
Besok nya.
Di masa kehamilan yang makin dekat dengan masa persalinan. gaby tidak nyaman tidur lama lama. apalagi gerakan si baby twin di dalam sana. kadang dia kurang nyaman bergerak. dan posisi tidur nya juga cukup terganggu.
Tadi pagi.
"Ma.. kalau gaby mau sesuatu, jangan di biarin di dapur sendiri ya ma" ujar alex sebelum pamit tadi pagi.
"Iya lex, gaby sudah jarang minta apa apa sih. tapi mama akan memperhatikan nyaa"
"Makasih ma.."
Hal yang sama juga di lakukan oleh si bucin. alex bertanya kepada bibi, saat membuat susu buat gaby tadi.
"Bik, apa istri saya ikut masak??" tanya alex tidak yakin dengan jawaban gaby tadi malam
"Em.. anu den, kata non gaby, non ngidam.. bibik bantuin aja." jujur bibik.
alex menghela nafas. ini juga bukan salah bibik
"Iya gak apa apa bik, tapi jangan di biarin di dapur sendiri dan dekat pisau dan kompor dulu ya bik."
"Baik den.."
Alex berangkat ke rumah sakit, dia sengaja memberikan banyak petuah dan larangan buat gaby.
"Iya.. jangan marah marah terus. takut" jawab gaby lirih menarik narik lengan kemeja gaby karena dia ciut jika alex marah
"Makanya nurut.." ujar alex tegas dan datar.
gaby menunduk.
alex pamit mencium kening dan perut buncit gaby.
Setelah alex berangkat, gaby mengelus perut nya.
"daddy marah sama mommy, bantuin mommy dong twin.." ucap nya minta bantuan wkwkwk.
tiba tiba otak sableng gaby. memikirkan ide. dia akan minta bantuan kak mia.. trik apa kira kira yang akan mia ajarkan buat gaby.
********
Siang ini, alex sengaja meminta laporan dari bibi. apa gaby sudah makan, lagi ngapain dan semua.
Gaby sedang di rumah tetangga.
"Kak..." rengek gaby pada mia sang suhu dan ahli.
"Kenapa gab? twin baik baik aja kan??" tanya mia setelah kaila di serahkan ke mama mertua nya.
"Kak.. bantuin aku kak. sugar daddy ku marah........." gaby menceritakan bagaimana alex dari tadi malam sampai tadi pagi. bahkan biasanya alex nelfon, tapi sampai sekarang suami nya itu tidak menanyai nya lagi.
Mia mengangguk paham..
"Gab.. itu karena kak alex khawatir. jangan di masukin hati. dan lagian kamu juga jangan dekat dekat sama tempat yang berbahaya, licin, tajam dan semua.. " nasehat mia pelan
gaby mengangguk patuh. gaby lebih patuh kepada mia di banding siapapun wkwkwk
"Tangan mu gak apa apa? udah di obatin? kalau mau sesuatu bilang kakak aja, aku bisa bikin buat kamu dan twin. Jangan kerja berat dan bahaya dulu yaa"
"Udah kak.. makasih kak, gaby gak gitu lagi." jawab gaby patuh
"Nah.. kamu udah minta maaf belum??" tanya mia berbisik.
"Udah.. aku rayu rayu semua macam cara, muka nya ih datar banget, suara nya bikin aku takut lagi kak" adu gaby juga berbisik.
mia yang sudah ahli masalah membuat masalah dan menyelesaikan nya tanpa masalah (pegadaian kalii wkwkkwk). mia paham apa yang akan gaby lakukan.
__ADS_1
"Gini aja" gaby langsung duduk menempelkan telinga mendengar baik baik saran si suhu
Mia tersenyum jahil, membayangkan bagaimana wajah kakak nya nanti menghadapi gaby.
"Emang gak apa apa kak? bakal lembek gak ya kak??" tanya gaby belum yakin
"Percaya sama kakak. kalau kamu bilang begitu, pasti kak alex yang langsung minta maaf. kakak sering begitu kalau bingung melunakkan kesal nya suami" ujar mia tanpa dosa
"Okee kak. makasih yaa, kakak memang selalu punya solusi" puji gaby lega.
"Iya, tapi ceritain sama kakak ya besok gimana reaksi kak alex. kakak penasaran. videoin gab.." bujuk si mamud jahil
"Iya kak.. nanti aku videoin, tenang" jawab gaby polos
mereka berbincang, tak lupa juga mereka bertandang juga ke tetangga sebelah.. rumah kak gia.
Mereka makan di sana.. ada mama juga. sedangkan papa winata sedang bersama papa wiguna dan si kembar.
Karena alex tidak mengabari nya. gaby inisiatif sendiri mengirimi pesan manis kepada si bucin yang lagi marahan, lebih tepat nya lagi kesal.
Semua aman dan sentosa.
.
.
.
Sepulang dari rumah sakit.
