Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin

Gadis Cantik Kesayangan Bos Dingin
Akhirnya Jadian


__ADS_3

Besoknya.


Mia tetap bekerja seperti biasa. tak ada kurang apapun kelihatannya. hanya saja dia jadi tidak begitu rajin membuka ponsel.. dia mencari kesibukan lain dan fokus pada pekerjaan.


"Kak.. aku pulang sendiri ya" ucap mia pada david


"Apa tidak apa apa?"


"Gak papa.. duluan ya kak" potong mia segera. dia menuju tempat yang di kirim oleh edward.


15 menit.


Mia sampai dan keluar dari mobilnya. dia melihat sekeliling.. sepi. di mana kak edward? pikir mia.


dan ini.. kenapa banyak bunga dan lampu? apa baru ada acara? batinnya terus mencari dimana edward berada.


"Mi.." mia menoleh saat namanya di panggil begitu lembut.


Mia berjalan, menghampiri edward, mereka duduk di bangku taman.


"Aku merindukanmu" ucap edward pelan pada mia.


"Susah sekali beberapa hari ini mendengar suara mu mia," tambahnya. tapi mia tetap diam.


"Kamu udah makan?"


"Belum kak" jawab mia.


"Mau makan dulu?" mia menggeleng


"Nanti aku akan makan di rumah kak" tolak mia halus.


Suasana hening. baik mia maupun edward diam.


Suasana itu terasa canggung, dan sudah mulai gelap. dua sejoli itu terdiam dengan pikiran mereka masing masing.


Hingga.. suara notifikasi di ponsel edward membuat mereka saling menatap.


"Kamu gak mau menanyakan sesuatu sama kakak?" tanya edward lembut setelah melihat sekilas pesan dari rey.


Mia tampak ragu. dia memberanikan diri melihat wajah tampan di sampingnya . tali sayang sekali ternyata sudah di jodohkan dengan bella, batin mia.


Melihat mia menggeleng, membuat edward mendesah pelan. mia ternyata tipikal orang yang kalau marah atau apapun itu di pendam sendiri.. tidak mau mengeluarkannya langsung. harus di pancing dulu.


Edward menggeser duduknya supaya lebih dekat pada mia.. mia bergeser tapi edward ikut bergeser.. sampai mentok.


"Maaf kalau sikap kakak membuat kamu malah menghindar beberapa hari ini.." ucap edward menatap dalam manik mata mia.


"Kamu harus lihat ini"


Edward membuka video di ponselnya.. itu adalah pesan dari rey. rey merekam diam diam pembicaraan bella.


"Kakak sama sekali tidak ada di jodohkan dengan siapapun.. termasuk bella sepupu kamu. dengar baik baik mi.." pinta edward lembut meletakkan ponselnya ke tangan mia.


Di video itu dengan jelas, rey bertanya apakah bella menyebarkan rumor tentang tuannya.. dan bella menyangkal, bahkan dengan tanpa curiga bella mengungkapkan dia berkata kepada mia kalau dia di jodohkan dengan edward.. supaya mia ter gertak saja.

__ADS_1


ada raut lega di wajah edward maupun mia.. ternyata mia yang mudah termakan omong kosong bella. tapi, kenapa mereka terlihat dekat saat di meja makan waktu itu?


"kakak minta maaf.. semua yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu bayangkan."


"Kakak sengaja berbisik pada bella saat itu, kakak mengancam akan menghancurkan keluarga nya jika dia berani mendekati aku lagi"


"Percaya sama kakak mia."


ponsel edward masih di tangan mia.. edward memegang tangan mia membuka galeri dengan begitu banyak foto mia yang dia dapatkan selama ini.


Mia terkejut bukan main.. itu foto foto saat dia masih kuliah, dan diambil candid tanpa sepengetahuan mia.


"Kak.. ini" ucap mia melihat bahwa ucapan edward penuh dengan kesungguhan.


mia jadi merasa bersalah telah menuduh edward yang tidak tidak.


"Iya.. kakak mengetahui hampir semua tentang kamu. dari dulu.. jangan ragukan kakak lagi mi, jangan menghindar" ucap edward mengeratkan genggaman di tangan mia.


"Maaf kak.." mia merasa bodoh berhasil di kibulin bella, atau dia yang terlalu cepat cemburu.


Edward mengambil ponsel nya dari tangan mia. supaya tangannya bebas menggenggam mia.


"Boleh kak kakak menganggap sikap mu itu sebagai cemburu?" tanya edward lembut


"Ha?" pekik mia tiba tiba malu.. apakah dia cemburu.. benarkah?


