
Mereka duduk melingkar di taman belakang. ada bik mar juga di sana..
David dan ron mengoleskan bumbu ke dalam bakar bakaran. sedangkan rey juga edward membantu membakar.
ada alex yang tukang kipas kipas.
"Kakek.. kenapa tidak pakai jaket. di sini dingin" mia yang sedang memegang spatula memberikannya pada key.
Dia masuk ke dalam rumah. sepertinya kakek tidak membawa jaket.
"Kek.. ini punya kak ed, sepertinya bisa buat kakek. angin malam gak bagus buat orang tampan" ucap mia bercanda..
kakek dan papa winata juga papa wiguna yang mendengar nya tertawa. ada ada saja putri nya itu.
"Makasih nak.." mia mengangguk lalu ikut gabung membakar bakar.
"Kak.. di sini kurang bumbu" ron sudah mulai nyaman berbincang dengan orang orang di sana.
"Coba sini gantian kakak ron.. kamu dari tadi di dekat api terus" zian yang dari tadi di sana melihat betapa anak muda dan murni di tengah tengah mereka ini tak ada lelahnya.
Ron menyerahkan spatula pada zian.
"Kak haus.." ron berubah manja jika di depan key.
Key dengan cepat mengambil air minum di dekat nya. dia memang biasa melayani semua kebutuhan adik kesayangannya.
"kamu tidak mirip kakak mu ya ron? hanya mata kalian yang sama" ujar mia pada adik sahabatnya.
"Iya kak.. kalau mirip ronald jadi cantik dong" canda ron membuat mereka tertawa.
"Terus nama siang mu ronald ,nama malam mu rona.. hahahah" mia sangat suka hal hal receh begini. dia tertawa karna ron satu frekuensi candaannya.
"Kak aku jadi takut, gimana kalau itu beneran" ucap ron merinding sendiri. mia tak bisa menahan tawa melihat wajah geli ronald. ed yang melihat mia begitu bahagia, dia tersenyum melihat istrinya senang begitu.
***
"Gimana?" tanya ed saat semua sudah matang.
"Enak.. mm panas.. hehehe" mia mencoba ayam bakar yang di ambilkan oleh ed.
"Di kasih saos ini enak nak.." ujar mertua mia.
"Iya ma, enak.. mmm " mia menyahut sambil mengunyah.
"Nak keysha, ambil yang ini," mama elina juga tak melupakan key di sana.
"Iya tan.." key melihat adiknya lebih dulu. saat melihat ron sudah makan dia akhirnya makan.
Semua itu tak lepas dari pengamatan seorang pria yang ada di sana..
__ADS_1
Rey yang menangkap basah tatapan david, tersenyum tipis. sepertinya akan ada bucin yang baru ke depannya.
ya.. itu david, yang melihat tindakan kecil tapi mengharukan dari key.
para orangtua akhirnya sudah masuk ke dalam kamar tamu masing masing.. tinggal mereka yang anak muda tertinggal di sana..
"Key.. kamu gak nginep aja?"
"Makasih mia.. kami pulang aja ya, besok aku harus ke makam ibu" mia akhirnya tak bisa menahan key.
"Sayang.. kan masih bisa ketemu pas di kantor lagi" ucap ed pada istrinya.
"Yaudah deh.. kamu hati hati ya. biar kamu di antar kak rey atau kak david"
"Kami naik grab aja mia, gak enak.. malah ngerepotin" jawab key, dia kira semua mereka akan menginap di sana.
"Bareng aja.. kebetulan juga satu arah" jawab rey. sedangkan david hanya diam.
Akhirnya key dan ron di antar oleh rey ke rumah mereka.
sedangkan david, dia tak tau ada apa dengan dirinya.. padahal hanya mengantar, kenapa dia tak rela saat melihat key dan ron malah masuk ke mobil rey.
David mengusap wajahnya.. dia kembali fokus. dia tak boleh terganggu. dia harus ingat tujuan utama nya adalah mengembangkan mw dan anak perusahaan mw group.
