Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Kalung warisan


__ADS_3

Setelah kepulangan mia dan ed dari bulan madu... mia maupun ed akhirnya menginap di rumah papa winata, lalu saat week end, sesuai kesepakatan mereka akan menginap di rumah kakek.


Setiap ada celah, mia selalu membuat momen untuk ed dan mamanya. Ed juga tidak protes.. selama istrinya ada di sisinya tidak apa apa.. bahkan dia bersyukur.


Mama ed juga semakin hari semakin semangat mengambil hati putranya. Di ajak bicara ed sudah menanggapi seperti biasa.. tidak seperti dulu lagi dingin dan datarnya.


Di rumah Kakek.


"Mia.. apa kamu sedang sibuk sayang?" tanya mama ed lembut melihat mia sendirian dia dapur. mia menyuruh pelayan untuk mengerjakan hal lain.


"enggak kok ma.. ini mau buatin susu hangat buat suami mia" jawab mia tak kalah lembut.


Mama tersenyum melihat mia melayani ed dengan baik.


"Nanti kalau sudah, boleh kah mama bicara sebentar nak? berdua"


"Oo oke ma" walau pun bingung, mia tetap menurut.


Ceklek!


"Hubby... ini minum dulu, tapi masih panas.. tunggu sedikit hangat ya" ucap mia pelan saat ed sedang di depan laptop.


Mia tadi sempat mengintip kalau suaminya sedang melakukan zoom dengan beberapa orang. mia tak ingin mengganggu.


Perubahan wajah ed yang tiba tiba seperti kucing manis tak luput dari mata orang orang.. mereka penasaran ada apa hingga singa kejam itu tersenyum begitu manis.


"Sini.." ed menepuk nepuk paha nya sebagai kode untuk mia.


Mia tentu saja menolak. ada banyak mata yang akan melihat di layar laptop suaminya.


Mia menggeser sebentar laptop ed supaya tidak menyorot mereka berdua.


dia duduk di pangkuan ed . ed memeluk pinggangnya mesra.


"Makasih" ucap ed mengecup pipi mia.


"Hubby.. aku mau ke bawah dulu ya, ingat susu nya di minum" bisik mia mengelus rambut suaminya.


"Di sini aja baby" ujar ed tak kalah manja.


"Sebentar, tadi mia udah janji sama mama.. sebentar yaa Cup" mia sudah meluluhkan suaminya.. dia keluar sambil menggoda ed melayangkan beberapa flying kiss sebelum berbalik.

__ADS_1


Ed ingin menarik mia saking gemasnya.. tapi dia biarkan. dia harus menyelesaikan ini dulu.


Di Kamar mama.


"Mama mau ngomongin apa ma.." tanya mia setelah mereka berdua duduk di kamar mama.


Mama ed tak menjawab, dia berjalan ke samping ranjang.. sepertinya ada etalase atau laci di sana.. mia tak berani bersikap berlebihan apalagi ini privasi mertuanya. jadi dia diam aja..


Mia diam beberapa saat melihat mama mengeluarkan kalung yang masih dalam kotak transparan tapi mewah.


"Mia.. kamu adalah menantu mama satu satunya. mama sudah menganggapmu putri mama juga." mama membuka kotak itu dan mia semakin jelas bisa melihat isi di dalamnya. ini terlihat vintage dan mahal.


"Ini adalah warisan turun temurun di keluarga ini. dulu mama dapat ini dari mertua mama.. dan sekarang ini milik kamu sayang" ujar mama lembut.


"Tapi ma.. ini terlalu berlebihan.. mia takut tidak bisa menjaganya" mia tentu takut, bagaimana kalau kalung itu hilang dan semacamnya? padahal itu di wariskan turun temurun.


"Enggak sayang.. ini sekarang hak kamu. kamu yang akan memakai dan menyimpan nya. terimakasih banyak sudah hadir di keluarga wiguna.. tanpa mu mama tidak tau akan seperti apa hubungan kami dengan ed" mama dengan tulus memeluk mia.


