
"Sayang, anak anak kita" lirih mia terharu. rasa sakit yang tadi dia alami langsung hilang di ganti rasa bahagia melihat dua putranya.
"Iya sayang anak anak kita." ed mencium mia lagi penuh cinta.
"Tuan, silahkan menunggu di ruang sebelah. kami akan bersihkan nona mia lebih dulu, dan baby twin akan di antar ke sana "
"Makasih dok" jawab mia dan ed sama sama.
Ed keluar.
Dia memandang semua yang di luar dengan senyum harum bahkan matanya masih berkaca kaca.
"Putra putra ku sudah lahir. mereka akan ke ruangan sana" ujar ed dengan nafas lega.
"Selamat nak.."
"Selamat nak.."
"Selamat"
Ucapan selamat buat si papa muda dan pelukan hangat juga. tak lupa besan besan juga saling menyelamati. ini yang sudah lama mereka nantikan.
Tak lama suster membawa baby twin dalam box khusus.
"Cucu kita pa"
"Besan.. ini cucu kita" mama begitu semangat dan heboh melihat dua bayi mungil yang masih merem. masih merah.
Mereka tersenyum bahagia. apalagi alex dan zian. mereka kagum, melihat pahatan sempurna produk ori dari adik nya. sangat tampan.
Membiarkan yang lain melihat anak anak nya. ed menunggu istrinya. dia ingin menyambut istrinya sekarang.
tak lama.
ceklek!
Mia sudah di bersihkan.. lengkap dengan pakaian nya juga.
"Sayang" ed sigap membantu mia dan memindahkan mia ke brangkas kamar vip tersebut.
"Sayang, mama sangat bahagia. selamat ya.. sekarang putri nakal mama resmi jadi ibu." ujar mama elina memeluk putri nya.
"Mama juga sangat bahagia. makasih banyak sudah hadir di keluarga wiguna dan memberikan cucu cucu tampan buat kami nak" tambah mertua mia.
"Putri papa sudah jadi mama sekarang, papa harap cucu papa sehat dan menjadi pengerat kekeluargaan kita"
"Amin.."
"Kakeeek" panggil mia. melihat kakek dari tadi tersenyum haru.
"Selamat nak, semoga cepat pulih. kakek tak sabar bermain bersama cicit" ujar kakek lembut.
"Makasih banyak kakek sudah penuhi apapun ngidam nya mia" jawab mia malu malu. mereka gemas melihat ibu si kembar itu
"Selamat buat putra dan menantuku. rasanya tak sabar ingin mengajak cucu cucu kita mancing ya besan" ujar papa wiguna.
"Hei.. tidak boleh, cucu cucu ku belum boleh keluar. kami akan merawatnya. iya kan besan" tolak mama membuat mereka tergelak.
Alex dan zian mendekati adik nakal mereka.
"Selamat adik nakal nya kakak. walaupun waktu ngidam suka nya bikin uncle pusing.. tapi kakak sangat bahagia" ujar zian memeluk mia.
__ADS_1
"Makasih kak zi" jawab mia memeluk kakak nya.
"Kakak juga, langsung dapat dua. kakak harap setelah jadi ibu, kamu tidak tambah cerewet" goda alex..
Pluk!!
"Aku gak cerewet" kilah mia memukul pelan lengan kak alex.
mereka tertawa. rasanya kejahilan mia saat hamil, semua tingkah dan drama nya menjadi kenangan tersendiri..
Setelah banyak bincang bincang, mereka istirahat di bed yang di sediakan ed buat mereka masing masing.
Mia sudah mengantuk dan yang lain juga sudah ke posisi masing masing.
tapi,
Dokter gia masuk.
"Nona mia, anak anak nya sudah boleh di kasih asi. lebih baik di kasih sekarang, takutnya nanti subuh subuh rewel"
"Baik dok" jawab mia di bantu duduk oleh ed.
Dokter gia dan perawat membantu mia menyusui. walau pertama nya geli tapi makin lama mia tersenyum bahagia. dia menciumi putranya yang menghisap pu*tingnya lapar.
Dokter gia dan yang lain pamit keluar. tinggal ed yang membantu mia menemani si baby twin mencari makan dari sumbernya.
Ed menelan ludah. itu miliknya. tapi sekarang si kembar juga harus mencicipi nya.
mia menatap jengah suami mesum nya. dia tau apa arti tatapan ed.