Mia menundukkan kepala, tak berani menatap edward.


Edward mengubah posisinya jadi duduk bersimpu di depan mia. dengan tangan masih berada di atas paha mia.


"Maaf.. kalau memang kamu cemburu, berarti misi kakak menahan diri untuk tidak mencekik si belatung malam itu berhasil" ucap edward.


"Belatung?" kening mia mengerut


"Iya sepupu mu itu si belatung atmaja, kakak tidak menyukainya.." ucap edward. itu terdengar sedikit jahat memang. tapi tidak tau kenapa mia malah merasa panggilan itu lucu.. darimana edward dapat panggilan aneh begitu.


Melihat mia terkekeh dan tidak se datar tadi lagi, membuat edward tersenyum lega.


Edward masih duduk di depan mia. tangan edward membawa tangan mia ke wajahnya..


mia terdiam.. ini terlalu dekat. bahkan mia sekarang sedang menyentuh wajah tampan itu.


cup


Edward mencium tangan mia. lalu membawanya ke pipinya lagi, sampai mia tanpa sadar malah mengelus pipi bersih itu.


"Maukah kamu jadi pacarku mia? apakah kamu sudah bisa menerima kehadiranku?" tanya edward bersungguh sungguh.


Mia menghentikan gerakan tangannya. jantungnya deg degan.. ahhhh


Mia ingin menjawab, tapi dering ponsel mengalihkan perhatian mereka.


"Halo ma.." ternyata dari mama elina


"Kamu belum pulang sayang? bukankah kamu di antar oleh david?

__ADS_1


"Iya ma.. mia masih di luar"


"Kamu makan di rumah kan sayang?"


Mia menatap mata yang memelas padanya.. edward menggeleng pelan,


"Mia makan di luar ya ma.. maaf baru ngabarin" jawab mia akhirnya membuat edward tersenyum.


"Yasudah.. nanti pulangnya hati hati ya sayang"


"Oke ma.. bye"


Edward menatap semua gerakan mia sampai menyimpan ponselnya kembali.


Edward akhirnya berdiri dan kembali duduk sedikit rapat pada mia.. padahal di samping masih kosong. hufft si bucin.


"Kamu belum menjawab mi.." ujar edward


"Aku mencintaimu.. tanpa kujelaskan lagi kamu sudah tau kan. aku ingin mengikatmu segera.. bahkan aku juga tidak keberatan jika kita segera menikah.."


"Tapi kak"


"Aku tidak memaksa mi.. kalau kamu mau pacaran dulu, aku bahkan sudah sangat bersyukur. apa kamu mau jadi kekasihku mi?" tanya edward menghadapkan wajahnya pada mia.


Mia mengangguk lalu menunduk karena malu. aaah akhirnya salah paham berlalu, dan cintanya bersatu.


Tangan edward memegang pipi mia.. yang terlihat memerah. edward tersenyum..


"Kamu sudah mulai menyukai kakak?" tanya edward lembut, mia mengangguk lagi menatap kebawah.. tak berani menatap edward.


"Boleh kakak mendengar nya?" pinta edward lembut. mia menatap edward mengumpulkan semua keberanian.. dia tidak mau menyesal.


"Kamu mau jadi pacar ku mi?"


"Mau kak" ucap mia pelan. mereka tersenyum dan debaran jantung mereka bersahut sahutan.


"Terimakasih" bisik edward saking senangnya langsung memeluk mia.


Mia yang baru kali ini menerima perlakuan manis dari seorang pacar merasa malu.. tapi mau.


Dia membalas pelukan edward. dia menyembunyikan wajahnya di dada edward yang lebar. sangat harum..


"Rambutmu sangat harum" bisik edward di sela pelukan mereka.


"Sekarang kita sudah resmi jadi pasangan kekasih.. jangan hindari kakak lagi yaa" ucap edward melonggarkan pelukannya.


"Maaf kak.." jawab mia merasa kekanakan.


"Enggak apa apa.. cuma kakak gak bisa tidur karena kamu menjauh gitu. Kalau kakak ada salah langsung kasitau yaa" mia mengangguk.


"Mia juga kak.. mia mungkin akan sangat menyebalkan dan banyak bergantung pada kakak, kalau kakak tidak nyaman atau tidak suka suatu hari nanti kasih tau mia ya kak."


Mereka meresmikan hubungan satu langkah lebih maju. Dua sejoli yang baru pacaran itu terlihat sangat bahagia..


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2