan kakek. jika kalian ingin bukan aku atau kakek yang pindah.. tapi kalian" ujar ed tegas.


Mama melirik suaminya. dan wiguna mengangguk.


"Iya.. mama sama papa yang akan pindah ke sini nak.. mama sama papa yang akan menemani kakek. dan menunggu kamu pulang " jawab mama mantap. mereka sudah sepakat.. jika ed memaafkan mereka semua permintaan ed akan mereka turuti.. apalagi hanya masalah pindah.. selama mereka bisa lebih dekat dengan putranya.


"Terimakasih nak" ujar mama sekali lagi pada putranya.


"Berterimakasih lah pada kakek dan mendiang nenek yang membesarkan aku. dan juga mia.. pacarku, yang kalian dekati supaya bisa meluluhkan aku dan menemui kalian. "


Deg!


"Kakak tau?" pekik mia kaget. mama dan papa juga tak kalah kaget.


sedangkan kakek yang sudah tau tabiat cucunya tak begitu kaget.. info remeh begitu hanya secuil bagi ed.


"Aku tau semua sayang.. maka kamu harus tanggung jawab" ucap ed menyeringai.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2