Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Lamaran dadakan


__ADS_3

"Kakak ingin menghukum mu sekarang" mia mendongak menatap bingung pada ed. katanya tadi tidak.. sekarang?


"Kamu mulai sekarang akan terlibat dalam urusan kakak. semua.. karna kamu akan segera jadi keluarga kakak" mia masih mencerna ucapan ed.


"Hukumanmu adalah, kamu harus menikah dengan kakak, menemani kakak hingga tua.. mencintai kakak selamanya.. kamu tidak boleh bilang tidak. Bahkan kalau kamu menolak, kakak akan menarik kamu naik ke altar" ucap ed sungguh sungguh


Mia menganga.. kaget. apakah dia sedang di lamar?


Cup


"Tutup mulutmu sayang, aku tak tahan untuk tidak menciumnya"


mia segera mengatupkan bibirnya yang menganga karena kaget.


Mia masih bengong..


"Kakak sedang melamar mia sekarang?" tanya mia polos


Ed terkekeh. lucu sekali wajah gadisnya.


"Iya.. dan kamu gak boleh menolak" ucap ed dengan senyum puas.


Mia seketika menjauh dari ed. wajahnya berubah jadi kesal. lamaran macam apa begitu? pikirnya.


"Sayang.. kamu kenapa?" ed mendekati mia tapi mia kembali menjauh


"Kakak nyebelin!" mia mau pergi tapi tangannya di tahan oleh ed.


"Ihh.. lepasin, aku kesel sama kakak. lamaran apa kayak gitu? gak ada romantis romantisnya. gak ada bunga gak ada cincin.. bahkan mia gak boleh menolak. kakak nyebelin!" mia mengeluarkan uneg uneg nya.


Ed menghela nafas lega, ed pikir mia tidak mau menikah dengannya. ternyataa..


"Sayang.. kamu boleh mendapatkan bunga sebanyak apapun dan cincin se mewah apapun aku bisa memberikan semua nya padamu." ed menarik lembut lengan mia supaya duduk di pangkuannya.


Mia menurut saja.. dia ingin mendengar walaupun wajahnya masih kesal.


"Kamu mau lamaran seperti apa sayang? aku akan melakukannya di depan keluarga kita dan langsung bertunangan juga"


Mia mulai meregangkan otot wajahnya.. dia mulai tampak berseri.. dia membayangkan dia akan bertunangan dengan pria yang di cintai nya.


"Jangan marah lagi ya. beberapa hari ini kakak merasa sangat kosong. kakak tidak tidur dengan nyenyak.. bahkan orang orang di kantor kena amukan kakak terus" jujur ed memeluk pinggang ramping mia di pangkuannya.


Mia menghadap samping, tangannya bergerak mengelus kepala ed dengan lembut.


"Mia juga sangat merindukan kakak. kalau kakak cuekin mia lagi, mia akan cari pria lain" ancam mia membuat ed langsung mendongak.


"Coba saja.. maka orang itu akan hilang" jawab ed, mia tertawa lepas.. itu seperti dialog di film dilan.


"Kakak juga gak boleh genit sama cewek cewek.. awas aja" mia menunjukkan wajah garang malah terlihat lucu di mata ed.


"Iya nyonya.. hamba akan menurut." mereka tertawa bersama. salah paham itu selesai. berganti dengan momen momen indah.

__ADS_1


"Kosongkan jadwal mu besok sayang.. besok kita akan bertunangan"


"Apa??" mia langsung berdiri. dia kaget. apa apaan lagi ini????


"Kakak jangan bercanda" tambah mia


"Siapa yang bercanda.. orang orang ku sedang mengurus semua. bahkan orangtuamu juga sudah kakak beritahu tadi dan kedua kakak mu"


Mia tampak bengong. kapan? kenapa dia tidak tau?


besok?


mia bahkan belum menyiapkan apa apa. baju dan semua.. dia rasanya ingin menangis di hadapan pria bucin ini.


Eward memang bergerak lebih cepat. di tolak atau tidak dia akan bertunangan dengan mia. dia sudah meyakinkan keluarga mia.. dan keluarganya tentu oke oke saja.


"Kenapa gak bilang sama mia dulu kak?" tanya mia kesal


"Ini kakak kan bilang sayang" jawab ed santai


Mia langsung pergi meninggalkan ed.. mia berjalan mengelilingi kolam. dan mendekati taman belakang milik mama elina. walaupun tak sebesar taman kakek ed, tapi di sini bagus juga.


Ed mengikuti mia dari belakang. dia tau mia pasti kesal padanya. tapi mau bagaimana lagi... dia tidak mau menunggu lebih lama. dia akan segera menikah juga. rasanya tak mau jauh jauh dari mia.


