
Dokter alex menepati janjinya datang menjemput gaby ke alamat yang di kirimkan oleh david. rumah baru mereka.
Alex tadi sengaja ganti baju dulu supaya tidak terlihat begitu tua jika jalan bersama gaby. dia memakai kaos santai.
"Aku di depan sayang" isi pesan alex..
Gaby juga sedang siap siap. ini adalah kencan pertama mereka. dia memakai pakaian kasual dengan makeup tipis. dia di ajari joan kalau mereka keluar bersama.
gaby memakai sepati kets putih. sangat cantik.
"Kak.. aku keluar dulu ya. nanti aku pulang sebelum bbq an mulai" izin gaby pada key dan david.
"Hati hati. jangan jauh jauh, besok kan kamu berangkat" ujar david
"Iya kakakku sayang. babyeee"
Gaby keluar meninggalkan key dan david yang terlihat geleng geleng kepala.
"Dokter?" sapa gaby saat ingin masuk ke mobil dokter alex.
Gaby terlihat sangat cantik dengan rambut setengah di gerai. dan gaun santai nya. juga polesan tipisnya.sangat manis.
"Dok?"
"Eh.. ayok" dokter alex tersadar segera membawa kemudi ke arah pusat perbelanjaan.
tadi alex sudah mencari cari tempat buat di kunjungi. nanti mereka akan makan dulu, dia tau gaby suka sekali hunting tempat makan. dan nonton
Selama di perjalanan, alex tak melepas tangan gaby.
Awalnya gaby kurang nyaman karna tidak bebas gerak. tapi alex tak mau melepas. yaudahlah ya.
"Ayo" alex menyodorkan tangan mengajak gaby keluar menuju salah satu resto.
Gaby menyambutnya. mereka masuk dengan santai. ada banyak pasang mata yang melihat mereka. sangat tampan dan cantik.
Alex sedikit khawatir di kira terlalu tua buat gaby. dia harus banyak memperhatikan penampilan nya mulai sekarang.
Alex tersenyum melihat gaby begitu antusias melihat menu.
"Ini sepertinya enak. tapi ini jugaa" gumam nya galau
Gaby bahkan tidak sadar dari tadi alex sudah selesai memesan dan melihat tingkah gadisnya.
"Pesan aja mana yang kamu suka" ujar alex terkekeh
"Gak ah. nanti sisa.. mubazir" jawab gaby tanpa mengalihkan mata nya dari daftar menu.
Setelah berfikir.. gaby akhirnya memilih.
"Aku mau ini, minum nya ini" ujar gaby pada waiters nya.
"Apakah enak kuliah di jurusan mu?" tanya alex mulai obrolan
"Enak. banyak makan nya. tapi capek juga deh" jawab gaby jujur
__ADS_1
"Nanti kalau lulus mau ngapain rencana nya?" tanya alex
Gaby menoleh.
"Mmm.. gatau bisa atau enggak. aku belum bilang kak david juga sih dokter. aku mau punya restoran sendiri" jawab gaby. alex mengangguk..
"Silahkan" makanan mereka tiba.
mata gaby langsung berbinar melihat makanan tiba.
"Makasih" jawab gaby lembut.
Selama makan, gaby terlihat begitu menikmati. alex tanpa sadar tersenyum.. gaby sangat lucu dan menggemaskan di matanya.
"Mau coba yang ini?" tawar alex
"Gak usah dokter. " jawab gaby tak enak. alex terlihat tak senang, kenapa saat dengan si dwiki dwiki itu gaby mau berbagi makanan. sedangkan dengan nya gaby terlihat enggan?
"Kenapa??" tanya alex datar
"Hah?" beo gaby bingung.
"Gak apa apa." ujar alex kembali memakan makanan nya.
padahal alex tidak tau, gaby bukan tidak mau. tapi gaby kan malu dan tak mungkin bertingkah rakus di kencan pertama mereka. jaim jaim ceritanya.
Alex memang tidak begitu suka gaby dekat dengan dwiki. apalagi saat mengingat dulu mereka makan bersama. dengan santai gaby dan dwiki saling bertukar makanan. kenapa dengan dirinya tidak?
Gaby bingung, kenapa dengan dokter alex pikirnya. dia tidak tau kalau tidak di beri tau.
perbedaan gap generasi membuat mereka saling mempertahan kan pemikiran sendiri.
