
Alex bimbang.
Dia membayangkan.. usia gaby masih muda. baru 19 tahun.. dia sudah di angka 30 an.
harusnya gaby sekarang menikmati masa muda bersama teman teman seusianya. bermain, kuliah dan jalan jalan sepuasnya.
Tapi, gaby benar benar menempatkan pilihan di mana alex adalah yang pertama. dan itu tidak baik menurut alex. dia ingin gaby fokus kepada masa depan nya.
Dia tak mau merenggut masa muda gaby. karna menikah bukan lah senang senang.. tapi sangat kompleks. dia tidak yakin apakah gaby sudah siap. jadi ibu misal nya.. di mata alex gaby masih anak anak.
walau tak bisa di pungkiri, sepertinya alex sudah sadar kalau dia nyaman dan menyukai gaby.
karna rasa sayang nya ini lah, dia ingin yang terbaik bagi gaby.
Drrrt drrrt...
"Apa kamu serius??" tanya seseorang di seberang
"iya.. bantu aku yaa" pinta alex. menghela nafas. dia harus melakukan in.. kalau tidak, gaby akan tetap berjalan dalam bayang bayangnya.
"Baiklah.."
Tuuut tuuut...
Alex merebahkan tubuhnya. dia tak tau apakah ini benar. tapi logikanya memikirkan ini benar.. dia memaksa untuk tidur.
*************
Besok nya. alex sudah berangkat, zian juga.. hanya ada mama dan papa.
Di rumah ed. ada mertua mia dan kakek.. mereka makan pagi bersama sebelum ed berangkat.
"Aku berangkat sayang.. ingat jangan capek capek" ucap ed membawa jas dan tas kerja nya
"Oke hubby.. semangat bekerja papa" ujar mia mencium pipi ed dan di balas kecupan di kening dan bibir.
"Aku akan pulang cepat baby.. " ujar ed. mia mengangguk.
Mia masuk ke dalam. dia masih berbincang bincang dengan mertuanya.. lalu kemudian, mama dan papa datang nimbrung..
mereka membicarakan rencana rencana ke depan, di mana waktu melahirkan mia semakin dekat. para oma dan opa juga kakung, itu paling heboh, me list apa saja yang kurang padahal ed sudah mengisi semua.
"Kakeeek" mia mendekati kakek
"Kakek pernah makan ini belum? ini banyak di makan youtuber dan di instagram lagi viral.." mia membuka ponselnya ada beberapa makanan di resto di tengah kota
"Ayo kita beli ini kek" ujar mia polos
Kakek selalu saja di ajak mia jika kak alex dan kak zian tidak di sana.
Papa winata dan papa wiguna sudah tau modus modus dari ibu hamil itu.
"Kalau kakek mau.. nanti aku bilangin suami ku supaya ikan ikan peliharaan kakek di tambah lagi yang lebih mahal" bisik mia bernegosiasi
Kakek mana bisa menolak.
koleksi ikan mahalnya makin banyak dan tentu jika ed yang membeli pasti itu ikan paling mahal dan cantik yang sulit di dapatkan.
__ADS_1
"Deal" jawab kakek. mia tersenyum puas.
Sebelum mertua dan orangtua nya curiga.. mia mengalihkan pembicaraan.
"Mama.. aku sudah tau pacar kak zian" ujar mia kembali membuka sesi gosip dan julid
Mereka melihat dan penasaran.
Mia yang sudah mengirim foto dari ponsel ed.. dia membuka nya.
"Kak zian pacaran sama dokter giaa" ujar mia dengan ekspresi yang penuh drama.
"Loh.. ini dokter kandungan mu kan nak?" tanya mama
"Iya ma.. kata papa dan kak alex mereka sama sama relawan di desa. sepertinya mereka cinlok" kompor mia dengan wajah menggemaskan.
Mama elina melihat foto foto.. iya benar itu putra nya. mertua mia juga ikut nimbrung.
Papa winata geleng geleng kepala.
"Entah sejak kapan putri ku jadi suka bergosip" bisik papa winata membuat papa wiguna terkekeh. menantunya memang selalu punya tingkah.
