
"Ada siapa buk? ren kayak denger suara mob- "
Reni kaget.
Apa dia tak salah lihat.
reni tak bergerak dari tempat nya. melihat rey dengan santai dan akrab duduk tersenyum ke arah nya.
"Tuan ngapain?" tanya reni dengan wajah tak suka.
"Tuan??" ujar ibu dan bapak reni. bukan nya pria ini kekasih reni? kenapa memanggil tuan.
"Eh.. saya bertemu reni di pekerjaan pak, bu,. reni sekretaris sahabat saya, dan saya kebetulan asisten dari perusahaan qq group. kami kerja sama. jadi iren kebiasaan manggil saya tuan. sayang, sini" ucap rey tanpa dosa.
whatt??
sayang???
reni ingin pingsan rasanya. dan apa tadi. iren?? kenapa rey suka suka membolak balik nama nya.
"Iya ren, gak sopan berteriak begitu sama tamu. nak rey datang mengunjungi ibuk dan bapak. oiya nduk, kamu ndak kasih tau ibu kalau udah punya pacar" ujar ibu senyum senyum
"Pacar??" pekik reni masih syok. apa apaan ini. pikirnya.
Reni melihat wajah bapak dan ibu begitu bahagia. senyum tak lepas dari wajah nya. belum lagi dua adik adik reni terlihat malu malu memegang kotak yang sepertinya pemberian rey.
"Ren.. duduk nak" ujar bapak lembut. reni sangat patuh. apalagi kepada bapak nya.
"Re reni bikin minum dulu pak" jawab reni. dia masih belum paham apa maksud tuan rey. rey yang selama beberapa saat ini sangat suka memlngganggunya.
Rey tersenyum. reni tak membantah. sepertinya dia harus gerak cepat.
"Adik adik iren masih sekolah ya buk, ssya gak tau apakah ukuran nya akan pas. saya juga bawa sekolah dan perlengkapan sekolah buat mereka"
adik adik reni begitu kagum. tak ada satupun di sekolah nya yang punya tas sepatu bahkan merk baju sekolah seperti ini.
"Nak rey, ini sudah terlalu banyak" ujar ibu melirik bapak yang juga baru kali ini di kunjungi oleh orang se peduli rey.
"Tidak apa apa buk, saya senang.. kalian semangat belajar nya. supaya nanti bisa ikutin kak reni juga sukses membahagiakan bapak sama ibuk" ucap rey lembut pada dua pria kecil di dekat ibu reni
"Makasih mas"
"Makasih banyak mas" jawab mereka tak bisa melepaskan pandangan dari oleh oleh rey. ini semua barang yang sangat mahal dan bagus.
Reni masuk membawa teh hangat. dia letakkan dengan sopan.
"Silahkan tuan"
__ADS_1
"Makasih sayang" jawab rey tanpa dosa.
sedangkan ibu dan bapak senyum senyum.. karna untuk orang orang di desa. memanggil pasangan dengan panggilan sayang di depan orang lain memang sangat jarang.
reni juga malu. aah tapi, dia tak punya pembelaan. kalau dia hendak bicara rey selalu memotong. hish
"Ren, kamu tuh nduk, yang sopan.. kalau manggil yang lebih tua iku manggil mas.. " ujar ibu.
rey tersenyum penuh kemenangan..ibu reni memihak padanya.
"Iya bu" jawab reni.
Mereka mengobrol, sebenarnya hanya rey yang banyak mengobrol dengan bapak dan ibu. sedangkan reni lebih banyak diam. dia geleng geleng kepala. tuan rey selalu tak bisa dia pahami jalan nya.
rey juga berusaha akrab dengan adik adik reni.
Tanpa reni sadari, dia tersenyum.. melihat banyak tawa di rumah. dan rey melihat senyum manis yang langka itu.
"Nak rey suka makanan apa? biar ibuk masak"
"Saya suka semua buk, tapi apa tidak apa apa?" tanya rey basa basi wkwkwk
"Ya ndak papa nak, ibu mau masak. ren, tolong ambilkan jahe dan sayur di kebun ya nduk" ucap ibu.
