Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Aku tidak mau berharap lagi Dokter..


__ADS_3

"Emm.. nanti aku ke rumah mu ya jo malam. aku pulang aja dulu. maaf ya, aku gabisa makan siang bareng dulu.."


"Oke gak papa gab" jawab mereka paham


Setelah mereka masuk ke dalam mobil. gaby tidak mau jadi sorotan orang orang di kampus. dia ingin segera pulang.


"Dokter mana titipan kak david. aku ingin pulang" ujar gaby dengan wajah malas.


"Ayo aku antar."


"Tidak usah dokter, aku bisa sendiri.."


Tapi alex tak menyerah begitu saja.


"Aku belum makan. aku tidak tau mana tempat makan di sini. aku sudah jauh jauh membawa titipan david. setidaknya temani aku makan siang" ujar alex.


gaby menghela nafas.


entah terbentur apa kepala dokter alex. hingga dia jadi berubah banyak bicara padanya.


Gaby dengan langkah malas akhirnya menurut. dia juga belum makan. dia butuh tenaga untuk menguatkan hati nya.


Alex tersenyum tipis saat melihat gaby akhirnya menyerah dan berjalan di depan nya. ingin sekali alex langsung memeluk gaby, tapi dia tidak punya keberanian sebesar itu. dia tau dia telah melukai hati gadis belia itu.


Gaby memilih satu restoran yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. semenjak kuliah dia jadi suka mengeksplor jenis makanan yang berbeda beda. dan menjadi referensi juga untuknya.


Gaby dan alex duduk dan sedang membaca baca buku menu.


Gaby tampak fokus.. dia lihat lihat lalu dia pilih untuknya.


begitu juga dengan alex. mereka tinggal menunggu pesanan.


Gaby duduk di depan alex.


sebenarnya gaby punya banyak pertanyaan untuk dokter alex. tapi dia juga capek. tak mau berharap lagi. sudahlah.


Alex menatap gaby. gaby semakin cantik dan tambah berisi.


alex masih tetap memandang gaby hingga gaby menghubungi seseorang.


"Kak.. kenapa kakak harus nitip sesuatu? gaby kan bisa beli di sini" protes gaby pada kak david.


"Gak papa.." jawab david sekenanya. dia juga bingung harus jawab apa. demi membantu kak alex


"Hish.. yaudah deh. makasih kak" gaby mengakhiri panggilan nya. mau protes juga percuma. pria yang dia hindari sudah ada di depan nya.


sambil menunggu. hening.


gaby bukan tak tau, dari tadi dokter alex memandang nya. tapi dia pura pura tak tau. gaby melirik sekeliling resto. ramai. juga hiasan na semua bagus.. ini marketing nya pintar menempatkan lokasi dan pemandangan. kalau makanan di sini enak.. fix no debat, sempurna.


"Gimana kuliah mu?" akhirnya alex buka suara.


gaby menoleh.

__ADS_1


"Baik dokter" jawab gaby seadanya.


Alex berharap di tanya balik atau setidaknya dia ingin gaby banyak celoteh dan kembali cerewet. tapi tidak ada. sepertinya gaby sudah banyak berubah.


bahkan tatapan gaby kepada nya bukan lagi tatapan penuh binar. hanya tatapan biasa dan cukup ketara kecewa nya.


"Silahkan" makanan mereka sampai. mata gaby melihat pesanan nya tak sabar. dia juga lapar. dan itu tak lepas dari pandangan alex.


"Cantik" batin alex mengambil makan nya.


Sebelum makan gaby foto dulu, buat story dan untuk si kirim ke group teman 4 serangkai.


seolah jadi kebiasaan kalau mencoba makanan di tempat berbeda mereka akan berbagi.


Mereka makan dalam diam. dan alex tak suka situasi ini.


iya memang salah nya membuat gaby menjauh dari nya. tapi ternyata rasanya tidak enak saat gaby jadi berubah seperti orang asing untuknya.


Gaby makan sesekali memuji makanannya. ini enak. lain kali dia akan mengajak teman temannya ke sini. mereka pasti suka.


20 menit


"Udah?" tanya alex. gaby mengangguk dan duduk. dia baru kembali dari toilet. saat itu juga alex langsung membayar.


"Mana titipan kak david dok?"


"Ayo aku antar dulu kamu ke tempat mu"


"Tapi aku akan mengantar mu ayo" kekeh alex. gaby tak bisa melawan. yasudahlah.


