
Gia mengangguk. dia malu sama berondong. aduuh malu nya nanti dia pada alex.. alex akan jadi kakak iparnya. astagaa hahahaha
Zian tersenyum puas. dia memeluk gia. sedangkan gia masih malu malu kucing. tapi mau.
"Makasih.. maaf untuk hal di posko saat itu. aku tidak bermaksud begitu" ujar zian..
gia membalas pelukan zian.. dia mengangguk.
"Ayo pulang" ujar gia mengalihkan kegugupan di dalam mobil.
"Kasih tau alamat rumah nya di mana" gia dan zian akhirnya resmi menjadi kekasih. zian mengantar gia pulang ke rumah nya. zian lega.. akhirnya.. dia bisa menaklukkan dokter aneh teman kakak nya itu.
Sepanjang jalan tangan zian tak melepaskan tangan gia.
"itu yang pagar coklat" tunjuk gia. zian memarkirkan mobil.
"Apa tidak menyuruhku masuk dulu?" canda zian membuat gia panik
"Ada papa di dalam" jawab gia
"Jadi?"
"Aku belum bilang sama papa. kalau aku udah bilang, baru aku berani ajak ke rumah" ucap gia memegang kopernya.
"Aku hanya bercanda.. sana masuk. aku pulang dulu, kapan kapan aku akan mampir" jawab zian mengelus kepala gia lembut
Gia tersenyum.. dia suka perlakuan manis zian begini
"Hati hati zian..." ucap gia
"Nanti ubah panggilan mu.. sana masuk, aku pulang dulu.. sayang" goda zian membuat wajah gia memerah malu.. zian terkekeh gemas. usia gia tidak cocok dengan wajah dan tingkahnya.
Gia masuk dan zian akhirnya pulang ke rumah. mereka akhirnya meresmikan hubungan penuh drama.
******************
Saat mengetahui kak zian pulang dari posko relawan.. di bumil tak sabar dia sudah di rumah mama elina dari pagi. semenjak suaminya berangkat ke kantor.
"Mamaaa.. "
"Papaa.. mia mau lagi yaa" mia si bumil sedang makan bubur kacang hijau buatan mama.
"Boleh sayang, " mama elina terlihat bahagia saat mia begitu lahap memakan masakannya. apalagi saat ini mia sangat lucu bagi mama. perutnya sangat bulat. tapi masih sangat cantik.
Tiiin!!!
Mia langsung berdiri mendengar suara mobil. dia yakin itu kak zian.
"Nak, pelan pelan.." papa khawatir sekali dengan putrinya yang aktif itu
"hehehe.. maaf papa" cengir mia
Ceklek!!!
"Kakaaaaak!!"
"Astagaaa kaget" pekik zian melihat mia tertawa puas
"Kakak.. kenapa lama sekali,aku kangen" manja mia bergelayut di lengan zian.
"Kan memang sekarang selesainya.. ini aja udah cepat dek" jawab zian gemas
"Kakak terlihat lelah.. kakak mandi dan istirahat deh.. nanti temenin mia yaa" ujar mia manja
__ADS_1
"Kemana??" tanya zian mulai panik
"Mia mau makan jajanan di luar, tapi jangan kasih tau siapa siapa. hanya kakak yang boleh tau.. okee" bisik mia jahil
"Tap-
"Aku akan menangis kalau kakak tidak mau" ancam mia dengan mata nya yang penuh dengan banyak taktik itu.
Mama dan papa tak tau apa yang anak anak nya sedang bisikkan.
"Baiklah" ujar zian pasrah. dia juga rindu hal jahil dari mia.
"Kakak harus coba bubur buatan mama juga, ini sangat enak" ucap mia puas. akhirnya nanti dia akan keluar.
"Enak lah.. mama elina gituuu" goda zian meniru niru ucapan mama biasanya.
"Hissh.. mandi dulu nak, biar mama siapkan.. abis itu istirahat" potong mama elina
Cup
"makasih mama ku cantik" zian melesat lari sebelum papa nya cemburu
Cup
"Makasih mama ku cantik" mia ikut ikutan mencium mama elina.. membuat papa winata pura pura merajuk
Mama dan mia tergelak lucu..
Cup
"Makasih papa ku tampan"
mia juga memberikan kecupan di pipi papa.. sang opa untuk si baby twin. papa kembali tersenyum..
.
.
.
"Tapi nanti kita juga beli telur gulung ya kak?"
"Apa itu gak bahaya dek"
"Enggak.. kata dokter gak apa apa." ujar mia santai
"Oke.. asal jangan banyak banyak" ucap zian posesif.
