Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Ke Apartemen ed


__ADS_3

"Nanti kalau kita sudah menikah dan aku ada dinas ke luar kota.. kamu ikut aku kan sayang?" tanya ed penuh harap.


Mia terdiam dia sebenarnya sudah pernah memikirkan ini.


"Iya.. kak, tapi..."


"Tapi....?"


"Tapi, mia harus menyerahkan nya dulu ke kak david, karna sekarang aku lagi ada proyek juga kak.. nanti itu jadi anak perusahaan gitu yang di handle kak david. mungkin setelah menikah, mia akan lebih banyak di rumah.. paling sesekali menemani kak david kalau dia kesulitan" jelas mia jujur.


"beneran sayang?" tanya ed bahagia


mia mengangguk.


"Aku gak akan memaksa kamu berhenti kerja sayang.. selama kamu masih bisa membagi waktu buat aku, dan itu membuat kamu bahagia.. aku gak apa apa. jangan jangan terlalu terburu buru.. pelan pelan saja," ucap ed


***


Ed dan mia tiba di apartemen kawasan elit mikik ed.


mereka manaiki lift paling atas.. tangan mereka tak pernah lepas, sesekali ed mencium tangan mia penuh cinta.. mia merasa bahagia.


Ceklek!


"Ayo sayang.." mia mengikuti ed masuk ke dalam.


Semua terlihat rapi dan bersih. barang barangnya juga lengkap. inferiornya sangat mewah.


"Kakak di sini sendiri?" tanya mia melihat semua sudut ruangan.


"Enggak.. ada bi mar, di belakang.. " jawab ed menggandeng mia ke dalam.


"Selamat siang tuan muda.."


"Siang bi, kenalkan.. ini mia calon istri ed bi" ucap ed sopan. karna bi mar memang sudah bekerja bersama ed dan kakek semenjak ed masih kecil. jadi ed sangat menghormati bi mar..


"Sayang, ini bi mar.. yang memastikan semua kebutuhan dan makananku di sini.. nanti juga bibi akan ikut ke rumah kita" jelas ed


"Salam kenal bi, saya mia.. nanti ajarin masakan kesukaan kak ed dari kecil ya bi" ucap mia menyalim bi mar sopan.


"Nona sangat cantik.." puji bi mar kagum, akan sosok ramah dan cantik di depannya.


Ed tersenyum melihat mereka.


"Bi kami ke dalam dulu ya, tadi kami udah makan di kantor jadi kalau ada perlu biar ed yang ambil"


"Baik tuan muda"


"Ini ruang apa kak.."


"Ini ruang kerja ku sayang, ini aku mau nunjukin ini. desain dan nanti gambaran rumah kita setelah lengkap semua" ed menunjukkan kertas di atas meja pada mia.


Mia menatapnya kagum.


"Woaaah.. ini bagus kak.. pasti mahal ya biaya nya" ucap mia polos.


"Tidak.. itu tidak seberapa" ucap ed sombong.


"Iya tau yang punya banyak duit" sindir mia mengelilingi ruangan ed. dia melihat semua ruangan yang cenderung polos.

__ADS_1


Hingga..


Mia kaget, saat menekan dingding, dan ternyata itu pintu ke kamar ed.


"waah.. ini keren, gausah lewat pintu bisa pindah kamar wah" gumam mia berjalan masuk ke kamar ed.


Ed tersenyum melihat mia yang membolak balik pintu penyambung kamarnya dan ruang kerja ini.


"Nanti kita juga punya begini di kamar kita sayang," ujar ed, mendekati mia.


"Oiya kak? dari makar langsung ke dapur? langsung ke garasi? gausah turun tangga?" tanya mia menyentuh beberapa foto ed yang ada di bingkai meja.


"hanya terhubung ke ruang kerja dan kamar anak anak aja sayang.. "


Deg!


"Anak?" pekik mia kaget. mereka bahkan belum menikah.


"Iya.. jadi gampang gitu nanti melihat anak anak kalau rewel"


Mia tersenyum saja. ed sudah memikirkan sampai sejauh itu. mia melihat kamar ed yang cenderung lebih gelap.


Tiin!


Ed menyalakan ac. supaya mereka lebih nyaman.. karna bi mar hanya membersihkan kamar jarang menyalakan ac juga.


satu kata untuk kamar ed. adalah sempurna.


Dug!


Ed mendudukkan mia di atas ranjang . lalu ed sengaja berbaring dan meletakkan kepala di paha mia.