"Itu karena mama dan papa juga tak lelah selalu berusaha mendekap kak ed ma.. mia senang, akhirnya mama papa dan kak ed sudah semakin dekat"


"Terimakasih sayang.. mama sangat beruntung punya menantu seperti kamu" puji mama membuat mia malu.


"Semoga di sini segera hadir calon keluarga baru ya.. mama rasanya ingin bermain main dengan cucu" mama mengelus perut mia yang masih datar.


Akhirnya tak bisa menolak. mia di berikan kalung mewah. dan mia membawanya ke dalam kamar.


"Eh.. hubby.. kirain masih kerja" mia cukup kaget mendapati suaminya sudah di kamar mereka.


"itu apa sayang?" ed balik bertanya setelah melihat tangan istrinya membawa sesuatu.


Mia duduk di samping ed


"Ini.. dari mama. katanya ini tradisi keluarga.. jadi ini di turunkan untuk menantu keluarga kita. mia sebenarnya tidak enak karna ini terlihat sangat mewah.. tapi mama tetap kekeh" jujur mia apa adanya.


"Enggak apa apa.. mama pasti tidak salah memberikannya padamu sayang" ed melihat kalung itu. dia tersenyum.. istrinya benar benar kesukaan orang orang di rumah ini.


bahkan bi rimar yang tinggal di rumah mereka begitu kagum pada mia. bisa menyatukan anak dan orangtua yang sudah sejak lama terpisah jauh walau saling bertemu.


"Mia takut memakainya by, gimana kalau hilang atau rusak"


"Gak papa sayang, kalau hilang atau rusak berarti memang sudah saatnya" ujar ed enteng.

__ADS_1


"Iiiih nyebelin" mia kesal dengan jawaban santai suaminya.


"Makanya jangan sampai hilang atau rusak.. suamimu sebenarnya bisa membeli yang lebih mahal dari ini. tapi karena ini sudah jadi budaya keluarga kita ya sudah.. terima saja"


"Yaudah deh.." mia akhirnya menyimpan kotak vintage tersebut di tempat aman. mia akan membawanya ke rumah mereka dan menyimpan di tempat perhiasan yang di beli ed. supaya lebih aman.


"Sayang.. kita pulang jam berapa?" ed mendusel dusel di leher mia.. dia tidak bisa melakukan di sini.. karena wktinya mepet. jadi ed ingin segera pulang saja, dari tadi dia ingin menggigit kucing nakal nya.


"Aku ngikut aja by.." mia yang sudah terbiasa akan tingkah laku ed yang suka nemplok membiarkan ed menciumi nya.


"Kita makan malam di rumah aja ya.. " bisik ed memeluk mia erat


"Uuuhm.. ya" mia meremang karna ed makin nakal di lehernya.


Ed tak ingin bablas di sini.. nanti saja di lanjut di rumah. pikirnya.


Di rumah ed dan mia.


"Selamat datang tuan muda, nyonya" bi mar menyambut mereka sopan.


"Bik mar, kami istirahat dulu ya. nanti makan malam kami turun.. gak usah di antar" ucap ed


Bik mar yang sudah paham kebiasaan baru tuan mudanya mengangguk paham


"Baik tuan"


****


Mia mendapati suaminya yang sudah sangat siap menerkamnya.


Tapi mia melakukan segala cara untuk menunda nunda.. dia seakan mengulur waktu.


"Baby.. jangan lama" ed yang sudah siap menunggu mia yang beralasan ke kamar mandi.


"dasar om om mesum gak sabaran" gerutu mia menyiapkan diri dan berusaha santai.


ceklek!


"Hmmmmpt.." mia mengedip ngedipkan mata karna ed langsung menyambar bibir nya dan membawanya ke ranjang.. mia pasrah, sekuat apa pun dia mengulur pasti tuan suaminya ini akan punya seribu cara. jadi mia menikmati setiap sentuhan dan de*sahan dari suaminya bersahut sahutan.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2