Mereka mencari makanan yang di cari oleh mia. dengan lahap bumil itu makan nasi goreng seafood, zian hanya pesan minum. dia belum lapar. melihat mia makan saja sudah membuat zian kenyang.. apa kedua ponakannya rakus? wkwkwkw
"Dek, ada lagi??" tanya zian membayar semua jajanan untuk si bumil.
"Udah uncle.. makasih banyak ya. tinggal minum deh" jawab mia mengelus perutnya.
zian dengan gemas menemani mia memesan es buah di dekat penjual sana..
tapi,
mata zian yang begitu jeli. dia melihat seseorang yang juga melihat dengan mata sendu pada mereka. tepatnya ke arah mia.
"Ayo kak.. bayar" ujar mia manja.
setelah zian membayar, mereka hendak berlalu ke arah mobil.
__ADS_1
dan,
"Mia.." panggil seseorang lirih
Mia menoleh. matanya awalnya menatap kaget. juga terbesit rasa kasihan.. tapi langsung dia tepis.
iya..
mereka bertemu atmaja. atmaja tak lagi dalam balutan jas yang rapih.. atmja terlihat lebih kurus dan acak acakan.
Mia menatap zian.. zian mengangkat bahu tanda tak tau
"Maafkan paman mia.. paman tak berani meminta hal lain. hanya. tolong maafkan semua perbuatan paman. saat ini paman kehilangan semua... rian juga tidak mau pulang,.. paman berjualan di ruko itu" ujar atmaja menunjuk ruko serba ada yang tak begitu besar.
Mia tak menjawab.. mia mencari cari seseorang. seolah paham apa yang sedang di cari oleh mia.. atmaja langsung menjawab
"Bella dan lia tidak di sini.. aku menyuruh mereka juga bekerja. maafkan paman bella dan istri paman mia.."
Zian memegang tangan mia sambil tersenyum
"Aku sudah memaafkan semua paman.. semoga kalian sehat selalu. kami permisi" ujar mia berlalu..
atmaja menatap sendu keponakannya.. kehidupan sekarang berbalik.. mia tampak sangat bahagia dalam balutan baju baju mewah.. tapi sifatnya begitu sederhana dan rendah hati. padahal mia saat ini menjadi istri pebisnis nomor satu di negeri ini.
"Semoga kamu juga bahagia dan keluarga mu" gumam atmaja berbalik. matanya berembun meluapkan segala penyesalan rasa sakit dan kecewa akan dirinya dan anak juga istrj nya. apalagi sampai saat ini rian sama sekali tidak mau menghubungi mereka..
rian pergi tanpa kabar. memutus semua akses.. hanya meninggalkan sedikit uang juga surat. meminta orangtuanya menyudahi semua.. dia lelah. dan akan pergi jauh.
Atmaja benar benar kehilangan semua.. istrinya juga. walau berapa kalipun atmaja menghukum bella tetap tak mengembalikan apapun..
bella dan lia mencari pekerjaan sampingan. kesombongan membuat kehidupan mereka benar benar jungkir balik.
Di mobil.
"Kamu gak apa apa dek?" tanya zian
"Enggak apa apa kak.. mia sudah memaafkan dan melupakan semua. rasanya tak adil juga karna bella hampir melukai kandungan aku dan key.. " ujar mia
"Bagus.. jangan terbawa perasaan. itu balasan buat mereka." jawab zian juga tak ingin adik kesayangannya merasa bersalah. di banding rasa sakit mia selama ini, itu tak seberapa.
"Makasiih uncleee" manja mia memakan telur gulungnya.
"Nanti kalau mama atau suami ku nanya, kakak yang kasih alasan lagi yaaa" ujar mia memelas.
Zian menarik hidung adiknya gemas.
mia membuatnya harus mencari alasan lagi. tapi dia akan melakukan apapun itu untuk mia.
Mereka pulang, mia sangat bahagia.. untung ada kak zian, kalau kak alex susah di ajak kerja sama.. karna dia dokter.
kalau kakek.. jauh.
mia memakan jajanan nya semangat. zian geleng geleng kepala. adiknya sangat rakus. tapi malah terlihat gemas..
Tin...
"Kalian dari mana?" tanya mama..
mia menatap zian dengan tatapan tanpa dosa..
"Aku di ajak kak zian ma" mia melenggang masuk dengan senyum jahilnya.
Zian menatap adiknya melotot. tapi mia tertawa masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Awas kamu bumil nakal .." gumam zian mencari alasan yang tepat.
BERSAMBUNG........