"Hubby, ini si kakak udah. adek sini" ujar mia berganti menyusui si bungsu.
Ed ikut duduk menunggu si bungsu selesai.
"Pinter ya mereka sayang" puji ed saat anak anak nya dengan pintar minum asi.
"Iya kan sama kayak papa nya" jawab mia.
"Lebih pinter papa nya sih sayang" jawab ed jahil. mia mendelik membuat ed terkekeh gemas mengelus pipi mochi dan halus kesukaan nya.
Setelah selesai. ed membantu mia rebahan. dia juga ikut naik. dia sengaja pesan brangkas besar. supaya bisa berdua. memang modus.
"Ayo sayang kita tidur.. selamat tidur istriku, cintaku.. aku mencintaimu" bisik ed dan melabuhkan ciuman dalam di bibir mia
sedikit lama bahkan sedikit llumatan. penuh cinta.
Mereka tidur saling memeluk.
mama elina melihat putrinya begitu bahagia. dia sangat bahagia. akhirnya keutuhan di rasakan mia..
mereka mengarungi mimpi dengan suasana baru dan menunggu hari esok yang baru.
Saat pagi menjelang, keadaan lebih heboh lagi karena rey dan david juga key datang membawa makanan dan buah juga tak sabar ingin segera melihat produk unggul dari si tuan muda tersebut.
"Miaaa.. selamat jadi mama muda" ujar key tulus
"Makasih key, kamu juga bentar lagi nyusul" jawab mia membalas pelukan sahabatnya.
"Mereka sangat tampan.." puji key masih takjub akan sempurna nya pahatan dua bayi kembar yang ada di dalam box
"Oiya.. siapa nama putra kalian ed? apa kalian sudah menyiapkan nya?" tanya papa wiguna yang dari tadi gemas memegang jemari mungil si bungsu.
__ADS_1
Mia menatap suaminya.
ed tersenyum.
"Iya nama untuk si kembar sudah aku siapkan jauh jauh hari" jawab ed bangga.
"Siapa?" tanya mama tak sabaran.
"Michael Eddy Wiguna da Mighuel Eddy Wiguna"
"Nama awalnya dari nama istriku tercinta dan nama kedua dari nama ku.." jelas ed ownuh filosofi.
"Gimana menurut kamu sayang?" tanya ed pada sang istri.
mia tersenyum. dia suka nama itu.
"Panggilan nya, mich dan migu?" tanya mia
"Mimi juga boleh biar singkat. gausah panggil satu satu. mimi peri.. gitu" canda ed
Mia melotot menatap suaminya. anak anak nya malah di kasih nama panggilan mimi peri. oh tidak..
Yang lain geleng geleng kepala.
"Gimana pa?" tanya ed pada papa dan mertuanya.
"Bagus, papa suka.." jawab papa wiguna.
"Mama juga suka namanya." tambah mama elina.
"Baby mich dan baby migu" gumam mia.
Saat mereka sudah sepakat nama buat si baby twin. saat ini papa winata dan papa wiguna sedang membahas hal apa yang akan mereka lakukan bersama si kembar.
tak kalah jauh para oma juga sedang asik membahas nanti hadiah apa buats i baby twin.
Tiba tiba..
"Oweek.. oweeek.." si twin dengan kompak protes karena di abaikan. lebih tepatnya protes karena sudah lapar.
"Papa.. kalian di luar dulu" usir mama mendekati si bumil. saatnya mia menyusui si kembar.
Ed membantu mia.
"Hei.. kau juga keluar. jangan modus" usir mama pada ed.
"Dia istriku dan anak anakku" jawab ed tak terima ikut di usir.
"Udah sana.. biar kami yang bantu si kembar menyusui"
Merasa tak di butuhkan akhirnya ed ikut keluar bergabung dengan pria pria tampan di luar.
"Kasihan suamiku" lirih mia melihat wajah ed tak rela meninggalkannya.
"Sesekali nak" canda mama.. mereka membantu si kembar ganti gantian mencari sumber makanan nya dengan rakus.
"Sepertinya mereka sangat lapar. lihat itu si bungsu baby migu" ucap mama elin gemas.
Mereka terkekeh gemas..
BERSAMBUNG.........
__ADS_1