Cara balas dendam terbaik adalah membuktikan bahwa mereka salah.
dia ingin menunjukkan pada keluarganya bahwa selama ini mereka salah.
rey tersenyum jahil, dia seakan menemukan ada yang janggal antara key dan david. dia iseng tadi ngerjain david.. dan dugaannya benar. rey tadi bisa menangkap wajah sedikit tak rela dari david, tapi dia juga tak berusaha mencari celah.. di membiarkan rey.
Rey kadang bingung.. kenapa orang orang susah sekali? jelas jelas mata nya bilang suka. tapi susah sekali menunjukkan atau mengucapkannya.
"Di depan itu belok kanan kak" ron si pembawa arah menunjukkan jalan.
"Makasih banyak kak rey.. hati hati kak" ucap ron setelah keluar bersama key.
"Sama sama" rey yang memang tak banyak bicara, dia segera melenggang pulang. apalagi dia yang mencari tau tentang key untuk tuannya. jadi dia sudah tak penasaran lagi.
********
Semenjak acara bbq an bersama malam itu. ronald benar benar semakin rajin mengambil ekstrakulikuler akademik dan langsung ke tempat les nya. dia sudah bertekat masuk ke universitas milik keluarga wiguna.. sulaya bisa dapat beasiswa dan nilainya harus maksimal.
Sebenarnya ronald juga kasihan pada kakak nya.. semua waktu key dan tenaganya semua untuk ronald.
ronald ingin bekerja menghasilkan banyak uang dan membahagiakan kakak nya satu satunya.
Sedangkan di qq group.
Mia tak lagi mengganggu waktu kerja key. tapi jika istirahat dia mengajak key makan bersama.
__ADS_1
"pengen ku jambak deh ulat keket itu" gerutu key kesal karena grace sama sekali tidak menghormati mia. dia dengan santai melalui key dan mia. padahal seluruh penghuni perusahaan ini tau siapa mia.
"Kamu mau bermain sedikit gak key? aku juga gak suka dengannya"
"Main gimana?" tanya key semangat. dia suka nih hal hal jahil begini. apalagi ada mia di sampingnya.
"Ayo" mia mengajak key mengikuti grace ke kantin. dia akan membeli minum.
Mia sengaja mengambil tempat duduk di dekat tepat grace bersama temannya.
Beberapa karyawan sontak menyapa mia dengan sopan, mia membalasnya.. dia kesini ingin memberikan sedikit cubitan pada pelakor gagal.
Mia membisikkan sesuatu pada key. key tampak tersenyum dan mengangguk. dia suka ini.
"Mia.. enak banget sih kamu jadi istri bos, gak kerja juga dapat duit. kemana aja dan mau apa aja di turutin" mulai key sedikit mengeraskan suara.
"Ah kamu key, suami ku hanya terlalu menyayangiku" jawab mia malu malu.
"Cih!"
Grace yang memang sejak awal tak suka akan kehadiran mia, semakin geram.
apalagi setiap mia datang ke kantor ini, dia selalu menyaksikan keromantisan edward dan mia. hatinya rasanya terbakar.
dia jauh jauh datang ke sini.. ingin mendekati edward.. tapi kehadiran mia yang entah dari mana merusak semua impiannya.
"dasar pengganggu" decih grace kesal dan mia juga key mendengarnya.
grace memang atasan key, tapi dia tak peduli jabatan jika ada yang merendahkan dia dan orang yang dia sayangi.
"Apakah ibu grace cemburu? sepertinya tak suka akan kehadiran kami di sini" sindir key sesuai skenario.
"Cemburu? tidak mungkin. saya hanya terganggu" ucap grace tanpa dosa.
"Wah.. ibu grace sangat berani mengatakan itu pada nyonya bos sendiri" pancing key lagi.
"Kenapa harus takut? dia tak ada apa apa nya.. bukan dia yang menggaji saya. dia tak akan mempengaruhi apa pun" sombong grace membuat key langsung berdiri mendekati meja grace.
"Apa?" sentak grace nyolot.
Key menarik rambut grace.. akhirnya keinginannya tercapai. dia sangat kesal pada perempuan gatal ini.
"key, udah.. aku gak apa apa" ucap mia lembut, membuat para karyawan semakin menggunjingi grace.
Grace ingin menarik mia. tapi..
"Sayang?"
"Yes.. sesuai timing" batin mia.
__ADS_1
BERSAMBUNG....