Mia hanya berjalan dengan pikirannya yang melayang..


dia baru saja merasakan keluarga yang utuh. tapi dia sudah bertunangan secepat ini?


Apa mama sama papa nanti akan kesepian?


tapi itu pasti terlihat aneh. karena keluarga ed juga ada di sini.


Mia menghela nafasnya kasar. dia ingin sekali menyentil ginjal ed yang suka membuat keputusan tiba tiba.


Hap


Ed memeluk mia dari belakang.


mia berusaha melepas tangan ed. tapi tentu kekuatan ed lebih besar. ed mengeratkan pelukannya.. dia meletakkan dagu nya di bahu mia.


"Sayang.. jangan marah" bisik ed pelan. mia masih berusaha melepaskan diri dari pelukan ed, tapi ed tetap mempererat pelukannya.


"Aku tau kamu pasti berat berpisah sama mama dan papa.. itu kenapa kakak meminta mama dan papa winata lebih dulu."


"Awalnya mereka juga berat melepasmu sayang, tapi kakak berjanji akan membagi waktu supaya kita bisa tinggal di sini dan di apartemen.. kamu boleh sayang" ucap ed menjelaskan.


"Lalu kakek?" tanya mia akhirnya.. dia tidak mungkin tidak tinggal dengan kakek dan mertuanya.


"Papa sama mama sudah tinggal bersama kakek. kakek tidak lagi sendiri.. kamu pasti belum terbiasa. mama papa dan kakek juga tidak masalah kalau kita lebih sering tinggal di sini" jelas ed lembut.


"Tapi-

__ADS_1


"Aku tau mi.. aku tau perasaanmu. aku tidak akan mengekang mu sayang. kamu boleh memilih tinggal di mana aja. bahkan aku bisa membeli rumah di sekitar sini.. tidak perlu tinggal di apartemen.. supaya lebih dekat dari sini."


"Apakah boleh?" mia menoleh pada ed. ed tersenyum.. akhirnya mia mendengarkannya.


"Tentu saja. apa pun untuk kamu sayang. aku sudah cari cari rumah di dekat sini.. jadi kita bisa ke sini kapan pun. dan kita juga bisa mengunjungi kakek bersama sama" jelas ed pengertian.


"Maaf.. " ucap mia pelan. dia merasa egois.


"Kakak juga pasti mau tinggal sama mama dan papa dan kakek" tambah mia menunduk.


"Hei.. lihat kakak mi" ed meraih dagu mia


"Kakak tidak masalah tinggal di mana aja. asal sama kamu. lagian begini saja lebih baik. kamu ada di sisiku.. kakek juga bahagia akhirnya anak dan cucunya tak lagi perang dingin"


Mata mia berkaca kaca.. ed sangat pengertian padanya.


"Maaf" ujar mia lagi


"Enggak sayang, kakak yang minta maaf. kamu pasti kaget.. jangan marah lagi yaa, besok semua sudah siap."


"Mia belum punya baju" cicit mia pelan.. dia cemberut. ed merapikan rambut mia ke belakang telinga.


"Mama elina sudah mengurus semua. kamu hanya perlu duduk manis sayang.. semua sudah di urus." ed mengecup mata mia yang masih berembun.


"Jangan nangis.." bisiknya pelan.


"Besok ada kejutan untuk mu" mia segera mendongak. kejutan apa lagi? pikirnya.


"Kakak nyebelin!" mia benar benar tidak paham akan semua tindakan ed yang sangat tiba tiba. dia tak tau apa apa. semua sudah siap aja.


"Iya.. kakak juga sangat mencintaimu sayang" jawab ed nyeleneh.


Ed mengelus pipi mia dengan tangan yang berada di belakang tengkuk mia.


Cup


Ed mengecup bibir mia sekilas.


Mia memejamkan mata, saat ed kembali mendekatkan wajahnya.


Pagutan pagutan yang saling berbalasan dari dua sejoli di taman belakang.


Mia membuka mulut saat ed ingin menerobos masuk.. dia sudah bisa mengimbangi ed. dia membalas gerakan ed dengan lembut.


Lu*matan lu*matan di bibir mia, membuat bibirnya basah.


"I love you" bisik ed melap sudut bibir mia dengan ibu jarinya.


Mia memeluk ed malu malu..


"Kakak nyebelin" jawab mia sambil mengeratkan pelukannya. ed tertawa mengecupi rambut mia.

__ADS_1


Malam ini menjadi sejarah baru, hubungan ed dan mia menuju langkah yang lebih serius.


BERSAMBUNG....


__ADS_2