Walaupun sudah tau di mana gaby tinggal, tapi alex cari cari bahan obrolan. termasuk rumah nya dll.


"Aku masih ada 2 hari lagi di sini. tapi tak tau jalan ke mana kalau mau jalan jalan" pancing alex


"Ooh" jawab gaby santai. alex menatap si gadis ajaib yang berhasil memporak poranda kan hatinya.


"Bisa temani aku ke beberapa tempat yang bagus?"


"Maaf dokter, aku sibuk.. dokter bisa cari di internet"


"Aku akan menunggu kamu pulang kuliah" jawab alex enteng.


gaby menoleh. dia heran. apa sebenarnya mau nya dokter alex.


"Terserah dokter saja. saran saya jangan membuang waktu untuk anak kecil yang tak punya masa depan ini" sindir gaby keluar dari mobil setelah mengambil titipan kak david. kebetulan mereka sudah sampai di tujuan.


alex terdiam.


Perkataan gaby barusan berhasil menghantam jantung nya. dia bahkan tak punya kesempatan menjawab. dia diam.


"Dulu kamu yang berjuang. sekarang saat nya aku" lirih alex menatap gaby berlalu di rumah berpagar dan bertingkat itu.


"Ke lokasi ini pak" ujar alex pada supir.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan.. alex banyak berfikir. bahkan dulu dia menolak gaby berkali kali. pasti rasanya lebih sakit dari ini. dia berjanji akan memperjuangkan gaby. walaupun dia akan di tolak puluhan kali lebih banyak tak apa. dia akan tetap berjuang.


Sepertinya dokter alex sudah bulat tekad nya. buktinya. dia sedang mencari tempat sewa mobil untuk dia pakai selama di sini.


Dia akan membawa gaby mau atau tidak mau. dia harus menekan rasa malu dan gengsi nya kalau tidak si anak ingusan tadi yang mengelus elus kepala gaby akan menikungnya. tidak boleh. gaby hanya milik nya.


Besok nya.


Gaby berfikir dokter alex tak akan menemuinya.


Tapi.


Ternyata dia sudah menunggu di depan kampus dia menyewa mobil mewah dan jangan lupakan gayanya yang santai. hanya dengan kaos dan jeans di padukan dengan jaket kulit dan kaca mata hitam.


semua atensi mahasiswa melihat pria tampan di depan gerbang.


tak terkecuali gaby.


"Dasar caper" gumam gaby melihat dokter alex tebar pesona.


Gaby berencana untuk mengabaikan alex. tapi tidak bisa. alex lebih dulu menarik tangannya.


"Aku sudah menunggu mu dari 2 jam lalu. ayo" ajak alex tanpa babibu


"Siapa suruh dokter menunggu.. aku mau sama teman teman ku. plis dokter lepaskan" jawab gaby ketus


Alex takut kalau gaby di paksa terus, gaby akan semakin membencinya.


"Aku ikut" ujar alex. gaby melongo. apa apaan ini pikirnya.


Gaby menatap teman teman nya. melihat 3 teman nya mengangguk tanda tak keberatan, gaby menghela nafas.


"Terserah dokter saja. ayo ki" ucap gaby hendak masuk ke mobil dwiki.


"Kamu ikut sama aku. bagaimana kalau aku tertinggal di lampu merah? kami menyusul dari belakang ya" ujar alex pada teman gaby.


"Hehehe.. oke dokter" jawab joan kikuk. tadi malam gaby sudah cerita kepada mereka siapa dokter alex. hanya garis besarnya saja.


"Ayo.." alex tersenyum menggandeng tangan gaby dengan lembut. dia bukakan pintu lebih dulu untuk gaby.


gaby tak punya kekuatan untuk berontak. biar saja pikirnya. toh dokter alex di sini hanya beberapa hari.


"Aku tadi beli eskrim dulu buat kamu. kamu dulu suka makan itu kan.. ini" alex menyodorkan beberapa eskrim yang dia beli untuk gaby.


Sungguh gaby tak tau harus bagaimana merespon.


apakah dia harus berbunga bunga atau bagaimana. dia masih belum yakin.


Alex sesekali melirik gaby di sebelah nya sambil mengikuti dua mobil teman gaby di depan. menuju resto.. untuk makan siang.


"Aku tidak mau berharap lagi dokter, capek" batin gaby memandang jalanan di samping.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2