Kakek tersenyum.. dia bahagia semenjak mia hadir di hidup ed. keluarga nya yang sudah retak akhirnya bisa kembali hidup bahkan semakin rame. walaupun memang jahil nya bikin pusing.. wkwkwk
Mia dengan semangat mengompor ngompori
berita, dan membahas tentang dokter gia.. sesekali mengejek zian. kenapa dokter gia mau sama pria kaku itu.
"Kita harus mengerjai mereka ma" ujar mia nakal.
"Gimana caranya sayang?" tanya mama
"Serahkan sama mia" jawab mia jahil. dia akan membuat perhitungan buat kakak tampan nya yang pacaran sembunyi sembunyi.
"Tapi dokter gia baik dan cantik ya ma.. mia menyukainya jadi mantu mama" ujar mia bahagia. walaupun dia jahil, di juga sangat senang melihat kakak nya bahagia.
"Mama setuju sama pilihan kalian anak anak mama. selama kalian bahagia" jawab mama
"Baiklah. kakek tadi minta di temani ke depan. iya kan kek?" ujar mia membuat kakek ingin menjewer kuping ibu hamil itu.
padahal dia yang ingin memesan makanan secara online
Tapi mengingat ikan mahal itu.. kakek kembali mengelus dada. demi cicit nya.. tak apalah
"Iya. papa ke depan dulu, cari udara" jawab kakek. mia dengan semangat menggandeng kakek..
mama dan papa bukan tak tau.. pasti ada sesuatu. tapi mereka tersenyum saja.. selama bumil itu bahagia.
Bumil nakal.. pikir mereka.
***********
Di tempat lain.
Gaby sudah mengupload berkas online. dan dia ingin ke rumah sakit lagi.. biasa, menemui pujaan hati.
Gaby masih berharap dokter alex memberikan kepastian kepadanya. dia mau juga kuliah walau sudah menikah. bahkan kalau alex meminta nya jadi ibu rumah tangga saja dia mau.. yang penting, dia sudah punya masa depan.. menjadi istri dokter alex.
__ADS_1
walau sudah di tolak. gaby masih berharap pria tampan itu luluh. apalagi gaby seakan di beri ruang dan kesempatan oleh dokter alex.
Gaby dengan bahagia membawa mobil ke arah rumah sakit.
Di sengaja membawa potongan buah dan salat. karna kalau membawa nasi, takut dingin..
Tin...!
Gaby parkir dan merapikan penampilan nya.. dia berkaca.
cantik.. gumam nya puji diri wkwkw
Dengan bekal di tangan di berjalan menuju lift ke lantai atas. jam segini pasti dokter alex sudah di rumah sakit.
Gaby dengan raut wajah bahagia masuk.
dia hendak membuka pintu tapi..
dia mendengar suara. apa dokter alex ada tamu.?
gaby belum masuk. mana tau itu tamu penting.
tapi sedetik kemudian yang ada hanya suara tawa. gaby berusaha mendengar di balik pintu.
"Apa kau tidak takut nanti kekasih mu datang ke sini?" pancing dokter perempuan itu sesuai rencana. ini semua rencana alex
"Aku tidak punya kekasih" jawab alex santai. tapi wajah nya harap harap cemas melihat siluet seseorang di balik pintu dan dia tau itu gaby.
"Gadis cantik yang tiap hari mendatangi mu?" lanjut perempuan
"Eii dia masih anak kecil, aku tidak mungkin bersama nya. aku ingin bersama perempuan yang punya masa depan" jawab alex menahan sesak di hati. dia tak tau ada apa dengan perasaan nya.
Deg!!!!
"Apa ini alasan dokter alex menolak nya? karna dia tidak punya masa depan?" pikir gaby merasakan sakit di hatinya.
"Tapi dia sepertinya serius" ujar perempuan sedikit mengeraskan suara
"Dia masih anak kecil.. tidak tau betul perasaan nya.. aku tidak mungkin menikah dengan anak kecil" kilah alex.
Gaby terpaku. seketika nafasnya tercekat.
apa apa an ini, pikirnya.
Gaby dengan segala keberanian membuka pintu. dia harus pastikan suara itu suara pria yang dia kejar selama ini.
ceklek!
"Ma maaf" lirih gaby. matanya berusaha menahan kecewa dan kesedihan.
wajahnya jelas jelas menampilkan luka mendalam.
BERSAMBUNG.........
Ingat no hate komen ya gais...
Tolong tinggalkan jejak like kalau kalian mau hehe.
__ADS_1