Gaby menyiapkan baju ganti buat alex. lalu dia menarik nafas.. semoga saran mia manjur. dia menyiapkan kamera di samping buku hamil dekat nakas. ini bukti buat kak mia.
"Bantuin mommy yaa twin" bisik gaby pada perut nya.
Ceklek!
alex dari tadi menahan senyum. kalau gaby lagi mode patuh dan tidak sedang gesrek begini, gaby terlihat manis.
kalau lagi gesrek dan aneh, ingin sekali alex menyembunyikan istrinya dalam selimut. wkwkwk
"Hem.." jawab alex. walau dalam hati dia tersenyum.
Setelah makan..
alex membawa susu hamil buat gaby.
dan..
Slruuup slruuup.. ahhh
"Habis.." ucap gaby manja,
"Sayang, kenapa pesan ku gak kamu balas tadi siang??" tanya gaby manja menempelkan tubuh nya ke alex
Alex belum menjawab. tapi
"Kamu marah yaa? aku kan udah minta maaf" lirih gaby pura pura terdzolimi sesuai instruksi mia
"Aku gak marah, jangan di pikirin.. sekarang kita istirahat. satu hari ini kamu gak tidur siang" titah alex. dia tau dari bibik kalau gaby tidak tidur siang
gaby mendongak.
"Aku gak nyaman tidur, apalagi siang, perut aku gak nyaman.. pinggang aku juga" adu gaby manja.. jangan sampai alex marah karna tidur. masalah tangan dan masak masak juga belum kelar. dan berhasil, tangan besar alex langsung mengelus elus pinggang gaby.
"Iyaa, ayo kita tidur" ujar alex melembutkan suara nya. alex tau pasti berat juga buat gaby hamil kembar di usia muda
Gaby tersenyum jahil. sepertinya suami nya sudah tidak marah.
__ADS_1
"Kamu marah sama aku. aku minta maaf, aku bukan mommy yang baik" pancing gaby mengelus perut nya
"Twin.. nanti kalian harus nurut sama daddy, kalau mommy gak lagi sama kalian, kalian gak boleh nakal ya.. harus patuh, sama oma opa juga." ujar gaby mengeluarkan kata pamungkas dari mia..
"Sayang.. apa maksud mu?" ujar alex tak suka. hati nya sakit mendengar ucapan gaby.
gaby menahan senyum.. akhirnya kata sayang keluar juga hihihi
selangkah lagi. batin nya.
"Gak apa apa. aku senang, nanti baby twin punya keluarga yang sangat sayang sama mereka. mereka juga punya daddy yang hebat nanti.. kalau pun aku tidak bersama kalian lagi, aku tenang.. aku tidak tau kan apakah masih bisa di antara kalian. bisa mengandung si baby twin juga aku sudah sangat bahagia. aku-"
"Sayaaang!!!" geram alex menarik wajah gaby ke dada nya. dia tidak suka mendengar ini
"Jangan ngomong aneh kayak gitu, aku gak suka" kesal alex
"Tuh kan, kamu masih marah.. kamu selalu marahin aku" ujar gaby, dia bisa merasakan nafas naik turun alex. sepertinya suaminya benar benar kesal dan takut
"Aku gak marah sayang, aku gak marah. jangan ngomong kayak gitu lagi. twin nanti sama kita. kita jaga dan besarkan bersama. mommy harus ada sama twin, sama daddy nya juga" ujar alex tegas dan suaranya lebih lembut.
"Tapi-
"Ssst.. jangan di bahas lagi. aku gak marah. maafkan aku sayang, jangan bilang gitu lagi. di sini sakit" ujar alex merasakan hati nya sakit dan mata nya memanas.
gaby jadi ikut melow.
"Maaf.. cup" ucap gaby me lap sudut mata alex
gaby mencium suami nya lembut.
"We love you daddy..." bisik gaby tulus.
"Aku sangat mencintai mu dan twin sayang" balas alex cepat.
"Udah gak marah?" tanya gaby.
alex menggeleng.
"Aku gak marah.. aku sangat khawatir sayang." alex memeluk posesif istrinya.
"Tapi kamu gak ada cium aku" gaby cemberut
Alex langsung menarik pelan dagu gaby. dia cium dalam.. tak hanya itu, dia melu*mat nya lama..
Cup
"Aku gak marah sayang, hem.." tangan alex mengelus pipi gaby yang makin tembem dan halus. dia ciumi gemas.
Gaby tersenyum mengangguk.
mission complete!
Gaby tersenyum mengelus perut nya.
"Kamu gak mau jenguk twin??" tanya gaby malu malu..
"Ini mau baby apa mau mommy??" goda alex tersenyum
"Yaudah kalau gak mau" ujar gaby hendak menarik ulur
"Siapa bilang, aku menahan nya dari kemarin" balas alex memulai sesi.
memang benar, menyelesaikan masalah di ranjang adalah paling mujarab. wkwwkwk
belum lagi kalau mia turun tangan.. semua selesai.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1