"Dokter ada apa? apa kita pulang saja?" ujar gaby karena melihat wajah alex berubah.
Sebenarnya selain masalah makanan tadi. alex merasa gaby masih memberikan batasan padanya.
gaby bisa merengek dan bercanda dengan dwiki dan henry teman nya itu. memelas dan sebagainya. kenapa dengan nya tidak bisa?
Panggilan gaby padanya juga seolah olah mereka tidak punya hubungan apa apa. tapi alex juga ingin di bujuk.. dia merasa harusnya gaby tau.
padahal gaby tidak tau kalau tidak di beri tau.
huft. bingung sekali ya bun.
Gaby lebih diam karena melihat wajah alex seperti sedang kesal. gaby tidak nyaman. dokter alex dari tadi diam.
Bahkan menonton yang harusnya di nikmati pun, tidak di nikmati gaby dan alex. terasa aneh dan canggung.
"Kenapa dengan dokter alex" batin gaby tadi curi curi pandang wajah kesal kekasihnya.
Sampai mereka pulang pun. suasana terasa aneh.
dan dengan tidak beruntungnya.
ponsel gaby berbunyi yang semakin membuat kekesalan alex bertambah.
__ADS_1
Teman teman gaby menelfon, meminta di bawain oleh oleh.
"Kok kalian keluar tanpa akuu" kesal gaby kepada 3 teman nya.
"Makanya cepat pulang sini" jawab joan.
"Iya.. sabar ya, besok aku udah di sana" jawab gaby. tak tau di sebelahnya pria tampan sedang mencebikkan bibir kesal melihat teman teman gaby.
Gaby merasa tak enak berbincang di mobil dokter alex. dia akhiri apalagi gaby masih bingung kenapa dengan dokter alex.
"Dokter kenapa? apa sedang ada masalah?" tanya gaby setelah diam beberapa saat.
"Gak ada" jawab alex sedikit ketus.
gaby tidak tau, dia akhirnya memilih diam.
Tapi semakin lama, gaby makin kesal. kenapa?
"Dokter apa aku ada salah? kenapa dokter dari tadi diam? apa dokter sedang ada masalah?" tanya gaby akhirnya.
"Gak ada" jawab alex ketus.
gaby menatap lekat dokter alex. lalu kenapa wajahnya terlihat kesal? dan dokter alex sama sekali tidak bicara padanya.
Gaby diam. hening.
Ceklek!
Sampai di rumah david pun, orang orang sudah tiba. ada beberapa yang menggoda mereka. tapi alex hanya diam. gaby makin pusing melihatnya.
"Kenapa kak alex gab?" tanya mia heran. wajah kakak nya terlihat masam
"Aku juga gak tau kak.." jawab gaby jujur
"Aneh" gumam mia melihat alex dan gaby yang diam diam an.
Gaby memperhatikan dokter alex diam diam. terlihat dokter alex tertawa bersama ron kak rey dan yang lain.
"Kenapa?" gumam gaby bingung. dia paling tidak bisa menebak isi hati orang. kalau ada sesuatu dia lebih suka di omongin langsung. frontal.
Gaby masuk ke kamarnya. dia packing lebih dulu. supaya besok tinggal cau.
Yang membuat gaby makin heran adalah. dia melihat dokter alex tertawa. tapi saat dia mendekati dokter alex, wajah dokter alex berubah. seperti tadi
lama lama kan gaby kesal ya..
kalau ada salah ya ngomong, biar tau. ini malah merajuk seperti putri solo. diam. wajahnya cuek begitu.
Gaby tak habis fikir. dia kira berpacaran dengan yang lebih dewasa dia akan lebih di maklumi. malah ini dokter alex yang ikut kayak abg seperti dirinya.
Melihat dokter alex cuek padanya. gaby juga tak mau kalah. dia juga balik mendiami dokter alex. mungkin dokter alex tidak nyaman saat bersama nya. batin gaby.
atau jangan jangan dokter alex menyesal pacaran dengan ku?" pikir gaby kemana mana.
Salah paham oh salah paham.
__ADS_1
BERSAMBUNG......
kasih konflik dulu yaa sedikit. otor suka keributan xixixi....