
Akhirnya hari ini adalah periksa bersama dokter gia. sengaja mia mengabari mama elina tentang kedatangan dokter gia karena mia tentu ada misi tersembunyi mengulik kisah kak zian dan dokter gia.
Di rumah sakit.
Semenjak zian dan gia meresmikan hubungan mereka yang masih rahasia. mereka lebih banyak komunikasi lewat ponsel karena kesibukan masing masing..
kalau ada waktu bisa hang out bersama.. mereka akan keluar seperti ke mall, bioskop atau ke tempat tempat menarik lain buat berkencan.
Tentang kedatangan gia hari ini ke rumah ed dan mia, tentu sampai ke telinga kak zian.
"Apa nanti aku antar aja ke rumah mia?" tawar zian lewat panggilan telfon
"Tidak usah zian.. aku berangkat sendiri aja." ujar dokter gia. memang walaupun mereka sudah pacaran, rasanya masih kikuk apalagi dokter gia lebih tua dua tahun.. mereka kesulitan menentukan panggilan.
"Oke.. hati hati ya nanti" ujar zian
"Oke. semangat kerja nya" jawab gia tersenyum malu malu di seberang telfon.
Dokter gia berangkat ke rumah ed dan mia. di sana ada mama dan ed juga. ed tak mau meninggalkan istri nya.. dan dia juga ingin melihat perkembangan bayi mereka.
tin...!
"Silahkan dokter," bik mar membawa dokter gia menuju kamar bawah..
Ceklek!
"Selamat siang.." ujar dokter gia kikuk. keluarga zian ada di depan nya.
"Silahkan dok" jawab mia ramah.
Mama yang dari tadi menemani mia sesekali melirik dokter gia. dan kadang juga mia memberikan kode entah apa artinya.. bahkan ed sampai menahan senyum.. istrinya sempat sempatnya mencari bahan gosip bersama mama elina.
"Bayi kembar semua sehat, beratnya juga normal.. kalau bisa, nona boleh berjalan pelan pelan karena itu akan membantu pas persalinan bulan depan" ujar gia tersenyum.
"Dok, kaki saya bengkak" adu mia sambil bersender manja di lengan ed. mereka yang di sana gemas sama si bumil
"Itu hal lumrah terjadi nona, itu bukan masalah. untuk jadwal pasti kadang kurang dan kadang lebih dari prediksi.. saran saya mendekati hari H persalinan, ibu hamil jangan terlalu banyak mengemil yang kurang sehat. dan lebih banyak makan buah sayur dan gerakan gerakan kecil"
Ed mengangguk paham.. dia catat dalam otaknya apa yang harus di lakukan sang istri.
pemeriksaan telah selesai. mama elina belum banyak bicara. di lihat nya dokter gia sopan dan baik.. ramah pula.
"Oiya dokter gia nanti malam ada acara tidak?" tanya mia sebelum dokter gia pergi
Gia berfikir sejenak, jadwal jadwal buat nanti dan besok.
"Tidak ada nona"
"Nanti makan malam di sini ya dok, kita rame rame." ajak mia.
Dokter gia sedikit segan.. karna tidak pernah ikut acara begini
"Plis dok" melas mia.. ini demi kelancaran rencana nya menjahili kakak tampan yang malah main rahasia rahasiaan.
"Baik.. terimakasih nona. saya akan datang Nanti" ujar gia
"oke, nanti akan di jemput ke rumah atau eunah sakit dok?" mia antusias
"Di rumah sakit saja nona. mohon maaf kalau merepotkan"
__ADS_1
"Oke, tidak masalah. terimakasih dok" jawab mia santai
Gia dengan sopan merapikan tas nya. dia tersenyum sopan kepada mereka semua.
"Mari tante.. tuan, nona" pamit gia setelah selesai.
Gia bernafas lega, dia juga tersenyum.. keluarga kekasihnya terlihat harmonis dan hangat.
Sepeninggal dokter gia.
"Sayang, ini minum dulu" ed menyerahkan gelas pada si bumil
"Makasih hubby..."
"Ma.. gimana menurut mama? cocok gak?" ujar mia mulai membahas inti gosip hari ini
"Sepertinya orangnya baik ya sayang, mama merestui pilihan kalian, mama percaya mereka semua baik" jawab mama elina
"Iya ya ma.. mia juga suka sama dokter gia. sama gaby juga.. huuuft, coba aja kak alex gak bodoh ya ma.. pasti dia tidak jomblo sendirian" ejek mia masih kesal pada kakak nya.
"Sudah lah.. itu pilihan mereka dan harus bisa di pertanggung jawabkan. mama yakin.. kalian anak anak mama akan menemukan kebahagiaan" ujar mama lembut.