Cup


"Ganteng banget sih. " puji mia mengelus wajah ed lembut. ed tersenyum mendengarnya.


"Gak nyangka ya kak kita akan menikah beberapa hari lagi.. rasanya seperti mimpi" ucap mia masih mengelus wajah ed.


"Kamu bahagia sayang?" tanya ed membuka mata. dia menatap mia yang ada si atasnya.


"Bahagia lah.. siapa yang tidak bahagia menikah dengan pria kaya" goda mia sambil tertawa.


"Nanti aku habisin duit kakak ya.. aku mau foya foya" ucap mia bercanda berusaha menjahili ed seperti yang biasa dia lakukan pada kedua kakaknya.


"Habisin aja kalau kamu bisa hemm.. nakal" ed langsung duduk menggelitik perut mia.


Mia kegelian hingga dia tak sadar malah terlentang di ranjang ed.


Ed menindih mia masih menggelitik perutnya, sesekali tanpa sengaja tangan ed merasakan benda kenyal mengenai tangannya.


"Ampuun hahahaah kak.. ampunn" mia berusaha melepaskan diri, dia menggelinjang malah membuat ed panas dingin.


Ed melepaskan tangannya lalu dia merapikan rambut mia yang berantakan.


Cup


ed mengecup bibir mia lembut. dia masih menindih mia.


Mia berusaha menetralkan nafasnya.. dia merasakan benda basah menyedot bibirnya. hingga..

__ADS_1


mia mengalungkan tangan dia leher ed, mia membalas ciuman ed tak kalah mesra.


"Keluarin sayang" bisik ed,


"hah?" mia bingung keluarin apa pikirnya.


Cup


"Lidahnya sayang, gini ." ed menirukan, dan mia menurut.


ed melahap lidah dan bibir mia mesra. di kulum di jilat dan di Lu*mat. mia sampai merasa meremang.. ini sangat nikmat.


dia suka saat lidah ed memanjakannya.


Ed yang semakin terbawa suasana juga menciumi leher mia.. dia beri hisapan di sana.. hingga memunculkan tanda berwarna merah.


Ed kembali mencium mia. tangannya yang sedari tadi mengelus tengkuk mia bergerak turun..


ed memasukkan tangannya ke dalam baju mia, dia mengelus perut mia sampai mia menggelinjang.


Sambil mencium mia, dia dengan berani mencari mainan di sana.. dan dapat. ed meremas pelan dada mia di balik bra. di dalam pakaian mia. sangat lembut.


"Eeuungh" lenguh mia saat merasakan sentuhan di dada nya.


Ed semakin semangat, lidah ed turun ke telinga dan leher mia. membuat mia kembali kegelian..


Saat merasakan sesuatu mengeras di bawah sana.. seketika mia tersadar. mereka tidak boleh bablas.


Tangan mia menarik tangan ed yang ada di dadanya.


Ed menghentikan ciumannya.


"Maaf sayang" ed merapikan baju mia. wajahnya masih memerah. untung saja mia menghentikan aksinya kalau tidak, bisa jadi dia merusak mia.


"Kak?"


"Sebentar sayang.. ini sangat nyaman" ucap ed yang sudah menghentikan aksinya dan sekarang memeluk mia dari samping, mereka masih sama sama terbaring. ed menenggelamkan wajah di dada mia bagian luar.


"Kamu sangat harum sayang" bisik ed memeluk ed.


Cup


"Ayo kak.. mia haus," mia mencari alasan.. kalau mereka kelamaan di kamar bisa ada yang terjadi.


Mia segera membuka mata. dia bangun dan membantu mia bangkit juga.


Dia merapikan rambut mia.


"Cium sekali lagi ya sayang" pinta ed sebelum keluar dari ruang kerja.


Mia menatap heran calon suami mesum nya.


Mia memonyongkan bibir, dengan senang hati ed meraupnya.. di lu*mat mesra dan cukup lama.. dia memainkan lidah dan bibir mia lalu kembali merapikannya.


"Sangat manis.. kakak suka" ucap ed melap bibir mia tersenyum.


"Dasar om om mesum" ejek mia langsung berjalan cepat. dia berlalu di balik pintu


"Om mesum ini akan jadi suami mu sayang, nanti om tunjukkan apa arti dari mesum" ucap ed melangkah mengikuti mia yang sudah berlari menjauh dari ed.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2