
Setelah melakukan penyatuan 1 jam lamanya.. ed maupun mia terkapar dengan nafas yang kejar kejaran.
ed me lap keringat mia lembut. dia tersenyum puas.. istrinya selalu mampu memuaskannya dan memperbaiki moodnya juga.
Cup
"Makasih istriku sayang"
"Sama sama suamiku" balas mia mengeratkan pelukannya.
Mia tak peduli kulit nya yang polos menempel sempurna di dada ed. toh dia juga tak akan bisa menghentikan serangan ed nanti di ronde berikutnya. mia sudah paham tabiat suaminya yang tak bisa hanya sekali.
***
Malam nya setelah mia dan ed sudah mandi. mereka turun ke bawah untuk makan..
"Bik mar.. ayo kita makan" ajak mia menyiapkan piring suaminya.
"Saya di belakang saja nyonya" tolak bik mar tidak enak.. memang mia selalu meminta bik mar untuk ikut makan bersama mereka. tapi bik mar menolak.. rasanya tak pantas dia duduk di antara majikannya.
"By.. tolong minta bik mar supaya mau makan sama kita" ucap mia memelas pada ed. bibik mar yang mendengarnya jadi merasa tidak enak.
"Bik mar.. ayo makan bersama. apa yang di katakan istri saya adalah suara saya bik"
"Baik tuan muda" bik mar memang sudah bersama ed dari kecil, ed menghormati bik mar. bik mar tidak enak hati menolak majikan yang sudah ia anggap anak itu.
Mia tersenyum senang, dia menyediakan piring untuk bibi juga.
"Biar saya nona.."
"Udah bibi udah capek seharian, mulai sekarang kita makan bareng ya bik" ucap mia sumringah.
Bukan apa apa.. di rumah ini, mia memang tidak mau banyak pelayan seperti di rumah kakek. ed pernah ingin menyiapkan banyak pelayan tapi mia menolak.
Melihat bi mar sendirian dan paling ada juga mbak mbak yang datang membantu bersih bersih tapi mereka langsung pulang. hanya bik mar yang tinggal bersama mereka dan beberapa penjaga gerbang dan taman.
Bik mar ingin menolak. tapi melihat ed mengangguk.. bik mar tak kuasa menolak.
"Terimakasih nyonya" ujar bik mar tulus
Jadilah mereka makan bersama di malam yang hangat ini.
"Masakan bibi selalu enak" seperti audah kebiasaan di mana saja.. mia tak bisa lepas memuji masakan dan yang memasak. bik mar sedikit tersipu mendengarnya.
ya jujur saja.. dari dulu bekerja di rumah kakek dan edward. mereka bukan orang yang lugas dan suka mengucapkan kata kata seperti mia. hanya hening diam dan menikmati saja.
__ADS_1
ed tersenyum melihat istrinya.. ini lah yang membuat ed berkali kali jatuh cinta lagi ke pada mia.
Di ruang tamu.
Mia sedang menonton dan makan cemilan kentang kesukaannya. Tadi ed sedang menerima telfon dari rey. jadi mia memilih menonton saja.
Ed muncul dan meletakkan ponselnya di meja. di lihatnya mia yang sedang fokus menikmati snack di tangan dan mata tetap fokus ke depan.
"Makan apa sih" tanya ed duduk di samping mia.
"Hubby udah nelfonnya?" mia tiba tiba senang ed sudah di sisinya. biarpun ed merasa heran tapi ed tetap membalas mia sambil mengangguk.
Mia masih memegang snack nya dan, dia bergeser supaya bisa bersandar di dada suaminya.
Mia kembali menonton menjadikan ed sebagai bantal.. ed yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum.
"Aaaa" mia menyodorkan satu pada mulut ed. awalnya ed menolak tapi melihat tatapan mia dia membuka mulutnya..
sama sama hening menikmati tontonan dan cemilan. sampai habis.. mia tetap bermanja pada ed.
Gluk gluk gluk!
Mia juga menyodorkan minum pada suaminya.. bak seekor kucing manis ed menerima semua.
Mia kembali memeluk ed. dia sengaja langsung duduk di pangkuan ed dan memeluk perut ed.