Mia mengangguk.
dia menyodorkan buah buat mama. mereka berbincang lagi.. mama dengan telaten menemani si bumil juga menggosip bintang sinetron yang tidak di ketahui oleh ed.
"Ma.. ed ke ruang kerja dulu ya." pamit ed pada mertua
mia mendongak menatap suami kesayangannya.
"Suami ku ganteng ya ma" ujar mia tiba tiba. ed menahan senyum berusaha pura pura sibuk dan hendak berlalu
kalau tidak ada mama pasti dia sudah menggigit istrinya.
"Oke hubby"
mia dan mama masih bertukar cerita sampai tentang pengalaman melahirkan dan persipan persiapan nanti.
*************
Dokter gia sudah kembali ke rumah sakit.
Ceklek!
"Aaakh... kaget" pekik gia menutup mulut segera. ada orang dalam ruangannya. dengan seragam loreng loreng. siapa lagi kalau bukan zian.
"Sudah pulang?" tanya zian tersenyum lucu melihat wajah kaget gia. dokter gia mengangguk sambil meletakkan barang barangnya.
"Kok tumben di sini? kamu udah selesai kerja nya?" tanya dokter gia setelah dia duduk di kursi seberang zian.
"Belum.." jawab zian santai. gia mendelik karna zian selalu begitu. kadang tiba tiba muncul.. untung tepat pas tidak ada operasi.
"Zian.. ka- kamu ngapain" tanya gia kikuk karena zian mendekatkan tubuhnya menekan tubuh gia di kursi sebelah.
"Kamu sangat cantik dalam pakaian putih ini" bisik zian. dia memang selalu merasa terpukau akan cantik dan sexy nya dokter gia dalam balutan jas putih. bentuk tubuh yang pas
Gia merasa malu.. tapi dia tersenyum.. siapa yang tak senang dapat pujian dari kekasih?
"Oiya.. nanti malam aku di ajak nona mia makan malam di sana" tutur gia membiarkan zian menggenggam jemarinya.
__ADS_1
zian mendongak
tumben? pikirnya. apa bumil nakal itu tau sesuatu?
"Nanti aku jemput" ujar zian. sepertinya sudah saatnya memberitahukan status mereka ke keluarga.
"Tidak usah zian.. tadi katanya aku di jemput. aku udah iyain" ujar gia.
Zian menatap dalam wajah dokter gia.
"Apa panggilan mu tidak bisa di ubah? masak panggil nama?" protes zian menatap tajam ke arah gia
Lagi lagi masalah panggilan. gia sudah memikirkan ini.. dia juga tak enak terus terusan panggil nama.
"Kamu mau di panggil apa?" tanya gia lembut
"Terserah kamu, asal jangan nama"
tiba tiba..
tok
tok
tok
"Iya sebentar" gia melepas genggaman tangan zian. membuka pintu sedikit.
"dok, nanti sepulang kerja sibuk gak? itu anak anak ajakin nonton" ucap seorang dokter.
zian terlihat kesal menyimak. itu suara laki laki.
"Eh dokter, maaf.. saya sudah ada acara buat nanti malam. maaf ya, lain kali yaa" jawab gia tak enakan
"Yah.. okedeh dok, saya bilang yang lain dulu. semangat"
"Makasih dok" jawab dokter gia tersenyum sopan dan kembali masuk ke ruangannya.
"Siapa?" tanya zian walau sudah tau.
"Oo itu, dokter kandungan juga, tadi ngajak keluar bareng yang lain" jelas gia
Zian berfikir.. sudah seharusnya semua tau hubungan nya dengan dokter gia. supaya tak ada semut semut yang mengganggu mereka.
"Aku kembali ke kantor dulu, sampai ketemu nanti malam sayang" ujar zian berdiri.
"Hati hati zian.. eh" panik gia karna zian mendorong nya pelan dan menekannya ke dinding.
"Zian apa ya-"
"Eeemppttthhhh" zian mencium bibir gia dari atas dan bawah dillumat sedikit dalam.
"Pikirkan panggilan untukku sayang" bisik zian menyeringai karna berhasil membuat dokter gia bungkam dan salah tingkah.
Dokter gia malu, dia kembali merapikan penampilannya setelah zian berlalu.
"selalu cium cium tiba tiba" gerutu gia, tapi dia tersenyum.. dia tak memungkiri bahwa dia atk menolak.
"Aduuh.. bawa apa ya buat nanti ke rumah nona mia" gumam nya kembali memikirkan buat nanti malam.
__ADS_1
kembali bekerja.. sebelum nanti malam ada drama singkat yang di sutradara i oleh si bumil.
BERSAMBUNG........