"Iya bu"
"Gak usah mas.. aku aja" jawab reni menahan kesal. dia terpaksa memanggil mas.
"Aku ikut boleh ya buk.. aku ingin lihat" rey yang tak mau kalah membujuk ibu reni
"Ren, ajak lah nak rey, sekalian melihat sekeliling" ujar ibu. reni kembali mengangguk.
"Mas, pakai baju begitu nanti kotor" ujar adik reni. sepertinya rey cepat dapat hati mereka. hanya reni yang susah.
"Enggak apa apa.. mas punya ganti nanti" jawab rey semangat. dia langsung berdiri.. mengikuti reni ke belakang
"Sayang tunggu. buk, iren kalau nanti marah sama aku, belain aku ya bu.. " ujar rey. ibu dan bapak tertawa. adik adik reni juga ikut merasa lucu.
rey menyusul reni yang terlihat kesal padanya. reni tak mau bicara pada rey.
Reni berbalik setelah tak ada orang yang mendengar mereka.
"Tuan.. apa maksud dari semua ini?? kenapa tuan bisa ada di sini?? dan tari itu?? tolong.. jangan membuat lelucon tuan." akhirnya reni mengeluarkan uneg uneg nya juga.
rey terlihat santai.
"Satu, panggil aku mas.. kedua aku ke sini menyusul mu. aku akan melamar mu" jawab rey membuat reni terbelagak
__ADS_1
"Tuan jangan bercanda!!" reni membentak rey. dia merasa ini sudah berlebihan.
"Aku tidak bercanda iren.. aku serius."
"Iren iren.. namaku reni!"
"Itu panggilan khusus dari aku."
"Tuan, tolong setelah ini segera pulang. jangan mengasihani keluarga ku semua. aku bisa mengurus keluarga ku. urusan kita hanya pekerjaan"
Rey bergerak. menarik reni pelan.
"Siapa yang mengasihani siapa?? di sini yang harus di kasihani itu aku! aku ingin punya keluarga seperti keluarga mu. aku yang harus nya di kasihani. aku ingin berada di tengah hangat nya keluarga seperti di rumah mu."
"Lagian, selama beberapa bulan ini kau selalu menolak kehadiran ku. aku mencintai mu reni. apa itu belum cukup? aku mencintaimu. kamu kira aku akan menghabiskan waktu menghubungi kamu tiap hari mengikuti jadwal mu bahkan menyusul mu menemui keluarga mu hanya untuk main main??" rey mengeluarkan semua isi hatinaya.
"Aku menyukai mu.. tolong, jangan usir aku iren. aku mencintaimu" suara rey melemah
sedangkan reni bengong. dia sedan di lamar. di kebun??
ungkapan cinta tadi? bukan kah selama ini reni selau judes kepada rey? kenapa bisa??
"Tuan.."
"Panggil aku mas"
mereka sama sama diam.
tapi, tanpa sepengetahuan mereka. ibu mendengar semua.. tadinya ibu menyusul karna pasti reni lupa di mana ibu menanam jahe.. eh malah mendengar pengakuan cinta begini.
Ibu mengenal reni. bagaimana sifat anak nya itu di luaran sana. karna banyak yang mengadu pada nya katanya reni sombong.
dan tadi...
ibu merasa rey orang baik dan tulus. dan ucapannya tadi membuat ibu reni makin menyukai rey. sepertinya ibu harus memberitahu bapak. wkwkwkwk
Ibu pulang, dia biarkan rey dan reni menyelesaikan obrolan nya.
Reni dan rey masih saing diam.
"Reni.. aku serius. aku bahkan minta tolong kepada kesha dan david. juga bantuan mia dan tuan edward supaya aku dan kamu bisa libur. dan aku bisa menemui keluargamu." jujur rey..
reni menatap mata rey. tak ada kebohongan di sana..
"A aku..." suara reni sedikit bergetar.
BERSAMBUNG........
__ADS_1