"Hem"
"Besok sibuk gak? mia ke kantor mu ya" ucap mia lembut
"Emang kamu gak sibuk baby?" tanya ed balik. dia tau saat ini mia ada proyek membuat anak perusahaan.
"Kata kak david mia bisa kerjain di rumah atau dari jarak jauh.. besok pagi ke kantor. mungkin siang aku udah free" jelas mia mendongak menatap wajah tampan di depannya.
"Yaudah.. datang aja sayang.. cuma besok suami mu ini cukup sibuk, karna selama kita honeymoon ada rapat yang harus di tunda. gak apa apa kan, aku tinggal sebentar besok?"
"Gak papa.. tapi aku bawa makanan boleh ya? aku pengen jajan di deket kantor kamu itu by,"
"Heem.. sesuai permintaan mu nyonya" jawab ed gemas. mana bisa dia menolak mia dengan tampang lucu begini. mia tau kelemahan suaminya.
Besoknya.
Mia datang sendiri.. dia menyetir sendiri. david berniat mengantar bos sekaligus adiknya tapi mia menolak karna david juga sangat sibuk.
Mia berhenti, dia keluar dan membeli jajanan jalanan dan bersaos.. dia suka makanan itu sejak masih sekolah dulu. dia tak malu sama sekali.. baginya semua sama saja.
__ADS_1
"Nona.. ini kebanyakan" ucap penjual
"Gak papa pak, anggap saja rezeky bapak hari ini" mia menyodorkan 200 ribu untuk jajanannya tentu saja penjual sangat bersyukur.. di elus elus uang dari mia ke dadanya.
Mia masuk ke dalam qq group. semua karyawan sudah tau siapa mia.. di media sudah tersebar tentang mia dengan jelas saat bertunangan dulu. jadi mia tidak kesulitan sama sekali. bahkan dia mendapat hormat dan sapaan sopan.. dan dia membalasnya.
Mia berjalan, dia menenteng tas dan beberapa jajanan di tangannya.
"Silahkan nyonya" karna melihat istri bos nya kesulitan, resepsionis membantu menekan tombol lift untuk mia.
"Terimakasih" ucap mia tersenyum. resepsionis tersenyum lebar, dia sering berpapasan dengan mia, tapi setiap kali mia menjawab sapaannya dia masih merasa kagum.
Tak jarang resepsionis itu menceritakan tentang betapa ramah nyonya mereka.
Langkah mia terhenti saat samar samar dia melihat bayangan seseorang yang sangat dia kenal.
"Apa itu dia?" gumam mia.
Mia kembali turun, nanti dia akan menyusul ke ruangan ed. ini lebih penting.
Mia melongo, benar. itu adalah orang yang dia cari.
"Keysha.. bekerja di qq group" mia melihat kesya sekilas, dia mencari sahabatnya itu tapi tidak ketemu.. dan kebetulan sekali ternyata key karyawan qq group.
Mia berjalan mengikuti mia sampai ke divisi nya.
Beberapa karyawan langsung sontak berdiri dan menyapa mia.
ada apa istri bos datang ke divisi keuangan pikir mereka.
"Key"
Keysha berbalik.. dia ingin sekali memeluk mia. tapi lagi lagi dia sadar diri, saat ini mia bukanlah orang yang bisa dia gapai.. mia adalah atasannya.. bahkan mia juga pemilik perusahaan sekarang.
Keyha menunduk sopan pada mia. selayaknya seorang karyawan kepada atasan. mia melongo.
Tak peduli, pandangan heran orang orang. mia langsung memeluk key di hadapan mereka. mia merindukan keysha. key adalah satu satunya teman mia yang tak di usik oleh bella.
Mia ingin mengobrol banyak pada key, tapi mia seolah paham apa yang di rasakan sahabatnya.
"Maafkan saya nyonya" ucap key membuat mia cemberut. dia tak suka sahabatnya itu membuat sekat padanya.
"ahh hubby, aku harus menggunakanmu lagi" batin mia licik.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
KSKSSJZB SKSLSK
BERSAMBUNG......